Bad Grils Ara

Bad Grils Ara
eps.16


__ADS_3

Hari ini hari pertama bagi Dara dan Ara bersekolah. Dan ternyata Ara dimasukan dikelas 11 dan Dara dimasukan ke dlm kelas 12..


Ara sengaja tidak memberi tahu kalau ia tlah lulus dan sudah Sarjana 2 kali, Ara menyembunyikan identitasnya dengan rapat walaupun Dara yang menyambang sebagai teman baru nya itu tahu.


"Mba Ara kita sekelas!! Aku seneng banget.. mba Ara duduk sama aku sini, kursi sebelah aku kosong"teriak Hafsah dengan girang lalu menarik tangan ku dan melepaskan nya hingga aku duduk disamping bangkunya.


"Bisa diam?"ketus Ara


Sedangkan Hafsah diam tak berkutik, ia sengaja mencoret-coret bukunya lantaran ia sedikit takut.


Assalamualaikum..


Semua menoleh, ternyata Gus Albara. Eh bukan nya disini peraturan nya santriwati diharuskan belajar dengan Ning atau ustazah? Bukan belajar dengan ustad karna mereka tidak mahram. Itu yang tertangkap diotak Ara karna Hafsah dan umi selalu memberi tahu apa yang harus ara lakukan dan apa yang tidak harus Ara lakukan selama dipesantren.


"Saya ulangi, assalamualikum warohmatullahi wabarokatu"-albara atau biasa dipanggil Gus Al.


Semua menjawab serentak dengan pandangan lurus kedepan. Mereka masih menjaga pandangan kecuali Ara!Ara menatap Gus Al dengan dagu keatas.


"Tundukan pandangan mu, tidak baik santriwati memandangi Gus atau gurunya seperti itu bukan mahram. Akan memperbanyak zina mata"-tegas Gus Al sedangkan Ara tetap kokoh memandangi Gus Al. Malah tatapan nya bengis, tatapan seorang mafia. Yah jati diri dan aliran darah Ara tidak dipungkiri masih mencampuri darah mafia. Karna bisa dibilang dari kakeknya Widyo hingga ayah nya Griel mempunyai pekerjaan khusus yakni Sosok Mafia kelas atas.

__ADS_1


"Saya tidak salah karna seharusnya anda tidak masuk ke sini! Jika pun saya zina mata itu karna anda"ketus Ara menggunakan bahasa formal.


Semua santriwati dikelas itu mendongak menatap Anak baru itu dengan tatapan terkejut! Karna baru kali ini ada yang berani membantah atau menjawab Gus Al selama ia pindah dari kairo.


"Berani menjawab?"


"Saya benar! Dan saya berani menjawab!"bengis Ara semakin menampak-kan jati dirinya.


Ara menatap tajam mata itu, entah lah sifat Ara yang ini baru keluar setelah hilang 2 tahun yang lalu,tapi ia kembali lagi membuat Ara harus bisa mengontrol dirinya.


"Keluar dan jangan pergi sebelum saya selesai memberi materi! Tunggu saya didepan"perintah Gus Al dengan mata tajam dan rahang yang mulai mengeras itu.


Gadis itu memejamkan mata, emosinya blm setabil membuat kepala nya mendadak pusing..


"Anjr, kepala gue!"Ara membuka matanya, Darah mengalir dari hidung nya.


Dengan cepat Ara mengelap darahnya dengan telapak tangan. Ia melihat sekitar ternyata aman.


Ara menjilati darah itu seakan ia sedang menjilati lolipop! Sebuah desahan lolos dari bibir ranum nya itu.

__ADS_1


"Kau sedang apa!"


Ara terlonjak kaget, ia memasang wajah sedatar mungkin. Manusia didepan nya memang sudah benci hidup! Seakan mendapat taktik didalm otak Ara dengan cepat gadis itu mencekik manusia didepan nya. Ara tetap lah Ara, gadis itu sudah kehilangan kendali. sehali hentak saja manusia didepan nya akan mati. Tapi belum sempat Ara lakukan semua nya telah hitam! Tekuknya dipukul oleh manusia didepan nya sehingga Ara pingsan!


"Gadis nakal"gumam Gus Al lalu membopong Ara dengan wajah kakunya itu.


Gus Al itu membawa nya ke ndalem dan sudah disambut kepanikan sang umi.


"Masyaallah Bara! Kenapa lagi? Cepat bawa ke kamar mu. Dia mimisan"teriak sang umi karna panik luar biasa melihat wajah pucat Ara dan darah yang terus mengalir dari hidung gadis itu.


Bara yang tau batasan pergi meninggalkan kamar itu, lalu melangkah kedalm ruang kerja nya.


AlBara yang sering dipanggil Al saat di luar dan dipanggil Bara hanya khusus Abi dan uminya yang boleh memanggilnya seperti itu.


"Gadis itu p..psikopat?"gumam Bara saat mengingat begitu nikmat nya Ara menjilati darah yang mengalir di jemarinya sesaat ia telah usai mengelap darah dari hidung.


"Gadis aneh yang menyelamatkan ku, dan memberi begitu bnyk pertanyaan dibenak ku karna dia menyembunyikan identitas! Selain menyembunyikan identitas dia hanya menyebutkan namanya Aralia. Selain itu gdis bernama Ara tidak menjawab apa-apa lagi jika ditanyai tetang identitas nya itu. Sungguh menggemaskan"gumam Al tanpa ia sadari ia mengangumi sosok gadis kecil itu.


"Astagfirullah zina fikiran!"ucap Al saat tersadar dari lamunan nya.

__ADS_1


"Aku akan menyelidiki dan mencari tahu!"tegas Al lalu melangkah keluar dari ruangan kerja nya.


__ADS_2