Bad Grils Ara

Bad Grils Ara
eps.15


__ADS_3

"Ara, kamu tinggal disini ya? Ini namanya hafsah teman sekamar kamu. Hafsah ini ara, harap dibimbing ya"ucap mba-mba menjelaskan dan gue cuma ngangguk.


Seharusnya tadi Umi yang nganterin gue ke kamar, tapi yah gegara cowok jangkung tadi umi dipaksa ikut dan ahkirnya gue pun dianterin sama mba-mba yang asing menerut penilaian gue!


"Oh iya mba, kalau gitu ayo mba Ara.. silahkan masuk"ujar Hafsah menggandeng tangan ku lalu menariknya kedalam.


"Mba ini kamar kita ya, Hafsah percaya mba bisa jaga kebersihan. Jadi jangan mengotori tempat yang bkl kita tempati selama dipesantren karna Allah tidak menyukai tempat yang kotor"tegas Hafsah dengan muka yang lugu.


Hafsah termasuk anak yang lucu, ia memiliki tinggi kira-kira 155 yah sangat pendek! Pipinya yang gembul dan berwarna merah alami membuatnya cantik. Selain itu ia juga memiliki bibir kecil membuatnya semakin terlihat sempurna.


"Hm"-jawab ku setelah menilainya dari atas hingga kebawah.


"Mba! Kalau Hafsah boleh tau mba kelas berapa?"tanya Hafsah tak berhenti dengan setia mengekori ku sampai didekat ranjang. Aku membalik kan badan dan duduk di pinggir ranjang.


"Gue ga tau"


"Kalau aku, aku masuk kelas 11-3 mba"ceria Hafsah


"Gue g nanya"


Sakit! Sakit kayak dia nolak kita pas liat muka kita itu buriq:)


"Ya Allah mba, hati Hafsah sakit.. tapi tak berduri"dramatis Hafsah


"Tak berdarah! Sejak kapan diganti tak berduri?"elak Ara


"Hehe lupa mba"cengir Hafsah membuat ku mendengus kesal.


Tok..tok


"Hm, mba aku kedepan dulu ya? Kayaknya ada tamu"ucap Hafsah yang kuangguki.


Ara merebahkan dirinya ke kasur yang menurutnya agak keras, tapi dingin. Ia berfikir lagi tapi ya sudah lah ini jalan yang ia ambi!


"MBAA!!MBAA ARAAAAA"teriak Hafsah mengagetkan ku, aku yang baru memejamkan mata terlonjak kaget dan memilih beranjak mengahampiri bocah kecil itu.


"TADAAAAA KITA PUNYA TEMAN BARUU!! MASYALLAH MBA AKU SENENG DAPET TEMEN.. selama ini aku blm punya temen kamar, soalnya blm ada yang daftar atau masuk ke pesantren! Tapi kali ini Hafsah langsung dapet 2!! Asikkk"pekik Hafsah dengan girang. Sedangkan aku menutup telinga lalu melangkah pergi meninggalkan kedua makhluk itu..


"Eh tunggu!"

__ADS_1


Langkah ku terhenti, aku menoleh dengan alis terangkat!


"Aralia?"


"Hm"


"Seneng ketemu sama lo, btw lo pesantren disini? Bukan nya di sekolahan elit itu? Pdhl gue denger-denger Lo pemilik sekolah itu kan?"tanya gadis yang blm Ara kenal itu.


"Lo siapa?"tanya Ara tanpa menghiraukan pertanyaan gadis itu.


"Oh iya lupa, kenalin gue Dara. Dara Nataliha"


"Anak om Nathan, Wendis crop"jawab Ara berlalu tanpa menghiraukan teriakan dara.


Sedangkan Hafsah terlihat mengerucutkan bibirnya sebal! Tadi aja pas diajakin kenalan mba Dara keliatan judes, eh pas ketemu mba Ara langsung bahagia! Dasar anak baru nyebelin


"Eh astagfirullah maafin Hafsah ya Allah"-pekik Hafsah langsung berlari kearah dua teman barunya itu.


______


___


"Jadi itu yang dipojok kasur Hafsah, ditengah kasur Dara dan dipinggri itu kasur mba Ara ya? Tolong jaga kebersihan mba-mba ku.."ucap Hafsah memamerkan gigi putih nya dengan bangga.


"Astagfirullah kalian jahad!"ucap Hafsah lalu pergi meninggalkan kedua teman barunya.


Sedangkan Ara dan dara saling berpandang namun berberapa detik kemudia Ara mengangkat bahu nya acuh. Dara pun mendesah pasrah lalu membereskan baju-baju nya kedalam lemari.


"Sepertinya kita harus minta maaf"-dara


Ara menoleh lalu mengangguk sekilas, walaupun gengsi nya Segede langit! Tetap saja Ara tidak akan tega gadis semanis Hafsah menangis gara-gara ia umpati seperti tadi.


"Gue harap kita bertiga jadi temen yang baik"-Dara


"Oke"


Setelah itu mereka berdua keluar, Dara yang blm mengenakan hijab namun masi sopan dengan menggunakan celana Levis dan baju berlengan panjang berwarna navy dan rambut yang tergerai berwarna silver.


Sedangkan Ara yang sama tidak mengenakan jilbab tapi bedanya Ara menggunakan celana kulot bercorak batik dan baju lengan pendek berwarna hitam dengan rambut di gulung asal berwarna Navy.

__ADS_1


Mereka semua menjadi sorotan manja untuk para santriwati dan mendapatkan pujian seperti " ih kok ga sopan si, ih najis ih, anjr g pake kerudung, anjr bajunya lengan pendek" seperti itu namun seakan mereka tuli tak mendengarkan ucapan-ucapan itu.


"Disini sepertinya lebih pedas dibanding dunia luar"ujar dara lalu mengibaskan rambutnya sehingga tergerai dan terlihat lebih sexy.


Di lorong yang tepatnya diserang jalan terdapat gedung para santri dan mereka melongo melihat Ara dan dara yang terlihat tenang berjalan menggunakan pakaian yang menurut mereka sexy.


"Hentikan tangan mu yang mengibas-ibaskan rambut! Jangan menambah dosa para santri dan santriwati karna kelakuan mu disini. Aku benci itu"ketus Ara mempercepat jalan nya.


Sedangkan Dara terkekeh lalu mengedipkan mata nya kearah gerombolan santri itu.


Ia mengejar Ara dan meminta maaf, karna memang Dara sengaja seperti itu untuk mengerjai para santri dan santriwati disini.


"Ra.. Lo tau si-siapa tadi namanya gue lupa?"-Dara


"Isah"jawab Ara yang diangguki Dara karna ia begitu polosnya percaya.


"Nah iya namanya Isah, Lo tau dimana dia?kita dari tadi muter-muter nyari dia tpi g ketemu"keluh Dara diangguki oleh Ara.


"Sebaiknya bertanya"


"Eh lo! Liat si Isah g? Yang pipinya tembem pakaian nya gede"tanya Dara


"Isah? Disini tidak ada yang bernama Isah mba"jawab santriwati.


"Eh lo manggil gue mba? Heloooo gue masih muda dipanggil mba! Kal.."


"Disini memang seprti itu! Jdi terbiasalah kalau orang-orang memanggil mu Mba"jelas Ara lalu mengangguk dan berjalan kearah kamar nya.


Ia cape, mencari bocah kecil itu sangatlah susah! Biarkan saja.. nanti akan pulang fikir Ara.


"Eh itu bukan nya Isah!!!"girang Dara menunjuk sebuah anak kecil yang menunduk dengan tangisan yang cukup kencang.


Aku menghampiri dan Yap ternyata benar. Jika anak kecil itu adalah Hafsah.. gadis yang ia cari.


"Isah, kita minta maaf"-Dara lalu memeluk tubuh Hafsah.


"Ha..Hafsah mba, bukan Isah"


"Kata Ara nama lo Isah"-adu Dara

__ADS_1


"Maafin gue, tadi reflek. Yaudh ke kamar mau hujan"ungkap Ara lalu melangkah pergi meninggalkan kedua sosok itu.


"Mba Ara tunggu"teriak Hafsah lalu menggandeng tangan Dara dan pergi menyusul Ara.


__ADS_2