
Kediaman Bu Gina.
Pada akhirnya, Guntur serta ibunya kecewa setelah mengetahui jika Anita ternyata tidak bisa memberikan keturunan pada putranya. Bukan hanya itu saja, bahkan rahim Anita harus diangkat karena suatu hal yang membahayakan jiwanya.
"Jika tahu akhirnya seperti ini, mama menyesal menikahkan kamu dan Anita," kata Gina saat Anita masih ada dirumah sakit dan belum di bawa pulang oleh Guntur.
"Aku bahkan sudah menceraikan Anggi. Dan sekarang Anggi sudah sembuh," sesal Guntur duduk berdua dengan ibunya. Mereka berdua sedang menyesali apa yang telah terjadi.
"Kapan Anita akan kembali?" tanya Guna menatap pada Guntur.
"Sore ini...."
Nampak Gina menghela nafas dalam. Dia menatap wajah putranya dengan sedih. Istri pertama nya lumpuh lalu mereka bercerai. Dan sekarang istri keduanya juga tidak bisa memberikan keturunan dan bahkan rahimnya harus di angkat.
.
Beberapa bulan kemudian,
Rumah orang tua Joko.
Sementara kebahagiaan sedang menyelimuti Anggi dan Joko yang baru saja menentukan tanggal pernikahan mereka.
__ADS_1
"Jika memang sudah merasa cocok, untuk apa menundanya?" kata ibunya Joko waktu putranya mengutarakan niatnya untuk melamar Anggi.
"Tapi wanita yang akan aku nikahi baru saja bercerai Bu....." kata Joko pada ibunya tanpa ingin menutupi keadaan Anggi yang sebenarnya.
"Jika memang kamu merasa dia wanita yang terbaik untuk mendampingi hidupmu. Maka tidak masalah dia gadis atau janda," sahut ibunya.
"Jadi ibu tidak keberatan?"
"Untuk kebahagiaan putra ibu, maka ibu hanya bisa mendoakan yang terbaik untukmu. Masalah siapa wanita yang kau pilih, kau lebih tahu daripada ibu," kata ibunya bijak.
"Terimakasih bu ...." Joko memeluk ibunya dan menaruh kepalanya pada pangkuan ibunya seperti ketika dia masih anak-anak dulu. Ada ketenangan ketika kepalanya dia sandarkan pada pangkuan ibunya.
.
Dirumah Anggi juga kebahagiaan sedang menaungi rumahnya. Orang tua Anggi juga tidak keberatan jika Anggi menikah lagi setelah dia bercerai dengan Guntur. Apalagi setelah melihat niat dan ketulusan Joko untuk menikahi Anggi. Kedua orang tua Anggi mendukung keinginan anaknya untuk membina kembali rumah tangga yang baru.
"Anggi, jika nanti kamu sudah resmi menjadi istrinya, maka pesan ibu, jadilah istri yang berbakti pada suamimu...." kata ibunya sambil membelai rambut Anggi yang tidur juga di pangkuan ibunya.
"Iya Bu. Aku akan ingat pesan ibu," kata Anggi.
"Apa yang pernah kamu alami dengan pernikahan sebelumnya bisa kamu jadikan pelajaran. Sehingga tidak akan terjadi di pernikahan mu yang kedua," nasehat ibunya lagi.
__ADS_1
"Iya Bu...." jawabnya sambil memejamkan matanya hingga tanpa dia sadari semakin lama akhirnya dia malah tertidur di pangkuan ibunya.
.
Tempat Les anak-anak.
Guntur diam-diam menemui Anggi yang saat ini bekerja disalah satu tempat les anak-anak usia pra sekolah.
"Mas Guntur?" Anggi kaget saat tiba-tiba melihat Guntur datang ketika Anggi akan pulang. Jam kerjanya sudah selesai, sehingga diapun akan pulang siang hari itu.
"Bisa kita bicara?" tanya Guntur dan di jawab Anggukan oleh Anggi.
Mereka lalu berjalan di bawah pohon yang ada kursi tamannya dan duduk disana.
"Ada apa ya Mas? Kok tumben datang kesini?" tanya Anggi ketika dia dan Guntur kini sudah menjadi mantan. Sudah tidak ada hubungan apapun lagi diantara mereka. Namun rupanya Guntur ingin agar Anggi kembali padanya sebelum janur kuning melengkung dirumah mantan istrinya itu.
"Anggi. Aku minta maaf, ada ya g sudah aku lakukan padamu waktu dulu kau menjadi istriku. Sekarang aku sangat menyesal bercerai denganmu. Apakah kau bisa memberi aku kesempatan sekali lagi dan kita menikah kembali?" tanya Guntur pada Anggi yang sontak saja membuat Anggi terbelalak.
"Apa Mas? Maksudmu kesempatan kedua? Kalau soal itu, maaf Mas. Aku tidak bisa. Aku sudah dilamar oleh Joko. Kami akan menikah sebentar lagi," kata Anggi menatap Guntur yang tertunduk.
"Kamu kan baru saja dilamar, tapi kan janur kuning belum melengkung. Artinya kamu masih bisa membatalkan nya..." bujuk Guntur berusaha merayu Anggi.
__ADS_1
"Tapi...."