Bahagia Di Pernikahan Kedua

Bahagia Di Pernikahan Kedua
Bab 30 Ulang tahun


__ADS_3

Satu tahun telah berlalu. Anggi dan Joko saat ini sedang menyiapkan pesta untuk Yara. Joko mendapatkan kenaikan gaji dan posisi yang lebih tinggi di dalam perusahaan. Rumah tangganya yang bahagia dan dukungan sang istri, membuatnya semakin semangat bekerja.


Tiba-tiba pintu di ketuk seseorang, Anggi yang sedang menghias ruang tamu lalu membukakan pintu.


Siska dan ibu tiri Joko berdiri disana. Wajah mereka nampak terlihat ketakutan. Tiba-tiba saja, Siska berlutut di kaki Anggi.


"Mbak, tolong aku. Aku di kejar-kejar orang dan akan di bunuh jika tidak membayar hutang yang aku pinjam pada mereka," kata Siska menangis di kaki Anggi.


"Siska, bangunlah. Jangan seperti ini. Duduk dan katakan apa yang terjadi?"


Anggi, Siska dan ibu tiri Joko lalu duduk di sofa dan mereka mulai menceritakan apa yang membuat mereka datang dan meminjam uang pada Anggi.


"Aku dan ibu meminjam uang pada Pak Bondan. Dia mengancam kami berdua karena kami terlambat membayar selama tiga bulan," kata Siska dan di barengi anggukan oleh ibunya.


Anggi nampak menghela nafas dalam. Suaminya belum lama naik jabatan, dan Anggi baru saja mengumpulkan uang dalam beberapa bulan terakhir ini. Uang yang di minta ibu tirinya dua ratus juta.


"Aku akan menelpon mas Joko dulu," kata Anggi karena bagaimanapun dia tidak bisa melepaskan uang suaminya tanpa bicara dulu dengannya.


"Jangan. Jika kau bicara dengan mas Joko. Dia pasti akan menolaknya," kata Siska mengedipkan matanya pada ibunya.


"Tapi aku tetap harus bicara dulu dengannya," sahut Anggi.

__ADS_1


Tiba-tiba saja Siska berdiri juga ibunya. Menatap Anggi dengan kesal.


"Percuma saja datang padamu. Aku pikir kau bisa membantu kami," kata Siska menatap tajam mata Anggi. Anggi justru menjadi kebingungan dengan sikap mereka ini.


"Sudah mah, ayo kita pulang saja. Percuma bicara dengannya. Sia-sia saja!"


"Siska, ibu...tunggu....!" Anggi memanggil mereka. Dan Siska serta ibunya nampak tersenyum. Berfikir Anggi akan memberikan jumlah uang yang di minta. Tapi rupanya, dia memanggilnya karena kunci motor Siska tertinggal di sofa.


"Ini kunci motornya. Apakah tidak menunggu mas Joko? Dia akan pulang sebentar lagi," kata Anggi.


Mereka tidak menjawabnya dan langsung pergi. Apakah yang mereka lakukan tadi cuma akting? Apakah mereka sedang akan menipu Anggi?


Satu jam kemudian Joko pulang. Anggi menyambutnya dan menceritakan jika Siska dan ibunya datang untuk meminjam uang. Joko nampak kaget dan terhenyak.


"Aku bilang suruh mereka menunggumu. Tapi mereka marah dan langsung pergi," terang Anggi.


"Ahh, syukurlah...." sahut Joko. Joko lalu menceritakan jika sebenarnya, Ibu tirinya dan Siska meminta padanya satu bulan yang lalu untuk memberikan mobil baru. Tentu saja Joko menolaknya karena dia sudah tahu sifat Siska dan ibu tirinya. Bahkan semua uang dan harta milik ayahnya telah di habiskan oleh mereka berdua.


"Jadi, mereka hanya berpura-pura?" tanya Anggi.


"Hem...." Joko lalu memeluk istrinya. dan Anggi bersyukur dia selamat dari akal bulus iparnya itu.

__ADS_1


.


Malam ini Anggi dan Joko mengundang teman, saudara dan beberapa tetangga untuk pesta ulang tahun Yara. Bahkan mantan Anggi, Guntur dan Anita pun di undang. Bu Gina juga di undang dalam acara ini.


"Selamat ulang tahun....."


Ucapan selamat membuat Yara membalasnya dengan senyum bahagia.


Anggi menggendong Yara dan memberikan kue pertama untuk Joko. Pria yang paling penting dalam hidup mereka saat ini.


"Terimakasih sayang....." Joko memakan kue itu dan mencium Yara serta ibunya.


Tepuk tangan menjadi menambah ramai suasana pesta. Dua tahun berlalu. Kebahagiaan dalam rumah tangga benar-benar Anggi rasakan saat bersama Joko. Cinta serta perhatian yang Joko berikan padanya memupuk rasa cinta di dalam hati Anggi untuknya. Terasa begitu sempurna rumah tangganya saat ini.


Hubungan Anggi dan Mantan suaminya serta Anita juga berubah menjadi ikatan persaudaraan. Nampak mereka selalu ada di setiap acara yang di adakan Anggi. Begitu juga jika mereka ada acara maka Anggi dan Joko juga di undang.


Ternyata ketegaran hati dan kelapangan dada untuk saling menghormati dan melupakan masa lalu yang pahit, telah menciptakan ikatan baru yang indah, yaitu persaudaraan. Tanpa ada dendam dan kecemburuan, maka hubungan menjadi ikatan abadi.


Seperti ikatan cinta Joko dan Anggi. Mereka gagal di pernikahan pertama dan kini bahagia di pernikahan kedua. Memaafkan masa lalu yang terjadi di luar kendali adalah pintu pertama untuk membuka lembaran baru yang akan di jalani.


Tamat

__ADS_1


Terimakasih atas dukungannya 😍


__ADS_2