Bahagia Di Pernikahan Kedua

Bahagia Di Pernikahan Kedua
Bab 21 Tapi, apa?


__ADS_3

"Tapi, aku tidak bisa kembali memberikan kesempatan kedua untukmu Mas. Aku dan Joko akan menikah," kata Anggi membuat senyum kecil di wajah Guntur berubah jadi tegang dan kecut.


"Artinya, kau tidak ingin kembali memperbaiki hubungan kita yang kandas?" kata Guntur mencoba dengan metode lain untuk membujuk Anggi.


Anggi menggelengkan kepalanya dan menoleh sebentar pada Guntur. Guntur lalu menatap ke langit. Cuaca ya g cerah tiba-tiba menjadi mendung.


"Sepertinya akan hujan, bagaimana jika kau ikut pulang dengan mobilku. Aku akan mengantarmu," kata Guntur menawarkan bantuan agar bisa berlama-lama bicara dengan Anggi.


Anggi juga melihat ke langit.


"Tidak," ucapnya tersenyum. "Jika hujan, aku akan berteduh saja. Dan aku akan menunggu reda," jawab Anggi.


Guntur yang kecewa lalu pergi meninggalkan Anggi sendirian dibawah pohon. Anggi tersenyum kecil namun lega.


Dalam hati dia berfikir, jika dia memilih untuk menumpang mobil Guntur, dan Joko tanpa sengaja melihatnya maka akan terulang kesalahan yang sama seperti dulu. Joko akan cemburu pada mantan suaminya itu. Dan Anggi tidak ingin memulai sebuah hubungan dengan sebuah keraguan.


Kini jika dia sudah yakin Joko adalah pilihan yang tepat untuknya, maka dia akan menjaga jarak dengan pria lain termasuk mantan suaminya.


Di Parkiran Tempat les.

__ADS_1


Rupanya Joko yang akan menjemput Anggi malah bertemu Guntur di parkiran mobil. Mobil Joko berhenti tepat di sebelah mobil Guntur yang sudah terparkir lebih dulu.


"Kenapa datang kemari? Jangan dekati Anggi lagi. Dan jangan ganggu kami," kata Joko karena curiga jika Guntur akan mempengaruhi Anggi.


Guntur hanya menarik dua alisnya sambil menoleh pada Joko namun kedua bibirnya tidak bicara sepatah katapun.


Joko berjalan ringan mendekati Anggi yang akan bangun dari tempat duduknya.


"Joko?" Anggi terkejut melihat Joko menjemputnya di tempat kerja.


"Kau pasti terkejut. Aku sengaja tidak memberitahumu. Aku pikir kau sudah pulang. Tapi ternyata kau masih disini," kata Joko lalu mereka berdua berjalan bersama menuju mobil Joko.


"Barusan mas Guntur datang. Dia ingin mempengaruhi ku, tapi dengan tegas aku menolaknya," Anggi memilih untuk terbuka pada Joko. Dia tidak ingin menutupi apa yang barusan dia bicarakan dengan Guntur dan kenapa Guntur menemuinya.


"Kau tidak cemburu kan?" goda Anggi ketika Joko membukakan pintu untuknya.


"Hmm, tidak lah. Aku percaya padamu..."


Mobil itu lalu bergerak meninggalkan area parkir dan akan menuju rumah Anggi.

__ADS_1


.


Di Rumah Guntur.


"Baru pulang mas?" sapa Anita dengan duduk di kursi rodanya dan membuka pintu untuk suaminya.


"Hem ..." dengan wajah dingin dan kesal dia menatap Anita.


"Semua ini karena dirimu!" Tiba-tiba dia bicara dengan luapan kemarahan dan kekecewaan.


"Mas...kenapa pulang marah-marah?" tanya Anita menutup pintu dan mendekati suaminya.


"Karena kau aku dan Anggi berpisah. Dan sekarang dia akan menikah dengan Joko. Dan semua ini kau adalah penyebabnya!"


Anita terpaku ketika Guntur masuk ke kamarnya dengan wajah kesal. Anita kini menunggu masa pemulihan. Dia tidak lumpuh, dia kemarin hanya jatuh dari kamar mandi.


Anita lalu masuk kedalam menyusul suaminya.


"Mas....apakah kamu tadi bertemu dengan Anggi?"

__ADS_1


Anita bertanya karena dia sepertinya merasa curiga setelah melihat sikap Guntur yang berubah.


"Hem...." jawab Guntur lalu memunggungi Anita dan dia menatap ke tembok di sebelahnya.


__ADS_2