
Anggi dan Joko setiap hari menikmati masa-masa indah menjadi orang tua. Mereka merawat putri mereka dengan penuh cinta dan kasih sayang. Malam hari, Joko tidak membiarkan istrinya kelelahan mengurus bayinya sendirian. Dua akan berganti sip dalam menjaga putrinya ketika terjaga dimalam hari.
Joko lebih mementingkan istri dan anaknya saat ini dari pada setumpuk lemburan pekerjaan. Anggi benar-benar tidak menyangka jika Joko adalah sesosok pria dewasa yang sangat memahami istrinya apalagi pasca melahirkan.
Kondisinya yang kadang berada di mood yang baik dan kadang uring-uringan karena itu memang wajar dirasakan oleh ibu setelah melahirkan sangat dipahami oleh Joko. Joko dengan sabar akan mengubah suasana hati Anggi yang kadang sedih, kadang merasa kesepian, dan kadang merasa cemas berlebihan berubah menjadi tenang.
"Sayang....biar Mas pijit kepalamu. Pejamkan matamu," kata Joko di tengah malam ketika terbangun karena suara Anggi yang menenangkan bayinya yang rewel.
"Apakah Yara sudah tidur?" Tanya Joko saat akan memijit kepala Anggi. Mereka memberi nama Yara Joana Anggita untuk putri mereka.
"Sudah Mas..." sahut Anggi lalu bersandar pada bantal yang tinggi. Joko mulai memijat dengan lembut dan penuh kasih sayang. Dia sangat mengasihi istrinya ini, dan mencintainya melebihi dirinya sendiri.
__ADS_1
Ketika sudah dua jam berlalu.
"Kamu sudah tidur sayang?" Joko menoleh pada Anggi. Dan Anggi sudah tidak menjawabnya. Anggi sudah tertidur pulas setelah kepalanya sudah tidak sakit lagi.
Joko tersenyum tipis. Dia lalu mendekati putri kecilnya di ranjang terpisah. Lalu membetulkan selimutnya ke dekat dadanya.
Aauuu..
Dalam hati dia sangat berterimakasih pada tuhan karena akhirnya bisa hidup bersama wanita yang dia impikan. Juga di beri momongan yang lucu dan menggemaskan. Pikirannya tiba-tiba teringat pada curhatan Guntur kala dia adalah suami Anggi. Tidak disangka sekarang Anggi malah menjadi istrinya. Joko tersenyum sendiri akan takdir mereka yang berkaitan.
.
__ADS_1
Ditempat lain, Anita dan Guntur telah kembali dari kampung halaman Anita. Kini mereka kembali bertiga dengan seorang bayi laki-laki. Begitu sampai mereka langsung kerumah Bu Gina.
Bu Gina yang terbaring di kamarnya, benar-benar sampai terharu menangis saat melihat Guntur telah menggendong seorang bayi. Guntur lalu menaruh bayi yang dia adopsi didekat ibunya. Ini adalah impian ibunya sejak lama ingin menimang cucu.
Tiba-tiba saja airmata Bu Gina tak tertahan lagi saat melihat tangan mungil itu bergerak-gerak minta di gendong.
"Aku bersyukur kepada Tuhan. Akhirnya di ijinkan menjadi Oma sebelum aku tiada...." kata Bu Gina.
"Bu, jangan berkata begitu...." kata Anita yang duduk disamping ibu mertuanya. Kini sikap Anita juga mulai berubah. Dia mulai sadar jika selama ini cara berpikirnya yang salah telah membuat hidupnya penuh dengan cobaan.
Kini dia akan bertaubat dan berserah pada Tuhan. Dan sebagai hadiah pertama akan niat sucinya itu, dia mendapatkan anak untuk di adopsi. Kini dia semakin yakin jika karunia Tuhan begitu besar padanya.
__ADS_1
Guntur juga menyadari kesalahannya. Kini dia akan menghargai semua yang sudah dia miliki, termasuk jalan hidup yang berliku yang telah dia lewati.