Bahagia Di Pernikahan Kedua

Bahagia Di Pernikahan Kedua
Bab 22 Pertemuan


__ADS_3

Rumah baru Anggi dan Joko.


Anggi dan Joko akhirnya menikah. Mereka lalu tinggal dirumah Joko yang baru saja dia beli sebagai hadiah pernikahan untuk Anggi.


"Ini kuncinya. Rumah ini aku beli hanya untukmu. Sebagai hadiah pernikahan kita," kata Joko seraya memberikan kunci pada Anggi.


Anggi benar-benar terkejut dan tidak menduga jika Joko sudah mempersiapkan kejutan demi kejutan untuknya.


"Terimakasih Mas..." kata Anggi lalu memeluk suaminya. Joko yang dulu sahabat serta teman lamanya kini adalah imam dalam hidupnya. Maka kini Anggi memanggil nya dengan tambahan sebutan mas Joko padanya.


Jokopun memeluk Anggi dan mengusap rambut panjangnya yang terurai hingga ke punggungnya.


"Ayo kita masuk!" ajak Joko mengajak Anggi masuk rumah baru mereka.


"Wah.... benar-benar rapi dan indah..." puji Anggi saat membuka pintu utama dan melihat ruang tamu yang sudah didesain dengan konsep selaras dan warna yang senada antara semua interior hingga ke sofa serta gordennya.


"Apakah semua ini kamu yang mempersiapkan Mas?" Anggi yang tercengang saat menatap ruang tamu rumah barunya tak punya kata-kata lagi untuk memuji suaminya.


"Aku di bantu si Bambang. Kamu tahu kan, dia ahli kalau urusan beginian..." kata Joko sambil melihat Anggi yang memegang setiap sudut serta perabot yang benar-benar apik.


"Aku benar-benar suka dengan rumah ini," kata Anggi dengan takjub.


"Syukurlah jika kamu menyukainya,"


Anggi dan Joko lalu membawa koper mereka masuk dan sejak hari ini mereka akan tinggal bersama. Joko nampak memasang foto ukuran besar di ruang tamu dan kamar mereka. Dan setalah foto itu terpajang, dia berdiri menatapnya beberapa menit lamanya. Tak disangka dia tersenyum sendiri mengenang perjalanan cintanya dengan Anggi hingga sampai ke titik ini.

__ADS_1


Jika memang jodoh, pasti akan bersama, gumamnya.


.


Rumah Guntur.


"Kita akan bercerai....!" kata Anita sambil mengemas kopernya karena dia akan kembali ke kota lagi. Cinta yang dia miliki untuk Guntur mulai sirna karena rasa bosan dan jenuh. Tidak ada gairah lagi dalam bercinta atau menjalani hari-hari.


Dan Anita bukanlah tipe wanita seperti Anggi yang akan dengan sabar menghadapi semua itu.


"Anita, pikirkan lagi. Perceraian bukanlah solusi dari setiap masalah," kata Guntur menasehati.


"Sudahlah Mas. Aku tidak tahan lagi. Aku akan pergi sekarang juga," jawab Anita sambil menyeret kopernya keluar dari kamarnya.


"Ada apa ini?" tanya Guna menatap pada Guntur juga Anita.


"Ini ma, Anita tidak mau mengubah keputusan untuk bercerai..." kata Guntur.


"Ayahmu menelpon!" Gina memberikan nomor teleponnya pada Anita.


Nampak Anita menjawab dengan lirih dan roman wajahnya berubah. Selesai menelpon Anita memberikan nya pada ibu mertuanya.


"Jujur, sebenarnya mama juga kecewa dengan pernikahan kedua Guntur. Tapi kini mama sadar, bercerai bukanlah solusinya. Kalian cepatlah berkemas. Ayahnya Anita sudah menunggu di kampung. Kalian harus bergegas kesana untuk menemui nya..." kata Gina menatap pada Anita dan Guntur.


Anita dan Guntur lalu saling tatap dan mereka segera berkemas untuk pergi ke kampung Anita. Ayahnya Anita ingin bicara hal yang penting pada Guntur juga Anita.

__ADS_1


Lima jam perjalanan, akhirnya mereka sampai di kampung halaman tempat kelahiran Anita.


.


Di Hotel.


Malam ini Joko dan Anggi menginap di hotel bintang lima. Mereka menikmati setiap momen kecil dan mensyukuri nya hingga kebahagiaan datang dengan sendirinya didalam pernikahan nya. Seperti malam ini, makan malam romantis diiringi alunan musik serta tatapan hangat yang menambah hubungan menjadi lebih harmonis.


Namun tiba-tiba, seorang gadis muda berusia sekitar 19 tahun, menumpahkan minuman ke pangkuan Anggi. Dia adalah waiters yang baru saja bekerja di hotel itu.


"Oh, maaf..." gadis itu kaget dan saat dia menatap wajah tamunya dia menjadi terkejut. Pria yang bersama Anggi adalah kakak tirinya. Dan mereka sudah lama tidak bertemu karena Joko tinggal bersama ibunya, sedangkan Siska tinggal bersama ayah kandung Joko.


"Mas Joko...." sapa Siska terkejut. Begitu juga dengan Joko. Dia terlihat lebih terkejut lagi.


"Siska? Bagaimana kamu ada disini?"


"Aku bekerja disini Mas...."


Siska lalu di ajak bergabung oleh Joko untuk duduk bersama dirinya dan Anggi. Anggi tidak keberatan dengan hal itu. Namun saat Siska mengatakan jika dia tidak betah di kontrakan nya dan ingin tinggal di rumah kakak tirinya, wajah Anggi nampak berubah.


Kesan pertama Anggi bertemu dengan Siska dia sudah bisa membaca karakter gadis ini. Sepertinya dia akan memberi sedikit masalah pada hubungan nya dengan Joko jika tinggal bersama.


"Kalau begitu, tinggal lah bersama kami. Kamu tidak keberatan kan sayang?" tanya Joko membuat Anggi sesaat terdiam. Untuk menolak permintaan suaminya jelas tidak mungkin karena bahkan rumah itu adalah hadiah dari suaminya.


"Terserah kau saja mas...." tak bisa menolak dan berkata tidak, maka Anggi menyerahkan keputusan pada Joko.

__ADS_1


__ADS_2