
Anggi ada diruang operasi. Tidak lama kemudian anaknya berhasil di keluarkan melalui operasi Caesar. Namun bayi itu tidak mau menangis. Berat badannya juga sangat sedikit hingga harus segera di masukkan kedalam inkubator.
Anggi menjadi sedih dan takut. Dia takut apa yang terjadi pada anak pertamanya juga akan di alami anak keduanya. Namun Joko terus berada disampingnya dan memberikan semangat untuknya.
Sementara Anita yang melihat keadaan bayi Anggi merasa bersalah. Dia lalu datang menemui Anggi ditemani Guntur dan minta maaf padanya.
Untuk sesaat Anggi hanya diam dan tidak merespon Anita. Bagaimanapun Anita sengaja membuatnya hampir kehilangan bayinya. Namun Joko berbisik ditelinga Anggi agar memaafkan Anita. Anggi pun lalu mengangguk dan memaafkan Anita.
Joko duduk di samping Anggi dan sesekali mengelus kening Anggi sambil membisikkan kata-kata yang menenangkan hatinya. Joko tidak mau apa yang pernah terjadi dengan Anggi setelah melahirkan anak pertamanya terjadi lagi sekarang ketika dia merasakan cemas yang berlebihan.
"Anak kita akan baik-baik saja. Kamu harus tenang dan jangan terlalu cemas. Dia bersama dokter yang akan merawatnya dengan baik," bisik Joko terus bicara pada Anggi hal-hal yang menjauhkannya dari stress.
Berhari-hari, selama Anggi di rumah sakit, Joko terus menemaninya. Hingga kondisi Anggi telah pulih dan di ijinkan untuk pulang.
__ADS_1
Anggi dan Joko lalu pulang ke rumahnya. Namun bayinya masih harus berada dirumah sakit dan belum bisa di bawa pulang. Awalnya Anggi tidak mau pulang dan meninggalkan bayinya sendirian dirumah sakit. Namun setelah Joko membujuknya dengan kata-kata lembut dan penuh kasih sayang, Anggi pun akhirnya menurut apa kata suaminya.
.
Enam bulan kemudian,
Anggi dan Joko pergi ke rumah sakit untuk mengambil bayinya yang sudah boleh di bawa pulang. Anggi sangat bahagia karena kini bayinya sudah bisa dia peluk setelah menunggu sekian lamanya. Tanpa terasa airmatanya menetes penuh haru begitu juga Joko.
"Mas anak kita.....sudah bisa kita bawa pulang..."
Anggi dan Joko lalu menemui dokter yang sudah merawat bayinya dan mengucapkan banyak terimakasih padanya.
Ada syukuran kecil di rumah Anggi dan Joko dengan mengundang beberapa tetangga karena anaknya bisa selamat. Diantara tetangga yang datang ada tamu yang tidak di undang.
__ADS_1
Dia adalah Bu Gina yang duduk diantara para tetangga dan ingin melihat anak Anggi. Kini kondisinya sudah mulai membaik dan bisa berjalan lagi.
"Semoga anakmu selalu di beri umur panjang dan juga kesehatan," kata Bu Gina mendoakan ketika Anggi mendekatinya dan berterima kasih karena mau datang.
"Terimakasih Bu...." kata Anggi lalu berpelukan dengan Bu Gina. Kini mantan mertuanya itu sudah berubah menjadi baik padanya. Dia sudah menyadari kesalahan masa lalunya dan mendapatkan karma atas perbuatannya.
Dulu dia berfikir jika dengan Guntur menikah lagi maka dia akan mendapatkan cucu. Tapi kenyataannya hal tidak terduga terjadi. Harapannya mendapatkan cucu justru pupus sudah karena Anita rahimnya harus di angkat. Meskipun begitu, dia tidak lagi menyuruh Guntur menikah lagi dan meninggal kan Anita.
Kesalahan nya yang dia perbuat pada Anggi, tidak akan dia ulangi lagi.
Karena tiba-tiba, ada kabar dari ayahnya Anita jika di kampungnya ada bayi yang baru saja ditinggal mati oleh ayah dan ibunya karena kecelakaan. Dan saat ini bayi itu tidak ada siapapun yang merawatnya. Hingga Anita dan Guntur sedang dalam perjalanan kesana untuk mengadopsi bayi yatim piatu itu.
Ayahnya Anita yang sudah mengurus semuanya dan hanya menunggu datangnya Guntur serta Anita saja. Bu Gina yang mendapatkan pesan dari Guntur menjadi sangat senang dan bahagia.
__ADS_1
Kesalahan yang telah diperbuatnya tidak akan terjadi lagi pada pernikahan kedua anaknya. Apalagi dia juga merasa jika sakitnya itu karena hukuman dari Tuhan ketika dia bersikap jahat pada Anggi waktu itu.