
"Ngomong-ngomong, Chaewon di mana? Minju sama Yuri juga nggak kelihatan," seru Chenle usai memperhatikan sekelilingnya.
Suara laki-laki itu cukup keras sehingga murid-murid yang lain berbalik dan menatap ke arah ketiganya. Mereka mulai memperhatikan sekeliling mereka dengan ekspresi ketakutan. Mereka akhirnya sadar bahwa ketiga orang itu tidak ada di dalam kelas saat ini.
“Kamu bawa bukunya?” tanya jeno.
Jaemin mulai merogoh tas miliknya dan mengeluarkan sebuah buku dengan sampul berwarna hitam dan sudah tampak usang. Buku yang terus menghantui seisi kelas mereka selama beberapa hari ini.
“Ternyata kamu punya bukunya!” Jisung menatap tajam ke arah Jaemin yang menggenggam buku bertuliskan ‘Death Note’.
“Selama ini kamu menyembunyikan buku itu?” Yunjin menatap tidak percaya ke arah Jaemin.
Mereka yang sebelumnya berkumpul dan menjauhi ketiga orang itu, perlahan mendekati ketiganya dengan ekspresi penuh amarah. Mereka benar-benar merasa sudah dibodohi selama ini.
“Kamu tahu bahwa nyawa kita terancam gara-gara buku sialan itu, tapi kamu malah menyembunyikannya?!”
Jaemin kembali memasukkan buku itu ke dalam tasnya. Ia yang awalnya ingin mengecek nama tiga orang yang tidak hadir hari ini, mengurungkan niatnya. Ia tidak bisa membiarkan buku itu jatuh ke tangan teman-teman sekelasnya yang saat ini bermusuhan dengannya.
“Dengan sikap kalian selama ini padaku, kalian pikir aku akan memberikan buku ini?!”
Laki-laki itu tertawa hambar. Ia benar-benar tidak habis pikir dengan tingkah teman-teman sekelasnya saat ini.
Mereka adalah orang-orang yang terus menyalahkannya atas teror kematian yang terus terjadi beberapa hari belakangan ini. Tapi mereka ingin ia bersikap baik dengan mereka. Ia benar-benar tidak habis pikir.
Jaemin memeluk erat tasnya. Jeno dan Chenle bersiap untuk melindungi Jaemin agar bisa segera keluar dari dalam ruang kelas tanpa tertangkap oleh teman-teman kelasnya yang lain. Mereka juga tidak ingin membiarkan orang-orang itu memiliki buku terkutuk itu.
KRIETT...
Suara decitan dari pintu mengalihkan perhatian orang-orang yang ada di dalam kelas itu. Mereka terfokus pada tiga orang yang memasuki kelas di saat jam pelajaran sudah hampir habis.
“Chaewon?” gumam Chenle.
Chaewon, Yuri dan Minju memasuki ruang kelas dengan tatapan datar. Ketiganya berjalan memasuki ruang kelas tanpa menyapa siapa pun yang ada di dalam sana. Sorot datar dari ketiganya seolah-olah menunjukkan bahwa mereka sudah tidak memiliki jiwa lagi.
__ADS_1
“Kenapa kalian terlambat?” tanya Yunjin sambil mendekati ketiganya.
Tidak ada seorang pun yang menjawab pertanyaan gadis itu. Ketiganya memilih duduk di bangku mereka masing-masing dengan posisi tegap dan memandang lurus ke depan. Tingkah ketiganya benar-benar aneh.
“Kalian tidak dengar apa aku nanya sama kalian?”
Yunjin tidak terima diabaikan oleh ketiganya. Ia mendekati Chaewon yang biasanya ceria dan sedikit usil padanya.
“Kamu nggak mau jawab?”
Tidak ada jawaban yang terlontar dari mulut gadis itu. Ia hanya terus menatap datar ke arah depan, tidak bergerak sedikit pun seolah-olah ia adalah robot dan bukan manusia.
“Kalian kenapa sih?”
Perhatian seisi kelas terfokus pada tiga orang itu. Melihat adanya kesempatan, Jaemin tidak menyia-nyiakannya. Ia menyenggol lengan Jeno dan Chenle untuk memberi mereka kode untuk melarikan diri.
Chenle yang sempat terfokus pada tingkah aneh Chaewon, menatap ke arah Jaemin. Ia tahu bahwa ini adalah saat yang tepat untuk melarikan diri dari teman-teman sekelasnya. Tapi keanehan Chaewon tetap saja mengganggunya.
Jaemin, Chenle dan Jeno berlari secepat mungkin ke arah pintu. Teman-teman sekelasnya yang sadar dengan pergerakan mereka segera mengejar ketiganya. Beberapa dari mereka berlari ke arah pintu untuk menghalau ketiganya agar tidak keluar, tapi terlambat.
***
Setelah gagal mendapatkan buku ‘Death Note’ dari tangan Jaemin, Yunjin dan teman-teman sekelasnya yang lain mengalihkan perhatian mereka pada tiga orang yang terus duduk dan menatap lurus ke arah depan kelas. Ketiganya terus duduk dalam posisi yang sama sejak tadi dan tidak bergerak sedikit pun.
“Ada yang aneh.”
Tidak hanya ia yang menyadarinya, teman-teman sekelasnya yang lain juga. Seluruh orang yang ada di dalam kelas itu menatap ngeri pada ketiganya.
“Mereka manusia bukan sih?” tanya Yunjin.
Hal aneh yang baru saja gadis itu sadari tentang ketiganya ialah ketiganya tidak pernah berkedip sejak tadi. Mereka hanya terus menatap lurus ke arah depan seperti robot.
Ding... Dong... Ding...
__ADS_1
Bel istirahat berbunyi. Chaewon, Yuri dan Minju bangkit dari posisi duduknya bersamaan. Mereka tidak menghiraukan siapa pun yang ada di dalam kelas dan berjalan keluar. Itu membuat teman-teman sekelasnya menjadi semakin ngeri dengan tingkah aneh ketiganya hari ini.
“Apa yang sudah terjadi dengan mereka?” gumam Jisung.
***
“Bukankah tingkah mereka benar-benar aneh?” tanya Chenle memecah keheningan.
“Siapa?” Jeno melirik laki-laki yang duduk di kursi bagian tengah.
Jaemin, Jeno dan Chenle sedang dalam pelarian sambil membawa buku ‘Death Note’. Jaemin duduk di balik kemudi, Jeno duduk tepat di sebelahnya dan Chenle duduk di kursi bagian tengah mobil.
“Chaewon, Minju sama Yuri. Bukankah tingkah mereka terlalu aneh tadi?”
Jeno dan Jaemin terdiam. Meski mereka tidak menjawab pertanyaan Chenle, keduanya mengiyakan pertanyaan laki-laki itu di dalam hati mereka.
“Apa menurutmu mereka sudah mati?” tanya Jeno.
Kedua mata Chenle membelalak. Itu adalah hal yang tidak bisa ia terima sama sekali.
“Jangan bercanda!” Chenle berteriak.
“Coba cek di buku sialan itu. Kalau nama mereka tidak ada berarti mereka masih hidup,” kata Jaemin.
Dengan terburu-buru, Chenle mengambil tas Jaemin yang diletakkan tepat di sebelahnya. Ia segera membuka tas laki-laki itu dan mencari buku dengan sampul berwarna hitam. Ia membuka buku itu setelah menemukannya.
Wajahnya memucat begitu selesai membaca tulisan yang ada di dalam buku itu. Ia terlalu terkejut sampai buku yang ia genggam itu jatuh.
Jeno yang duduk di depan memperhatikan ekspresi Chenle. Ia tidak perlu bertanya tentang apa yang ada di dalam buku itu. Ekspresi temannya itu sudah menunjukkan apa yang baru saja ia lihat di dalam buku itu.
“Tapi kenapa mereka masih bisa datang ke sekolah hari ini?” tanya Jeno.
Chenle terdiam. Ia terlalu terkejut dan tidak memedulikan apa yang terjadi di sekitarnya saat ini. Ia juga mengabaikan pertanyaan Jeno.
__ADS_1
“Itu adalah hal yang harus kita cari tahu sekarang,” kata Jaemin.