Balas Dendam Istri Yang Tak Dianggap

Balas Dendam Istri Yang Tak Dianggap
Hidayah


__ADS_3

Andreas berjalan mondar-mandir di depan ruang rawat UGD. Pria tampan itu merasa sangat ketakutan, tangan Andreas bergetar karena merasa khawatir.


Masih teringat wajah pucat pasi Aluna, pria itu takut bila sesuatu yang buruk terjadi pada anaknya.


“Aku mohon bertahanlah, Sayang. Maafkan aku yang udah buat kamu jatuh sakit!” Andreas menyugar rambutnya ke belakang.


“Tenang, An. Semuanya akan baik-baik saja!” ujar Melly berusaha menenangkan sahabatnya itu.


“Gimana aku bisa tenang, Mell. Aluna kesakitan di sana!” balas Andreas dengan suara yang parau.


Tak berselang lama dokter keluar dari ruangan UGD membuat Andreas langsung menanyakan keadaan Aluna.


“Bagaimana keadaan istri saya, Dok?” tanya Andreas cepat.


“Telah terjadi kontraksi ringan pada kandungan istri Anda. Jangan buat beliau tertekan atau terlalu banyak berpikir karena itu dapat membuat stress


pikirannya, sehingga membuat kandungannya rentan terhadap kontraksi. Terlebih lagi istri Anda pernah mengalami keguguran.”


Dokter tersebut menjelaskan secara terperinci, termasuk tentang vitamin dan pola makan Aluna yang harus benar-benar di jaga.


Andreas bernafas lega karena Wanita yang ia cintai dan anaknya baik-baik saja.


“Terima kasih, Dok. Saya akan menjaga istri saya dengan baik kedepannya. Sekarang apa bisa saya menjenguknya?” tanya Andreas penuh harap tak sabar ingin bertemu dengan Aluna.


“Silahkan, Tuan!”


Andreas masuk ke dalam ruang UGD. Pria tampan itu mengayunkan langkahnya mendekati brankar tempat Aluna beristirahat.


Dia mengusap lembut pipi Aluna yang semakin chubby. Wanita itu terlihat sangat damai dengan mata yang terpejam.


“Kamu cantik pakai hijab,” puji Andreas pelan seraya mengusap puncak kepala Aluna yang di lapisi kain.


Dia tak menyangka Aluna yang dulunya suka berpakaian seksi kini telah bertransformasi menjadi Wanita yang berpakaian tertutup.


Kita tidak bisa menilai seseorang hanya karena kejahatan yang pernah di perbuat nya. Karena kita tidak tahu kepada siapa Allah memberikan hidayah nya.


Istilah tentang se-gemuk-gemuknya ikan tetap memiliki tulang dan se-kurus-kurusnya ikan tetap memiliki daging itu benar.


Artinya seburuk-buruknya orang pasti memiliki sifat baik dan sebaik-baiknya orang pasti memiliki sifat jahat.


Hanya saja Andreas tak menyangka, Aluna akan berubah dalam jangka waktu lima bulan.


Andreas duduk di kursi penjaga yang terletak di samping brankar. Pria tampan itu menggenggam tangan Aluna lembut.


“Kepergianmu membuat aku tahu apa artinya kehilangan … ternyata benar apa kata orang kalau terkadang kita harus sampai pada titik kehilangan, agar mengerti arti kehadiran, kasih sayang dan kenyamanan.”


“Aku benar-benar mencintai kamu, Sayang. Aku menyesal dan berjanji tidak akan mengecewakanmu lagi. Aku akan menjaga kamu dan anak kita! Akan aku


bahagiakan kamu sampai kamu lupa kalau aku pernah menyakitimu!”


Andreas mengecup punggung tangan Aluna lembut. Pria tampan itu meneteskan air matanya karena merasa bahagia.


Allah masih memberikan nya kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahan yang pernah ia lakukan pada Aluna.

__ADS_1


Takdir masih mempertemukan dirinya bersama dengan Aluna.


"Sekarang tidak ada lagi yang bisa menghalangi kita, Sayang. Mulai saat ini hanya akan ada aku, kamu dan anak kita!" ujar Andreas mencium punggung tangan Aluna.


*


*


*


Semalaman penuh Andreas menjaga Aluna. Wanita itu baik-baik saja, dokter mengatakan Aluna terlalu lelah pikiran dan fisik, sehingga membuat wanita itu tak kunjung bangun.


Suara lenguhan keluar dari mulut Aluna membuat Andreas yang terlelap di dekatnya pun langsung terjaga.


Pria itu tak betul-betul tidur karena dia sangat takut bila Aluna pergi meninggalkannya lagi.


"Eughh."


"Sayang, kamu sudah bangun? Apa yang kamu inginkan hemm? Air?"


"Di mana ini?" tanya Aluna pelan dengan suara yang masih lemah.


Wanita itu masih belum sadar sepenuhnya. Bahkan, dia tak mempermasalahkan Andreas yang menciumi seluruh permukaan wajahnya.


"Di rumah sakit, Sayang!" ujar Andreas tersenyum senang.


"Bayi ku." Aluna menyentuh perut buncitnya khawatir.


"Bayi kita baik-baik saja, Sayang!" balas Andreas yang merasa terharu melihat Aluna begitu mengkhawatirkan calon bayi mereka.


"Jangan menyentuh ku!" sergah Aluna dingin dengan suara lemah.


Degg.


***


"Ya Allah, Luna … belum juga seminggu kamu pergi dari aku, udah masuk rumah sakit!" dengus Vero seraya mengayunkan langkahnya tergesa-gesa di lorong rumah sakit.


*


*


*


Author mau minta maaf karena telat up, author lagi gak enak badan dan seharian ini tangan author lemes banget, gak sanggup ngetik. Hampir seharian author istirahat.


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏


Rekomendasi Author.

__ADS_1


JUDUL NOVEL : CINTA YANG DIABAIKAN.



Arumi Nadya Karima seorang wanita yang berasal dari keluarga yang sangat berada. Ia dijodohkan dengan salah seorang karyawan di perusahaan orang tuanya, seorang pria tampan dan baik bernama Gibran Erlangga.


Arumi dan Gibran satu kampus dulunya. Arumi telah jatuh cinta pada Gibran sejak masa kuliah, tapi sebagai seorang wanita ia tak berani menyatakan cintanya.


Tanpa di duga, setelah lulus dan wisuda Gibran melamar kerja diperusahaan milik orang tua Arumi.


Sejak saat itu mereka mulai dekat. Orang tua Arumi melihat jika anaknya menyukai Gibran.


Arumi yang anak semata wayang, dan sangat di sayang kedua orang tuanya. Kedua orang tuanya ingin melihat putri mereka bahagia.


Papa Arumi menemui Gibran dan melamarnya. Saat keluarga Gibran datang melamar, Arumi sangat senang. Rasanya tak percaya jika pria yang ia cintai datang melamarnya.


Pernikahan Arumi dan Gibran diadakan di salah satu hotel milik orang tuanya dengan sangat meriah.


Selama menjadi suaminya Arumi, Gibran tampak sangat baik dan perhatian.


Arumi merasa menjadi wanita yang sangat beruntung. Apapun yang Arumi mau pasti Gibran turuti.


Saat ia banyak kerjaan dan harus lembur, jika Arumi memintanya segera pulang, Gibran pasti akan meninggalkan semuanya.


Arumi selalu manja dan minta perhatian Gibran. Suaminya itu tak pernah mengeluh atas sikap Arumi.


Arumi merasa hidupnya makin makin sempurna sejak menikah. Memiliki wajah cantik, kaya dan suami yang penyayang serta perhatian.


...............


Arumi Nadya Karima tak pernah menduga jika pernikahannya yang selama dua tahun ini sangat harmonis hanyalah kepalsuan belaka.


Arumi pikir, dialah wanita yang paling beruntung karena mendapatkan suami yang tampan dan sangat perhatian.


Ternyata di balik semua itu suaminya Gibran Erlangga menyimpan kebohongan.


Arumi baru mengetahui kebohongan Gibran saat tak sengaja membuka ponsel suaminya itu.


Sore itu Gibran sedang berada di kamar mandi, saat ponselnya berdering. Arumi mengetuk pintu kamar mandi, tapi tak ada sahutan.


Selama ini Arumi tak pernah membuka ponsel suaminya itu, karena ponsel yang terus berdering Arumi melihat dan kaget membaca chat yang tertera. Ada spam Chat dari seorang wanita.


Dengan sedikit takut dan ragu Arumi membuka ponsel suaminya. Dulu Gibran pernah mengatakan jika kata sandi ponselnya adalah tanggal lahir Arumi.


Ia membuka Chat yang isinya,


"Mas Gibran kamu dimana, udah sampai rumah Sayang."


"Mas Gibran katanya mau mampir pulang kerja."


"Mas."


"Mas."

__ADS_1


"Mas."


__ADS_2