
"Kak Andreas," gumam Kinara pelan.
Wanita cantik itu terkejut karena mantan suaminya itu menghubungi dirinya. Seumur hidup baru kali ini Kinara mendapatkan telepon dari Andreas.
Bahkan, selama mereka menikah Kinara kah yang menghubungi Andreas. Akan tetapi, sekarang Andreas yang menghubungi nya.
Apakah mantan suaminya itu masih waras? Atau ada yang salah pada kepalanya karena dia menghubungi Kinara.
"Nara, apa kamu masih di sana?"
"Iya, ada apa, Kak?" tanya Kinara dingin.
Wanita cantik itu tak ingin berbasa-basi dengan Andreas. Sudah cukup masa lalunya menjadi pelajaran bagi Kinara agar tak mendekati lagi pria yang bernama Andreas itu
"Bolehkah kita bertemu? Aku ingin berbicara serius dengan mu!"
Terdengar suara Andreas memelas di seberang sana membuat Kinara merasa gundah. Wanita cantik itu merasa Andreas sedang tak baik-baik saja saat ini.
Suara Andreas terdengar serak dan lemah seperti orang yang sedang sakit.
"Untuk apa kita bertemu lagi, Kak? Sudah tidak ada lagi hal penting yang harus kita bicarakan! Karena selama kita menikah sampai kita bercerai dan saat ini aku sudah menjadi istri orang lain, sama sekali tidak ada hal yang penting di antara kita!"
"Bukannya dulu kakak selalu menekankan pada ku bahwa semua yang ada padaku tidak penting bagi kakak? Lalu kenapa saat ini kakak mengatakan ada hak penting yang harus kita bicarakan? Bagian mana yang penting, Kak?" sarkas Kinara tajam.
Setiap perkataan Kinara mampu menohok hati Andreas. Seolah tamparan keras dari Kinara melalui perkataan nya itu membuat Andreas terdiam beberapa saat.
"Aku mohon, Nara! Kali ini saja … aku benar benar ingin bertemu denganmu! Setelah ini aku janji tidak akan mengganggu mu lagi!"
Kinara merasa gamang di kala mendengar suara Andreas yang semakin lama semakin memelas.
Kinara merasa tak tega! Wanita cantik itu memejamkan matanya sesaat. Kinara menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskan nya perlahan.
"Baiklah, tapi sebelum itu aku mau minta izin dulu dari suamiku. Bila dia mengizinkan aku akan pergi menemui kakak. Bila tidak maka aku minta maaf karena tidak bisa menemui kakak!" tegas Kinara membuat Andreas tersenyum lebar di seberang sana.
"Baik. Kabari aku kalau memang kamu di izinkan! Aku tutup dulu teleponnya dan Nara …"
Kinara mengernyitkan dahinya di kala suara Andreas terdengar ragu-ragu di seberang sana.
"Iya."
"Tolong bawa Vino juga! Aku ingin menemuinya. Jangan takut … aku tidak akan berbuat hal yang akan merugikan kamu! Aku mohon, Nara. Kali ini saja … hanya kali ini! Karena setelah ini aku tidak akan merepotkan mu lagi. Kamu bisa pegang kata-kata ku!"
__ADS_1
Andreas berkata sungguh-sungguh di seberang sana membuat Kibars menghela nafas berat.
Wanita cantik itu mau tak mau pun mengizinkan Andreas untuk menemui Vino.
Itu semua Kinara lakukan karena dia belajar dari Dirga. Setelah mendengar kisah Dirga yang lebih menyedihkan darinya membuat mata hati Kinara terbuka untuk memaafkan Andreas.
Wanita itu berusaha untuk ikhlas. Hanya saja Kinara tetap tak ingin menjalin hubungan dengan Andreas lagi.
Mungkin Kinara bisa memaafkan dan mengikhlaskan semuanya. Tapi, Kinara tak bisa menjalin hubungan dengan setiap orang-orang jahat di masa lalunya.
Saat menatap wajah mereka semua membuat Kinara kembali teringat akan masa lalunya yang kelam.
"Baiklah, kali ini saja!" balas Kinara lalu segera menutup teleponnya.
Wanita cantik itu segera menghubungi Dirga. Tak butuh waktu lama suami nya itu langsung mengangkat telepon dari Kinara.
"Halo, Sayang." Terdengar suara Dirga pelan membuat Kinara merasa tak enak hati. Pastinya Dirga sedang sibuk saat ini.
"Kamu lagi rapat ya?" tanya Kinara merasa bersalah.
"Iya … ini baru aja mau mulai! Ada apa hemm? Kamu butuh sesuatu?" tanya Dirga lembut membuat hati Kinara merasa hangat.
"Itu … tadi ada telepon dari …"
"Dari kak Andreas," balas Kinara pelan.
*
*
*
Hayoo … babang Dirga kira-kira gimana respon nya ya, Bun🙈🙈🤭
Tetap pantengin karena author bakal crazy up malam ini😁🥰🌹
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏
__ADS_1
**Mampir juga ke novel temen author.
Author : Ramanda**.
*BIDADARI TAK BERSAYAP DARI KEKEK*
Cuplikan Dibab : Jagoan Cengeng.
"Anisah?" panggil Ardiyan dengan lembut.
"Iyaa Bang?" sahut Anisah dengan lembut juga.
"Maaf yaa"
"Maaf buat apa bang?" tanyanya bingung.
" Maaf..Karena belum bisa menjadi imam untuk mu," ucapnya dengan wajah menunduk.
"Dulu aku begitu bodoh, aku selalu berbuat maksiat tanpa rasa malu tapi malah bangga setiap aku melakukannya.. Aku terlalu banyak berbuat dosa, Nisah. Hiks..hiks.. Apakah Allah mau memaafkan aku yang di lumuri dosa ini Nisah?" tanya Ardiyan penuh penyesalan tanpa dia sadari air mata yang sudah membasahi pipinya,
"Bang.. Allah itu maha pengampun. Dia akan selalu mengampuni dosa setiap hamba-Nya yang sungguh-sungguh bertaubat kepada-Nya." balas Anisah penuh kelembutan.
"Allah punya beribu-ribu jalan keluar dari satu masalah. Namun kadang Dia memberi sedikit berliku-liku agar semakin indah perjuangan kita Bang" jelas Anisah yang masih dengan kelembutan, serta wajah yang selalu terhias senyumannya, membuat hati Ardiyan menghangat.
"Sungguh Allah tidak melihat dari bentuk tubuh dan rupa kalian,Tapi amal dan hati kalian."
[HR.MUSLIM]"
"Bang Diyan? Manusia tidak memiliki tombol *Delete* Untuk menghapus kenangan yang lampau.Tetapi kita memiliki tombol *Edit* Untuk merubah kehidupan menjadi lebih baik, bang." jelas Anisah lagi masih dengan kelembutan.
Setelah mendengar perkataan Anisah, Ardiyan pun langsung memeluknya. Tangisnya langsung pecah, ia begitu menyesal atas perbuatannya di masa lalu yang begitu suram, menurutnya. Melihat suaminya yang begitu sedih, Anisah pun membalas pelukan Ardiyan ia mengusap punggung dan rambutnya dengan penuh kasih sayang.
"Terimakasih Anisah" ucapnya lirih.
Anisah hanya mengangguk dan tersenyum sambil mengusap air mata yang ada di pipi suaminya.
"Cup..cup...cup..Jagoan Nisah jangan nangis lagi dong.. nanti gantengnya hilang loh," goda Anisah, ia menoel pucuk hidung mancungnya Ardiyan. Membuat Ardiyan sedikit kaget karena istrinya sudah mulai berani menggodanya.
"Ay, kamu sudah mulai berani yaa" Balesnya sambil mencubit kedua pipi Anisah geram.
"Habis Jagoan Nisah cengeng sih." kata Anisah
__ADS_1
"Jagoan Cengeng?.. hmmm kamu yaa" Ardiyan semakin geram ia langsung menciumi pipi Anisah gemas dan di akhiri dengan kecupan di keningnya.
"Eh maaf Anisah aku mencium mu tanpa izin," sentak Ardiyan.