
Vero mengajak Andreas untuk berbicara di taman rumah sakit. Keduanya duduk berhadapan, Vero menatap datar Andreas, sedangkan pria itu menatap dingin Vero. Masih jadi tanda tanya dalam hatinya tentang siapa Vero sebenarnya.
Mengapa pria itu mengaku sebagai suami Aluna saat pertama kali mereka berjumpa? Bila benar Vero memiliki hubungan khusus dengan Aluna maka Andreas akan berusaha untuk memperjuangkan Aluna.
“Siapa kamu sebenarnya?” tanya Andreas serius menatap tajam Vero.
“Aku hanya pria biasa yang tidak sengaja bertemu dengan istrimu dalam keadaan yang tak mengenakan!”
Vero menceritakan saat dia bertemu Aluna pertama kali, yaitu saat Aluna di lecehkan di muka umum. Hingga dia mengikuti mobil Aluna yang kala itu melaju dengan kecepatan tinggi, sampai saat Vero merawat Aluina dan menikahi wanita itu secara siri meski pernikahan mereka tidak sah di mata agama.
“Aluna di lecehkan?” Andreas terkejut mendengar fakta yang baru saja ia ketahui itu.
“Benar, sangat banyak para haters yang mempunyai niat jahat padanya, itulah sebabnya aku menyuruh Aluna memakai cadar!” ujar Vero santai membuat hati Andreas terasa sangat sesak.
Ingin rasanya pria tampan itu menenggelamkan dirinya ke dalam lautan. Dia tak menyangka apa yang di ceritakan oleh bawahannya dulu itu benar adanya.
“Suami macam apa aku ini?” gumam Andreas pelan.
“Suami yang tidak becus menjadi imam bagi istrimu sendiri.”
Andreas menatap lekat wajah tampan Vero yang tampak menatap tajam dirinya.
__ADS_1
“Kamu adalah suami plin-plan, tidak becus menjaga istri mu sendiri. Buta akan tanggung jawab mu sendiri karena tertutup bakti muslihat pada ibumu sendiri. Benar bahwa seorang anak harus berbakti pada orang tuanya sendiri.”
“Namun, bila seorang anak telah berkeluarga. Dia harus bisa membedakan mana bakti dan mana kewajibannya sebagai seorang suami atau istri. Prioritas seorang anak akan terbagi menjadi dua setelah menikah, kita sebagai anak harus bisa mengimbangi keduanya itu agar tidak ada yang tersakiti.”
“Karna banyak sekarang anak yang lupa baktinya pada ibunya karena terlalu lalai dengan keluarga barunya. Tak sedikit juga anak yang hancur pernikahannya karena terlalu focus akan baktinya pada orang tua, sehingga dia melupakan tugasnya sebagai seorang suami!”
“Terkadang sebuah pernikahan itu hancur bukan karena orang ketiga, tapi, karena orang dalam! Aku tidak menyalahkan mu yang ingin berbakti pada ibumu dengan cara menceraikan Aluna yang kata ibumu bukan menantu baik.”
“Akan tetapi, seharusnya kamu menyelidiki dulu apa benar istri mu bukan menantu yang baik. Atau itu cuma bualan ibumu saja yang tidak ingin memiliki menantu seperti Aluna karena tidak sesuai dengan kriteria nya.”
Andreas terdiam, pria itu mendengar baik-baik setiap ucapan yang keluar dari mulut Vero. Dia tak berniat menyanggah karena sadar, bahwa apa yang keluar dari mulut Vero itu benar.
“Tugas suami itu bukan hanya memberi nafkah lahir dan batin, tapi, juga harus bisa melindungi hak-hak istri dan anak-anak kita. Begitu juga dengan lisan … kita harus benar-benar memilah setiap kata yang ingin kita ucapkan, karena salah sedikit saja itu bisa berakibat fatal.”
ikatan yang sudah terjalin bertahun-tahun itu putus.”
Vero bangkit dari duduknya, dia menepuk Pundak Andreas membuat pria itu mendongak menatapnya.
“Kalau suatu saat nanti terjadi kesalahpahaman di antara kalian, segera beri pemahaman pada istrimu agar tidak terjadi kesalahan. Kalau suatu saat nanti ada tingkah istrimu yang tidak kamu sukai, maka tegur dia dengan cara lembut. Karena istri itu terbuat dari tulang rusuk!”
“Mereka tidak di ciptakan dari tulang kaki untuk kita injak-injak, bukan juga dari tulang kepala untuk memimpin kita. Tulang rusuk itu bengkok, kalau di paksa lurus dia akan patah. Begitu juga dengan istri … dibentak sedikit saja mereka akan sedih dan murung.”
__ADS_1
Setelah mengucapkan itu Vero pergi meninggalkan Andreas yang sedang mencerna setiap nasehat Vero.
*
*
*
Benar, jodoh itu adalah cerminan diri. Tapi, ada juga orang baik dapat pasangan orang jahat. Contohnya Firaun … istrinya Asiyah cantik dan baik banget, tapi kok dapat suami macam Firaun?? Jawabannya adalah baik menurut
Allah berbeda dengan baik menurut manusia.
Rupanya alasan di balik itu Asiyah lah yang menolong Nabi Musa pada saat itu ingin di bunuh oleh Firaun. Dia juga yang merawat Nabi Musa seperti anaknya sendiri.
Begitu juga dengan kita!! Kita merasa baik tapi kenapa dapat pasangan jahat. Boleh jadi Allah ingin memberikan kita misi untuk membimbing pasangan kita agar jadi orang baik.
Author seneng banget dari bab pertama sampai sekarang banyak dukungan dari kakak semua dan komentar yang membangun. Author makin semangat nulisnya karena banyak bantuan yang author dapatkan dari membaca komentar kakak semua.
Maaf gak bisa balas komentar satu persatu,. Tapi … author baca semua komentar dan author Bahagia banget karena kakak semua bisa di ajak berpikir. Love you deh …
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like, komentar, Vote dan beri rating 5 yah kakak.
Salem Aneuk Naggro Aceh.