Balas Dendam Istri Yang Tak Dianggap

Balas Dendam Istri Yang Tak Dianggap
Kamu Yang Pimpin


__ADS_3

Kinara merasa terharu mendengar cerita Dirga. Dia tak menyangka ternyata Dirga lebih parah darinya. Meski Andreas tak pernah menganggap kehadiran nya dulu. Pria tampan itu tak sekalipun bercinta dengan Aluna di depan matanya.


Sama seperti yang di lakukan oleh mendiang istri Dirga. Tiba-tiba Kinara mengernyitkan dahinya ketika menyadari sesuatu hal yang ganjil.


"Apa kamu pernah menidurinya, Sayang?" tanya Kinara penasaran menatap lekat wajah tampan suaminya itu.


Dirga tersenyum canggung mendengar pertanyaan Kinara. Pria tampan itu mengangguk kepalanya lemah.


"Aku meniduri nya, saat itu Alika mabuk dan dia sedang bergairah meminta ku untuk memuaskan nya! Mau tak mau aku harus melakukannya karena itu memang sudah tugas ku dan hak Alika mendapatkan nafkah batin dariku!"


Dirga menjelaskan tanpa ada yang ia tutup-tutupi membuat Kinara sedikit merasa kecewa.


Kinara segera menepis perasaan kecewa itu karena sadar bahwa dirinya juga sudah tak perawan saat menikah dengan Dirga.


"Kenapa kamu masih baik padanya, Sayang? Padahal dia sudah durhaka padamu!" Kinara tak habis pikir bagaimana bisa Dirga mau bersikap baik pada Alika.


Ternyata ada yang lebih baik dan bodoh darinya. Sama seperti Dirga, Kinara juga selalu berusaha bersikap baik layaknya seorang istri untuk Andreas.


Meski mantan suaminya itu tak menganggap Kinara ada.


Dirga yang mendengarnya pun tersenyum lembut seraya membelai pipi chubby milik Kinara.


"Seburuk-buruknya dia tetap istriku, Sayang. Selama aku dan dia masih terikat ikatan suci, maka aku akan terus berusaha menjadi sosok suami yang baik. Itu semua aku lakukan agar aku tak menyesal di kemudian hari!"


"Karena bagiku pernikahan itu bukan main-main. Ada Tuhan yang menjadi saksi suci itu, harapan dan doa orang tua begitu besar padaku, mereka berharap aku dan Alika bisa hidup bahagia!"

__ADS_1


"Jujur saja aku anak yang sangat menyayangi orang tua! Tidak sekali pun aku membantah permintaan mereka dan aku juga bersyukur karena orang tua ku merupakan orang baik!"


"Mereka tak menuntut banyak dariku, mereka juga tak mengatur hidupku. Permintaan orang tuaku pertama kali yaitu menyuruhku menikahi Alika!"


"Aku menikahi Alika tanpa cinta. Aku bertahan dengan segala keburukan nya karena ingin berbakti pada orang tua ku! Tapi, seburuk-buruknya Alika itu hanya padaku. Dia sangat baik pada orang tuaku! Bahkan, dia lebih terbuka dan manja pada mama dan papa."


"Sangat wajar bila Mama dan papa merasa terpukul atas meninggalnya Alika karena di benar-benar menantu yang baik. Meski nyatanya dia istri yang durhaka! Tapi … itu hanya padaku dan aku sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu!"


"Malahan aku bersyukur atas nasib ku yang di khianati oleh istriku sendiri!" jelas Dirga panjang lebar membuat Kinara merasa bingung.


Wanita cantik itu tak paham mengapa Dirga bersyukur.


"Kenapa kamu bersyukur, Sayang? Di khianati kok bersyukur?" tanya Kinara tak mengerti membuat Dirga tersenyum lebar menunjukkan deretan giginya yang berjejer rapi.


"Setiap pengkhianat akan kehilangan orang yang mereka khianati!" jawab Dirga penuh makna membuat Kinara merasa kagum dengan kata-kata bijak suaminya itu.


Ternyata di balik sikap dinginnya Dirga pada orang-orang, dia tampan itu menyembunyikan sifat bijak di dalamnya.


"Kalau begitu aku juga bersyukur karena telah menjadi korban bullying karena Tuhan menjadikan aku sebagai korban nya bukan sebagai pelaku nya!" ujar Kinara membuat Dirga tersenyum senang.


Pria tampan itu merasa bahagia karena Kinara pada akhirnya mengikhlaskan para pelaku yang telah membully dirinya.


"Syukurlah kalau kamu sudah bisa mengikhlaskan masa lu mu, Sayang! Mulai sekarang mari kita buka lembaran baru, ya. Belajar dari pernikahan pertama kita dahulu, jangan sampai kita mengulangi kesalahan yang sama dengan kemasan berbeda, sehingga harus berakhir di pengadilan agama!"


"Apabila ada sikap ku yang tak kamu sukai, katakan saja padaku dengan cara lembut. Pasti aku akan mencoba merubah nya secara perlahan agar kamu nyaman bersamaku!"

__ADS_1


Dirga berucap lembut membuat Kinara semakin tenang di buatnya.


*Begitu juga aku! Jangan sungkan padaku, Sayang. Tapi satu yang aku mohon yaitu jangan tegur aku di keramaian, dan pilihlah kata-kata yang tak membuat hatimu sendiri sakit bila mendengar nya!"


Kinara ikut menambahkan membuat Dirga mengangguk kepalanya patuh.


"Sayang … dia bangun lagi!" Dirga membawa tangan Kinara menyentuh benda panjang di bawah sana yang sudah mengembang.


"La-lagi?" gumam Kinara terbata-bata membuat Dirga mengangguk kepalanya cepat.


"Kamu yang mimpin ya, Sayang!" pinta Dirga penuh harap membuat Kinara mau tak mau harus menuruti perintah suaminya itu.


*


*


*


Duh duh … babang Dirga makin lama makin ekhm ya, Bun🤭🤭


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰🥰


Salem aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏

__ADS_1


__ADS_2