
"Iya, aku menyesal menikahi mu! Terlebih lagi setelah aku tahu semua kejahatan mu pada Kinara! Aku menyesal karena pernah mencintai wanita jahat seperti mu!" jawab Andreas dengan kata-kata pedas nya membuat Aluna kembali tersakiti.
Wanita cantik itu menatap Andreas dengan tatapan penuh luka. Tersirat kesedihan, cinta dan amarah dari sorot mata Aluna.
Aluna tertawa hambar, dia tak menyangka pria yang menjadi sandaran terakhirnya itu tega melukai perasaannya.
Mungkin bila orang lain yang menghina dan menyakiti Aluna dengan kata-kata hujatan Aluna masih bisa bertahan.
Namun, kali ini Andreas yang mengeluarkan kata-kata pedas itu. Terasa menyakitkan baginya.
"Tidak apa-apa! Aku sadar, kalau mungkin ini karma ku karena telah berbuat jahat di masa lalu! Tapi, aku tidak menyangka di antara semua karma yang menimpa ku. Kamulah yang paling menyakitkan, An!"
Aluna berkata dengan suara yang bergetar menahan tangis. Dia berusaha tegar, pada dasarnya dia adalah wanita jahat yang memiliki mental kuat.
Hanya saja wanita itu memiliki temperamen buruk, suka meluapkan amarahnya bukan pada tempatnya.
Andreas membuang wajahnya ke samping tak ingin menatap wajah Aluna yang sembab dan terluka.
"Asal kamu tahu, An! Aku memang jahat pada Kinara. Tapi, aku tidak pernah jahat pada kamu! Aku mencintaimu tulus dari hatiku yang dalam. Bahkan, aku rela menunggu kamu bercerai dengan Kinara! Aku tidak meninggalkan mu saat kamu mengkhianati ku dengan meniduri Kinara!"
"Itu semua aku lakukan karena aku benar-benar tulus mencintaimu! Aku memberikan kesempatan kedua agar kamu bisa membuktikan cintamu padaku! Tapi … "
Aluna memejamkan matanya sesaat, air mata yang tadi menumpuk di matanya luruh seketika.
Hatinya terasa sesak di saat cintanya yang sangat tulus tak mendapatkan balasan tulus dari Andreas.
__ADS_1
Aluna kembali membuka matanya lalu menatap Andreas dengan tatapan penuh luka.
"Tapi, kamu tidak memanfaatkan kesempatan itu dengan baik! Kamu malah menyakiti ku secara fisik dan batin! Dan sekarang aku sadar. Bahwa cinta mu padaku tidak sebesar cinta ku padamu, An!"
"Seharusnya kamu mendengarkan penjelasan ku terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan yang mendapatkan penyesalan di kemudian hari. Sama seperti aku yang dulu mau mendengar penjelasanmu setelah aku memergoki mu meniduri Kinara!"
"Kamu telah mengusir ku dari kehidupan mu, An! Terima kasih untuk semuanya!" Aluna tersenyum pahit dengan butiran kristal yang tak henti membasahi pipinya.
Aluna berbalik mengayunkan langkah nya seraya mendorong kopernya. Tak sekalipun Aluna berbalik karena hati wanita cantik itu benar-benar terluka.
Andreas menatap punggung Aluna yang perlahan menjauh. Wanita cantik itu masuk ke dalam mobil yang di beli dengan uang nya sendiri.
Aluna menancap gas mobilnya meninggalkan pelataran rumah mewah Andreas.
"Jangan menangis, Aluna! Kamu harus kuat karena kamu sekarang sendirian! Jangan nangis … jangan nangis!" Aluna berusaha menyemangati dirinya.
Aluna tak mampu membohongi dirinya, wanita cantik itu menepikan mobilnya di pinggir jalan.
"Aku gak kuat! Hiks … aku gak kuat! Mama … sakit! Sakit, Ma!" Aluna menangis tersedu-sedu di dalam mobilnya.
Wanita cantik itu memukul dadanya yang terasa sesak. Hal yang paling menyakitkan dalam hidup adalah berharap pada manusia.
Aluna berharap banyak pada Andreas. Dia berharap pria itu bisa terus mendampingi hidupnya. Dalam keadaan susah maupun senang.
Namun, Andreas jahat … dia berdusta! Pria itu tak memberikan waktu untuk Aluna menjelaskan semuanya.
__ADS_1
Dia tak memberi kesempatan untuk Aluna membela dirinya sendiri. Berbeda dengan Aluna yang selalu memberikan kesempatan untuk Andreas.
Bahkan, di saat Andreas menodai Kinara. Aluna masih saja memberikan pria itu kepercayaan dan cinta yang besar.
Tok tok tok.
Aluna terkejut di kala kaca jendela mobilnya di ketuk orang. Wanita cantik itu pun menurunkan kaca jendela nya.
"Apa Anda baik-baik saja, Nona?" tanya seorang pria pada Aluna.
"Baik," jawab Aluna dengan suara parau menatap wajah tampan pria itu.
"Eh, Luna! Kamu Luna, 'kan?" tanya pria itu tersenyum cerah membuat Aluna bingung.
"Kamu siapa?"
*
*
*
Kasihan Aluna 😩😩 berharap dia jadi orang baik biar gak sia-sia kasihan kita🤣 oh iya … ada yang kangen bang duda gak🤭🤭 kira-kira bang duda udah belah duren kah, 🙈
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰