
Terlihat seorang wanita cantik sedang berdiri memegang pagar pembatas balkon kamarnya. Wanita cantik itu menatap lurus ke depan dengan tatapan sendu nya.
Sepasang tangan melingkar di pinggang nya membuat wanita itu tersenyum lembut. Dirga mengistirahatkan dagu nya di pundak Kinara.
"Kenapa berdiri di luar hemm? Angin malam tidak baik untuk kesehatan kamu, Sayang!"
Pria tampan itu mengecup pipi Kinara lembut membuat Kinara merasa geli karena bulu-bulu halus pada rahang tegas Dirga mengenai wajahnya.
"Aku hanya ingin melihat langit malam saja!" Kinara mengelus pipi Dirga lembut. Dia menatap wajah tampan suaminya itu dengan tatapan penuh cinta.
"Kamu terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu! Apa ada yang mengganggu pikiran mu, Sayang?" tanya Dirga membalikkan tubuh Kinara menghadap ke arahnya.
"Aku hanya mengingat kak Aluna! Rasanya dia begitu cepat meninggalkan kita." Wanita cantik itu tak menyangka saudara tirinya itu pergi secepat ini.
Dirga menghela nafas berat, pria tampan itu merasa kesal karena Kinara masih saja mengingat Aluna yang jelas-jelas sudah banyak menyakiti istrinya itu.
"Kenapa kamu masih saja memikirkan dia, Sayang? Dia sudah sangat jahat padamu!" Dirga bertanya dengan nada kesal membuat Kinara tersenyum kecil.
Wanita cantik itu mengalungkan kedua tangannya ke leher Dirga.
"Dia tidak sepenuhnya jahat padaku, Hubbie! Dulu waktu masih kecil dia sering menolong ku diam-diam saat mama Sandra menghukumku. Dia yang mengantarkan makanan untukku saat mama Sandra mengurung ku di gudang!"
"Tapi, seiring berjalannya waktu sifat kak Aluna berubah. Dia menjadi acuh tak acuh padaku. Tapi, sejahat apa pun Mama Sandra dan kak Aluna, mereka tidak pernah menyakiti ku secara fisik!" jelas Kinara panjang lebar.
Wanita cantik itu teringat akan masa lalunya. Aluna yang bersikap baik padanya di kala masa kecil sampai Aluna berubah menjadi jahat.
__ADS_1
"Setiap manusia pasti berubah, Sayang. Orang baik bisa menjadi jahat, begitu pun sebaliknya. Hanya saja Aluna meninggal dalam keadaan dia tidak baik! Doakan saja supaya dia tenang di alam sana!" bisik Dirga berusaha menenangkan hati Kinara yang gelisah.
Mendengar ucapan Dirga membuat Kinara merasa damai. Wanita cantik itu memeluk erat tubuh Dirga.
"Sayang … aku ingin!" Dirga berbisik di telinga Kinara membuat wajah wanita cantik itu merona malu.
Mereka pun kembali melakukan pergumulan panas di atas tempat tidur, meluapkan rasa cinta yang berada dalam hati mereka.
Kinara merasa sangat bahagia karena memiliki Dirga yang menerima nya apa adanya.
Metro berdua saling memberikan kehangatan. Menciptakan suasana hangat dalam kamar tersebut.
Tak berselang lama tubuh keduanya bergetar hebat. Di iringi suara lenguhan panjang yang keluar dari bibir keduanya.
"Kamu sangat memuaskan! Aku bangga memiliki istri seperti mu. Kamu adalah wanita pertama yang membuat ku merasa takut kehilangan mu! Tetaplah di samping ku sampai ujung hayat, Sayang. Aku janji akan memberikan kebahagiaan untuk mu!"
Dirga mengecup seluruh wajah Kinara. Wanita cantik itu merasakan hatinya berbunga-bunga mendengar kata-kata manis yang terucap dari mulut Dirga.
Namun, gadis cantik itu merasa heran. Bila dirinya yang pertama membuat Dirga takut kehilangan, lalu bagaimana dengan istri pertama Dirga.
"Hubbie, kamu belum menceritakan tentang rumah tangga kamu yang pertama? Aku ingin mendengarnya!" Kinara bertanya lembut membuat Dirga menghela nafas panjang.
Pria tampan itu membelai kening Kinara yang berkeringat karena lelah bercinta dengannya.
"Kamu ingin tahu semuanya? Apa tidak apa-apa, Sayang?" tanya Dirga lembut, dia takut bila Kinara merasa tak nyaman mendengar cerita rumah tangga nya.
__ADS_1
Dirga paham betul bagaimana adab dalam bersuami istri. Dia tak boleh memuji atau menyebut nama wanita lain di depan istrinya karena itu bisa menyebabkan hubungan mereka renggai.
Sebab tabiat seorang istri atau suami akan merasa cemburu bila pasangan mereka memuji seseorang yang pernah hadir dalam hidup mereka.
Terlebih lagi yang akan Dirga ceritakan nanti adalah mantan istrinya. Dia tak ingin Kinara merasa cemburu dan tak nyaman.
Dirga tak ingin Kinara sedih karena cemburu.
"Aku tidak apa-apa, Hubbie. Ceritakan saja padaku! Aku siap mendengar cerita ku dengan baik!" balas Kinara tak kalah lembut membuat Dirga mengangguk kepalanya pelan.
"Pernikahan ku yang dulu … "
*
*
*
Maaf telat up ya kakak … maklum lagi puasa 🥰🤭
BERSAMBUNG.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🙏🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏
__ADS_1