
"Sayang, tunggu aku!" Aluna mempercepat langkahnya berusaha mengejar Andreas yang pergi meninggalkan acara tersebut.
Kenapa aku tidak terima Kinara menikah dengan Dirga? Kenapa hati ku sakit melihat nya? Ada apa denganku … ah, aku benci rasa sesak ini batin Andreas kesal.
Pria tampan tak memperdulikan istrinya yang mengejarnya dari belakang. Andreas melonggarkan dasinya, wajah pria itu memerah padam seperti orang yang memendam amarah.
"Sayang … ahh!"
Kaki Aluna terkilir, wanita cantik itu terjatuh karena high heels yang di pakaiannya cukup tinggi.
Andreas berbalik di saat mendengar suara teriakan Aluna. Pria tampan itu menghela nafas berat di kala melihat Aluna yang terjatuh.
Andreas menyeret langkahnya menghampiri Aluna.
"Kenapa bisa terjatuh, Al?" Andreas bertanya dengan nada rendah berusaha menahan rasa kesalnya.
Pria tampan itu menekuk kakinya mensejajarkan tingginya dengan Aluna. Setelahnya, Andreas mengangkat tubuh Aluna ala bridal style.
"Aku ngejar kamu makanya aku jatuh," balas Aluna menatap lekat wajah Andreas yang berjarak sangat dekat dengannya.
Andreas tak sadar Aluna menatap dirinya. Raut wajah pria tampan itu sangat datar, Aluna tahu Andreas berusaha menahan rasa kesalnya.
Hati Aluna merasa sesak mengetahui hal itu.
"Apa kamu tidak mencintai aku lagi, An?" tanya Aluna saat Andreas mendudukkan bokongnya di kursi mobil.
Degg.
"Kita pulang sekarang!" balas Andreas mengalihkan pembicaraan, pria tampan itu memasangkan sabuk pengaman pada Aluna.
Setelahnya Andreas ikut masuk ke dalam mobil. Selama perjalanan tidak ada yang berbicara, hati Aluna bergemuruh menahan rasa sesak yang kian menghujam jiwanya.
"Apa kamu masih mencintaiku, An?" tanya Aluna sekali lagi menoleh ke arah Andreas yang terlihat sedang fokus menyetir.
__ADS_1
"Jawab, Andreas!" teriak Aluna tak tahan melihat suaminya itu tak menjawab sepatah katapun.
"Aku tidak ingin berdebat, Al!" balas Andreas menatap tajam Aluna.
"Berdebat? Aku hanya bertanya apa kamu masih mencintaiku dan kamu anggap aku ingin mengajakmu berdebat?!" balas Aluna dengan suara meninggi.
Wajah Aluna memerah menahan amarah, bola matanya memerah berusaha menahan air matanya agar tak tumpah.
"Sepertinya kamu sedang kelelahan! Tidurlah, nanti saat tiba di rumah aku akan bangunkan!"
Andreas tak menanggapi kemarahan Aluna. Pria tampan itu kembali fokus mengemudikan mobilnya.
"Kamu berubah, An! Kamu jahat!" Aluna memalingkan wajahnya menatap rintik-rintik hujan dari kaca jendela.
Wanita itu menangis dalam diam merenungi nasibnya yang tiba-tiba berubah.
Cinta Andreas padanya perlahan telah pudar. Tidak ada lagi tatapan cinta dari sorot matanya.
Kenapa semuanya bisa begini? batin Aluna menangis.
Akan tetapi, sikap Andreas setelah menikah berubah secara perlahan-lahan. Tak ada lagi kata-kata cinta yang pria itu ucapkan.
Bahkan, sikap Andreas terkesan acuh tak acuh pada Aluna.
*
*
*
Bram mengepalkan tangannya erat di kala mendengar penjelasan dari pelayan yang di suap oleh Sandra.
Pria itu tak menyangka Sandra tega memfitnah Kinara dengan menuduh anaknya itu melakukan operasi plastik.
__ADS_1
Bram menyeret langkahnya menghampiri Sandra yang sekarang berada di balik jeruji besi.
"Mas … hiks … keluarkan aku dari sini! Aku gak mau tinggal di sini!" Sandra merengek pada Bram berharap suaminya itu mau mengeluarkan dirinya dari penjara.
"Aku baru sadar kalau selama ini aku memeliharanya ular di rumahku!" ujar Bram dengan nada yang amat dingin. Pria paruh itu menatap tajam wajah Sandra.
"Mas … "
"Bodohnya aku yang selama ini membiarkan kamu memperlakukan Kinara darah dagingku dengan tak adil. Aku kira kamu hanya akan menyakitinya di rumah saja. Tapi ternyata, kamu juga menyakitinya di luar rumah. Kamu membuat isu buruk tentang Kinara di sekolahnya agar dia di bully oleh teman-temannya!"
"Kamu juga yang telah memfitnah Kinara melakukan operasi plastik! Aku tahu semuanya sekarang! Bodohnya aku yang selama ini tidak memperdulikan kehidupan darah daging ku sendiri!"
Bram sudah tahu semua itu melalui anak buahnya yang dia suruh untuk mencari dalang di balik kacaunya pernikahan Kinara.
Fakta mengejutkan yang Bram dapat dari anak buahnya adalah Sandra yang selama ini membuat isu buruk tentang Kinara di luar rumah.
Sehingga, membuat teman-teman sekolah Kinara menjauhinya.
Sebenarnya, anak buah Bram sudah mengetahui hal itu sejak lama. Namun, melihat sikap Bram yang acuh tak acuh pada Kinara membuatnya juga memilih tak acuh.
"Mas … aku bisa jelasin!" Sandra ketakutan, wanita itu melihat Bram mencengkram erat jeruji besi.
"Mulai saat ini aku talak kamu, Sandra!" tegas Bram membuat Sandra termangu.
*
*
*
Wkwkwkwk … rasain Markonah 🤭🤣🤣
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏