Balas Dendam Istri Yang Tak Dianggap

Balas Dendam Istri Yang Tak Dianggap
Pemakaman Yana


__ADS_3

"Sudah, An! Mungkin ini sudah takdir, Tuhan. Biarkan Mama tenang di alam sana, ini juga bukan salah kamu. Mama meninggal karena sakit jantung!"


Brahmana menepuk pundak Andreas berusaha menenangkan putra semata wayangnya itu.


Andreas yang sedang healing di tempat terpencil pun terkejut saat bawahan ayahnya datang menemuinya dan memberi kabar bahwa Yana masuk rumah sakit.


Pria tampan itu segera kembali ke Jakarta untuk menemui Yana. Andreas sempat merawat Yana selama dua hari. 


Penyakit Yana semakin parah karena wanita tua itu memiliki riwayat darah tinggi dan penyakit jantung. Di tambah temperamen Yana yang sangat buruk membuat penyakitnya semakin parah.


Bahkan, di akhir hidupnya Yana tak mau bertemu dengan Kinara yang datang untuk menjenguk nya.


Malahan wanita tua itu mengusir Kinara dan menyebutnya sebagai wanita pembawa sial.


Wanita tua itu meninggal dalam keadaan tak baik karena menaruh dendam pada Kinara dan Aluna.


Di akhir hayatnya dia masih saja mengutuk Kinara dan Aluna menyebut kedua wanita cantik itu dengan kata-kata tak baik.


Brahmana dan Andreas merasa heran dan tak habis pikir dengan Yana yang seolah memiliki dendam kesumat dengan Kinara dan Aluna.


"Aku turut berduka cita ya, Kak! Semoga Mama tenang di alam sana!" Kinara berucap pelan pada Andreas yang masih berdiri di atas lututnya seraya mengelus batu nisan Yana.


"Terima kasih, Nara! Maafkan Mama yang selama hidupnya selalu jahat sama kamu!" Andreas melirik ke arah Kinara memandang mantan istrinya itu dengan sorot mata penuh kesedihan.


"Aku sudah memaafkan Mama dari dulu, Kak! Kita doakan yang terbaik untuk mama di sana!" Kinara tersenyum lembut ke arah Andreas.


"Terima kasih." Andreas menunduk wajahnya kembali menatap batu nisan sang ibu.

__ADS_1


Sebuah kecupan manis Andreas dapatkan di pipinya membuat pria tampan itu menoleh ke samping melihat siapa yang telah berani mengecup pipi nya.


"Huss … pergi lah rasa sedih. Jangan ganggu paman lagi! Datanglah kebahagiaan untuk paman Vino ini." Bocah kecil itu berusaha menghibur Andreas membuat pria tampan itu tersenyum getir.


Kinara tak berniat membawa Vino ke pemakaman Yana. Namun, Dirga menyuruhnya untuk membawa Vino karena pria tampan itu tahu bahwa saat ini hanya Vino yang bisa membuat Andreas tersenyum lagi.


Terbukti sekarang Andreas tersenyum. Pria itu segera memeluk erat tubuh kecil Vino meluapkan rasa rindu yang tertahan selama dua bulan ini.


Selama Andreas melakukan healing, pria tampan itu hanya dapat melihat Vino melalui video call dan video aktivitas sehari-hari Vino yang sengaja di kirim Dirga.


Hubungan Dirga dan Andreas membaik. Keduanya saling memberi kabar, semua itu terjadi karena kepribadian Dirga yang bijak dan tulus.


Pria itu memberikan kesempatan pada Andreas untuk menjadi sosok ayah yang baik. Meski, saat ini harus memakai embel-embel paman karena Vino masih kecil dan tak mengerti bila Andreas memperkenalkan dirinya sebagai ayah kandung Vino.


"Kesedihannya sudah pergi, kok. Sekarang paman udah bahagia karena ada Vino di sini!" ujar Andreas lembut, pria tampan itu menghujani ciuman ke seluruh wajah Vino membuat bocah kecil itu tertawa cekikikan.


Brahmana tersenyum kecil melihat interaksi Vino dan Andreas. Pria paruh baya itu merasa bersyukur karena Andreas masih di beri kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya pada Vino.


Setidaknya, Andreas bisa memperbaiki kesalahannya pada Vino.


"Hari sudah hampir gelap. Lebih baik kita kembali sekarang, An. Kasihan juga Vino dia pasti kelelahan."


Brahmana mengajak Andreas pulang. Pria paruh baya itu juga merasa terpukul karena kepergian istrinya. Namun, dia sadar bahwa tak lama lagi dia juga akan menyusul karena umurnya juga tak lagi muda.


"Kamu bawa pulang Vino saja, An. Besok aku jemput dia di rumah mu!" ujar Dirga seraya mengayunkan langkahnya beriringan dengan Andreas.


Sedangkan Kinara berjalan di belakang mereka bersama dengan ibu Anin.

__ADS_1


"Tapi …"


"Vino mau nginap di rumah paman Andreas? Di sana nanti Vino bisa bebas main sama paman! Besok papa jemput Vino." Dirga lebih dulu menyela berbicara pada Vino membuat bocah tampan itu langsung mengangguk kepalanya semangat.


Mungkin inilah yang di maksud darah lebih kental daripada air. Terbukti Vino langsung setuju, tak ada rasa iri dalam hati Dirga karena baginya Andreas berhak atas Vino.


"Terima kasih, kamu benar-benar baik, Ga. Aku senang Kinara bisa mendapatkan pengganti sebaik kamu. Semoga rumah tangga mu selalu baik, Ga!" ujar Andreas tulus membuat Dirga tersenyum kecil.


"Sama-sama."


*


*


*


"Ternyata kamu baik-baik saja tanpa aku," gumam seorang wanita cantik menatap Andreas yang tertawa bersama dengan Vino dan Dirga.


*


*


Baru Kali ini author seneng nulis alur tokoh jahat nya meninggoy tanpa ada air mata🤣🤣 kakak pasti juga setuju kan?🙈🙈


Tenang aja … yang bingung, nanti author kasih flashback ya kakak😁😁


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰


__ADS_2