
Aluna pulang ke rumah Andreas dalam keadaan yang kacau. Wanita cantik itu sampai di rumahnya saat jam yang terpajang di dinding rumah Andreas menunjuk ke arah pukul 5 pagi.
Aluna masuk ke dalam kamarnya, dia melihat wajah tampan Andreas yang terlihat tenang saat tidur. Hatinya terasa miris, sangat miris, bagaimana bisa Andreas tidur dalam keadaan tenang.
Setelah melakukan hal buruk pada Aluna dalam keadaan sadar bukan mabuk. Entah mengapa saran dari Kinara terngiang-ngiang di telinganya. Haruskah Aluna mengikuti saran dari Kinara.
Jujur saja saat ini perasaan Aluna kacau balau, dia terus memikirkan setiap kata yang keluar dari mulut Kinara. Dia merenung, apakah benar semua ini adalah karma nya? Apakah karma itu nyata?
Ya, karma itu nyata. Buktinya saat ini Aluna sedang menuai apa yang telah dia perbuat di masa lalu. Dia menindas Kinara, mengambil semua hak Kinara, membenci Kinara dan masih banyak lagi kejahatan yang telah dia lakukan bersama dengan mamanya pada Kinara.
“Apakah yang di rasakan Kinara dulu lebih parah dari ku? Tapi, kenapa dia terlihat baik-baik saja? Kenapa dia tidak hancur sepertiku? Apa dia menutupi kehancurannya itu dengan bersikap seolah baik-baik saja?”
“Atau dia terlalu kuat untuk bertahan dan menghadapi itu semua? Kenapa rasanya sangat sakit? Hiks … aku tidak tahan kalau setiap hari akan seperti ini? Aku tidak sekuat Kinara! Apa yang harus aku lakukan sekarang?”
“Apakah aku harus mundur atau maju dan bertahan di rumah ini? Tapi, aku tidak bisa meninggalkan mu, An. Aku cinta sama kamu!”
Aluna menangis dalam diam seraya mengusap rahang tegas Andreas. Bila dulu Kinara bisa langsung pergi meninggalkan Andreas karena memang tidak ada cinta dan kenangan indah Bersama dengan Andreas.
Berbeda dengan Aluna yang memiliki berjuta-juta kenangan indah Bersama dengan Andreas, ada cinta yang beasr dalam hatinya untuk Andreas.
Aluna naik ke atas ranjang, wanita cantik itu kembali memejamkan matanya dan berharap dalam hati bahwa semua yang dia lewati itu hanya mimpi belaka. Dia tidur memunggungi Andreas.
Akan tetapi,pria tampan itu malah memeluknya erat dari belakang. Aluna hanya bisa menahan tangisnya agar tak membuat Andreas terjaga. Wanita cantik itu sedang merasa sangat hancur sekarang.
“Semoga semua ini hanya mimpi,” gumam Aluna pelan.
__ADS_1
“Kamu sudah bangun, sayang?” Ayo sana mandi, air hangat nya sudah aku siapkan!” Aluna keluar dari kamar mandi, wanita itu terlihat lebih segar dengan rambut basah dan dress seksi seperti biasanya.
Akan tetapi, Andreas menajamkan matanya melihat sudut bibir Aluna yang terluka dan leher nya yang merah keunguan menandakan seberapa kasarnya Andreas semalam memperlakukan Aluna.
Sontak saja, bayangan dirinya saat menyiksa Aluna terbayang bak film yang di putar lengkap dan jelas di kepalanya. Andreas merasa sangat bersalah ketika bayangan Aluna berteriak kesakitan dan memohon ampun padanya.
Namun, Andreas bersyukur karena Aluna terlihat santai dan baik-baik saja. “AL, semalam itu aku minta maaf karena sudah kasar sama kamu,” ujar Andreas menatap Aluna penuh sesal.
“Kenapa harus minta maaf? Bukankah itu sudah kewajiban ku sebagai seorang istri untuk melayani mu. Bangunlah dan lekas mandi, aku sudah menyiapkan pakaian kantor mu juga!” balas Aluna seraya memaksakan senyum nya.
__ADS_1
“Al, maksud ku …”
“Aku tahu, kamu marah karena aku menamparmu, ‘kan! Kalau begitu kamu juga bisa balas menampar ku sekarang.” Aluna mendekati Andreas lalu mencondongkan pipi kanannya ke arah Andreas.
Hemm ... semua orang pasti akan menyeal di akhir, di saat dia telah menuai apa yang telah dia lakukan di masa lalu. ada orang yang sadar bahwa dia telah slah dan mau berubah. Namun, tak sedikit orang yang memilih jalan yang salah untuk berulah kembali mengulangi kesalahan yang sama.
Kira-kira Aluna termasuk orang yang mana ya?
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like, komentar, vote dan beri rating 5 yah kakak.
Salem Aneuk Nanggroe Aceh Darussalam.