Balas Dendam Setelah Bereinkarnasi Menjadi Seorang Gadis

Balas Dendam Setelah Bereinkarnasi Menjadi Seorang Gadis
Chapter - 10


__ADS_3

Tinggal Bersama Ryota.


Setelah bertemu dengan Ryota, aku pun di ajak untuk tinggal sementara di Apartemenya. Dan sekarang kami pun sudah sampai di Apartemenya.


"Miyuki silakan masuk, santai saja angap saja Rumah sendiri." tegas Ryota.


"...umm, permisi." Aku pun masuk ke dalam.


"Miyuki sebaiknya kau segera mandi dan keringkan bajumu, kamar mandinya ada di sebelah sana, pengeringnya ada di sebelahnya, aku akan mengambil Handuk dan Baju olah ragaku untuk kau pakai sementara."


"Baiklah terimakasih banyak."


Aku pun segera mandi.


Singkat waktu setelah selesai Mandi aku segera memakai Baju dan celana olah raga sekolah Milik Ryota.


Karena Baju dan dalemanku sedang di keringkan,  sekarang aku pun tidak memakai daleman sama sekali. Dan sepertinya Baju ini sedikit kebesaran untuku.


Setelah itu aku pun keluar dari kamar mandi sembari mengelap rambutku yang masih basah.


Aku melihat Ryota sedang membuat sesuatu di dapur.


"Ryota-kun, apa yang sedang kau lakukan?" Aku bertanya.


"Miyuki, apa kau sudah selesai mandi, aku sedang membuat coklat panas untukmu, duduklah dulu, kau pasti kedinginan kan?"


"...umm, baiklah."


Aku pun duduk di sofa yang panjang di depan TV sembari melihat Ryota membuatkan coklat panas.


Tak berselang lama Ryota pun datang sembari membawa coklat panas dan secangkit kopi hitam.


"ini untukmu Miyuki."


"Terimakasih banyak."


Aku pun meminumnya sembari meniup-niup coklat agar tidak terlalu panas di mulut.


Saat Ryota sedang meminum kopi, kayanya terlihat enak sekali, aku jadi ingin mencobanya.


"Ryota-kun, boleh minta Kopimu?"


"Kau mau kopi Miyuki?"


"...umm, kelihatanya enak?"


"Baiklah akan aku buatkan."


"Tidak usah punyamu saja, aku hanya ingin mencobanya sedikit."


"Ya tapi kan, itu kan bekasku."


"Tidak masalah kok."


"Serius, kalau begitu silakan." Ryota berkata dengan malu.


Miyuki pun langsung meminumnya.


Miyuki kenapa kau tidak malu, apa kau tidak menyadarinya, itu sama saja dengan ciuman secara tidak langsung. pikir Ryota dengan wajah memerah.


"Ah, teryata cukup enak juga, walau agag pahit sedikit, apa kau juga ingin mencoba coklatku Ryota-kun?"


"T-Tidak, tidak, aku sedang tidak suka minum yang manis-msnis." jelas Ryota dengan gugup.


Dasar apa sih yang dia lakukan, dia benar-benar tidak peka sama sekali. pikir Ryota sembari menghela nafas.


"Miyuki sebenarnya apa yang membuatmu kabur dari Rumah?" tanya Ryota.


"Sebenarnya...."

__ADS_1


Aku pun menceritakan semuanya pada Ryota.


"Jadi begitu ya, aku mengerti perasaanmu, tinggalah di sini sampai kau tenang, aku tidak keberatan."


"...umm, terimakasih banyak Ryota-kun."


Malam pun semakin larut, mataku sudah terasa sangat berat.


"Miyuki kelihatanya kau sudah mengantuk, sebaiknya kau tidur sekarang."


"...umm sepertinya begitu."


"Kalau begitu kau tidur saja di kamarku, aku akan tidur di sini?" jelas Ryota.


"Tidak usah, aku saja yang tidur di sini."


"Mana mungkin aku membiarkanmu tidur di sini, cepat sanah tidurlah di kamarku Miyuki."


"B-Baiklah kalau begitu....Ryota-kun, terimakasih."


Miyuki pun segera pergi menuju kamar dengan wajah memerah.


Saat berada di kamar Ryota, aku malah tidak bisa tidur sama sekali, entah kenapa aku jadi sangat gugup.


Keesokan harinya.


Ryota pun membangunkan Miyuki dengan menekan-nekan pipinya.


"Miyuki bangunlah, kita harus sekolah kan?"


Mendengar suara Ryota aku pun terbagun.


"Fuaaaa...selamat pagi Ryota-kun."


"Pagi Miyuki, apa tidurmu nyenyak?"


"Jadi begitu, sebaiknya sekarang kau siap-siap untuk pergi Sekolah."


"Aku akan membolos hari ini?"


"Ehh...kenapa?"


"Orang tuaku pasti akan menjemputku, aku tidak ingin pulang."


"Baiklah kalau itu yang kau inginkan, kalau begitu aku akan berangkat, aku juga sudah menyiapkan sarapan untukmu, di kulkas juga ada cemilan, santai saja di sini Miyuki."


"Terimakasih banyak Ryota-kun."


Setelah Ryota berangkat sekolah, aku cuma sendirian di rumah. Gara-gara ada masalah dengan keluarga aku jadi tidak bisa menjalankan rencanaku untuk sekarang.


Di sisi lain di Sekolah teryata sedang terjadi kehebohan.


Saat jam Pelajaran tiba-tiba banyak anak buah dari keluarga Miyuki datang ke Sekolah untuk mencari keberadaan Miyuki.


Mereka bertanya ke semua Murid tentang keberadaan Miyuki.


Terutama yang paling di incar adalah Shinji.


Shinji pun segera di introgasi oleh mereka.


"Hoe! Kau yang bernama Shinji kan, waktu itu kau yang pergi bersama Nona benar kan, aku tidak tahu apa hubunganmu dengan Nona, semalam Nona pergi meninggalkan Rumah, apa Nona Miyuki berada di tempatmu cepat katakan?" tegas Bodyguard itu.


"Aku tidak tahu, dari semalam Aku tidak bisa menghubunginya, aku benar-benar tidak tahu Miyuki ada di mana?" jelas Shinji.


"Jangan bohong, kami bisa memenjarakanmu kalau kau mencoba untuk menyembunyikan Nona."


"Sumpah, aku tidak tahu kalau Miyuki pergi dari rumah, aku juga tidak tahu dia ada di mana?"


"Kalau begitu kami akan megecek sendiri ke rumahmu, ayo ikut tinjukan rumahmu pada kami, kami sudah meminta izin Guru untuk meminjamu."

__ADS_1


Shinji pun di paksa ikut untuk menujukan Rumahnya.


Melihat Shinji yang di paksa pergi Ryota pun merasa kalau situsinya sekarang benar-benar gawat.


Dia pun harus bersikap santai saat di introgasi nanti agar tidak di curigai.


Singkat waktu saat pulang Sekolah Ryota segera pergi berbelanja kebutuhan di supermarket setelah itu dia pun pulang.


"Aku pulang."


"Selamat datang Ryota-kun."


"Miyuki, kenapa kau memakai seragam sekolah?"


"Aku kan tidak membawa baju ganti kan, baju olah ragamu juga sedang aku cuci."


"Ah benar juga, ngomong-ngomong ada hal gawat Miyuki."


"Apa itu?"


"Tadi di sekolah banyak orang suruhan dari keluargamu sedang mencarimu, Shinji di bawa paksa untuk menujukan Rumahnya, Mereka mencuriga kalau kau berada di Rumahnya."


"Aku sudah menduga ini akan terjadi, kau tidak memberitahu pada mereka kalau aku ada di sini kan?"


"Tentu saja tidak, aku juga ingin melindungimu."


"...umm, terimakasih Ryota-kun."


"Miyiki boleh aku tanya sesuatu?"


"Boleh kok."


"Apa kamu bener menyukai Shinji?"


Gawat nih, kenapa tiba-tiba dia menanyakan itu. pikir Miyuki.


"Kenapa kau menanyakan itu?" aku bertanya.


"Aku hanya merasa kau tidak bahagia saat bersamanya."


"Ryota-kun, tolong jangan bahas masalah itu dulu, aku tidak tahu kapan keluargaku akan menemukanku, tapi selagi kita bersama, aku ingin menikmati waktu ini bersamamu."


"Baiklah....aku minta maaf Miyuki."


"...umm, tidak apa-apa kok, apa kau habis berbelanja?"


"Ya...kau belum makan kan, aku akan memasak untukmu." tegas Ryota.


"Terimakasih, maaf kalau aku merepotkanmu, sebagai gantinya aku yang akan masak untukmu."


"Apa kamu yakin Miyuki."


"Serahkan saja padaku."


Kau pasti akan terkejut dengan kemampuan masaku Ryota, dulu karena Ibuku sudah meninggal, aku yang selalu masak untuk ayahku, kemampuan masaku tidak perlu di ragukan lagi. pikir Miyuki dengan penuh percaya diri.


"Baiklah kau duduk saja di sana Ryota-kun." tegas Miyuki sembari mengikat rambut dan memakai clemek.


Aku pun segera memotong-motong bawang dan sayuranya.


Entah kenapa Ryota terus memperhatikanku, aku jadi merasa tidak nyaman.


Melihat Miyuki memasak untuku, dia benar-benar terlihat seperti istriku saja. pikir Ryota dengan wajah memerah.


"Ryota-kun apa yang sedang kau pikirkan, kau pasti sedang mrmikirkan hal yang aneh-aneh kan?" aku bertanya.


"T-Tidak, tidak kok!" jawab Ryota sembari memalingkan wajahnya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2