Balas Dendam Setelah Bereinkarnasi Menjadi Seorang Gadis

Balas Dendam Setelah Bereinkarnasi Menjadi Seorang Gadis
Chapter - 1


__ADS_3

...Awal Dari Rencana Balas Dendam...


...----------------------------------------------------------------------------...


Saat ini Aku sedang menyaksikan berita di TV. Media sekarang sedang di hebohkan tentang hilangnya seorang Siswa bernama Makoto Seichi kelas 1 SMA Akatsuki.


Aku pun terkejut saat melihatnya.


Hilang? Kenapa pemberitaan mengatakan kalau Aku hilang? Jangan-jangan mereka telah menyembunyikan Mayatku di suatu tempat. Dasar sialan.


Di sisi lain Shinji dan lainya mereka sedang ketar ketir ketakutan karena terlibat dalam kasus pembunuhan Makoto. Mereka takut kalau Polisi sampai menemukan Mayat Makoto.


Sementara itu Ryota adalah salah satu orang yang paling terpukul atas hilangnya Makoto. karena Ryota adalah satu-satunya teman Makoto.


Banyak Petugas yang datang ke sekolah untuk menyelidiki hilangnya Makoto.


Petugas juga menanyakan pada beberapa murid termasuk Ryota dan Shinji.


Menurut beberapa murid ada yang mengatakan kalau Makoto sering di buly oleh Shinji dan kawan-kawan.


Petugas pun akan segera menyelidikinya lebih lajut.


Sekarang Aku masih berada di Rumah sakit sedang menunggu hasil pemeriksaan, Aku masih melihat berita di TV tentang kematianku, aku pun berpikir Ayahku pasti akan sangat sedih, andai saja Aku bisa memberitahunya kalau Aku masih hidup, tapi tidak! Makoto sudah mati, dan sekarang Aku. harus menjalani hidup sebagai Miyuki Kanon.


Setelah menggali sedikit informasi dari perawat yang merawatku, aku mendapatkan informasi kalau Miyuki telah melakukan percobaan bunuh diri, Aku tidak tau kenapa dia melakukan itu, kenapa Anak seperti Miyuki bisa bunuh diri, padahal dia punya segalanya, Aku benar-benar tidak mengerti.


Setelah beberapa jam hasil pemerimsaanya pun keluar. Otaku pun di nyatakan baik-baik saja.


Dokter dan orang tuaku pun terkejut, mereka mungkin bertanya-tanya, kalau otaku baik-baik saja tapi kenapa bisa aku bisa hilang ingatan.


Aku jadi merasa bersalah karena telah membohongi mereka, orang tuaku pun akhirnya dapat berlapang dada menerima itu semua.


Setelah itu mereka segera mengurus semua Administrasinya karena hari ini aku sudah di perbolehkan pulang. Setelah semua selesai aku pulang menaiki mobil mewah bersama ke Dua orang tuaku.


Saat sampai di Rumah Aku benar-benar terkejut. Rumahku sekarang sangatlah besar dan mewah, mungkin saja Aku nanti bisa tersesat didalamnya.


"Miyuki-chan! Ayo cepat turun!"


Ibuku menyuruhku untuk segera turun, Aku pun segera menggerakan kakiku untuk turun dari Mobil.


Aku memegang tangan ibuku.


"Mama Aku benar-benar tidak ingat apa-apa tentang Rumah ini maaf!"


"Jangan khawatir Miyuki-chan! Kau pasti akan segera mengingatnya, Ayo kita masuk!" ajak Ibu.


Ibuku menggandeng tanganku untuk masuk kedalam Rumah.


Disini Aku juga melihat banyak sekali pelayan.


Aku pun akhirnya masuk kedalam rumah.


"Selamat datang kembali Miyuki-chan!"


Aku terkejut dan ketakutan ketika melihat Pria yang menyambutku itu, kakiku gemetaran dan langsung teringat atas pembunuhan itu, teryata Pria itu adalah Orang yang menusuku waktu itu.


"Ada apa Miyuki? kenapa kau tiba-tiba ketakutan begitu?" tanya Ibu khawatir.


"S-siapa orang itu Mah?"


Ibuku memegang kedua wajahku yang ketakutan.


"jangan takut dia adalah Kakakmu Kazuya."


"O-onii-chan!"


Kayuza menyeringai.


"Ehhh...kenapa kau bisa lupa dengan Kakamu sendiri Miyuki-chan!"


Aku benar-benar tidak menyangka apa ini memang kebetulan, kenapa Laki-Laki yang membunuhku sekarang menjadi saudaraku?

__ADS_1


Setelah itu Aku di antar ke Kamarku, kamar ini benar-benar kamar yang besar dan mewah, Aku tidak menyangka Akan hidup di sini, Aku tidak tau apa Aku harus senang atau sedih setelah apa yang terjadi.


Singkat waktu sekarang sudah larut malam, waktu sudah menunjukan Pukul 00:00, saat Aku tidur Aku mendengar ada yang membuka pintu kamarku.


Aku pun terbangun.


"Siapa itu?" Aku bertanya.


"Sttttttt! Jangan berisik ini Aku Miyuki Chan!"


"O-onii-chan kenapa kau ada di sini?"


"Sudah pasti Aku ingin melakukan itu denganmu sekarang, Miyuki-chan!" tegas Kazuya sembari mencium leherku.


Apa ini? Kenapa dia ingin melakukan itu, padahal aku ini saudaranya sendiri.


Deg.


Kepalaku tiba-tiba kembali pusing, ada ingatan yang masuk lagi di dalam kepalaku.


Apa ini? Aku merasakan Perasaan takut, sedih, deperesi. Benar-benar memperihatinkan, teryata selama ini dia terus melecehkan Miyuki.


Air mata ku pun keluar dengan sendirinya setelah melihat ingatan Miyuki.


Sekarang Aku jadi paham, alasan Miyuki melakukan bunuh diri, dia pasti mengalami depresi berat, Akibat kelakuan bejad kakaknya, dia sudah tidak tahan dan memilih untuk mengahiri hidupnya sendiri.


Kazuya terus mencium leherku dan menggrayangiku.


Aku segera melepaskan diri darinya.


"Apa yang kau lakukan bodoh, aku ini adikmu kan?"


"Benar kau memang adiku, aku dengar kau hilang ingatan, tapi itu tidak masalah, apa kau tau, kita sudah sering melakukan seperti ini jadi kenarilah Miyuki?" Jelas Kazuya.


Sial apa yang sebenarnya di pikirkan oleh orang itu. Aku harus segera keluar dari sini.


"Jangan mendekat, kalau kau mendekat aku akan berteriak?"


Tegas Kazuya sembari menodongkan sebuah pisau ke arahku.


Sial apa yang harus Aku lakukan, pokoknya aku harus bisa keluar dari sini, aku akan mengklabuinya.


"B-baiklah...tapi singkirkan pisau itu dulu."


Kazuya pun meletakan pisaunya di Meja.


"Sudah...cepat berbaringlah di sini Miyuki."


Aku pun berjalan mendekat dengan pelan saat sudah dekat aku langsung kabur keluar dari kamar.


"Cih dasar sialan kau Miyuki." geram Kazuya.


Aku berlari keluar kamar dan tiba-tiba menabrak salah satu Maid.


Bruk!!


"Nona! Kau tidak apa-apa? kenapa anda berlarian malam-malam begini ada apa?" tanya Maid itu.


"Itu...bisakah kau mengantarkan ku ke kamar Ibuku?"


"Baiklah saya akan mengantarkan anda."


Maid itu pun mengantarkanku.


"Ini adalah kamar Tuan dan Nyonya, mungkin beliau sudah tidur...kalau begitu aku permisi dulu Nona."


"Umm...terimakasih."


Aku pun mengetok pintu kamar orangtuaku.


"Mah boleh aku masuk?"

__ADS_1


Mendengar suara Miyuki dengan cepat Ibunya segera membukakan pintu.


"Miyuki ada apa?" tanya ibu.


Aku langsung memeluk Ibuku.


"Malam ini bolehkan aku tidur bersamamu, aku takut."


"Baiklah...tidurlah bersama Mama hari ini."


Ayaku juga terbagun.


"Miyuki tumben sekali ada apa?" tanya Ayah.


"Tidak, aku cuma ingin tudur dengan Mama."


"Kalau begitu Ayah akan tidur di sofa."


Setelah itu aku pun segera tidur...setidaknya malam ini aku aman di sini.


Aku harus segera memikirkan cara untuk menyingkirkan Kazuya dan teman-temanya yang telah membuatku terbunuh  kalian semua harus membayarnya...hoamm mataku pun semakin mengantuk. Aku pun tertidur.


Keesokan harinya.


Sekarang Aku sedang sarapan bersama keluargaku, entah kenapa Kazuya bisa bersikap biasa-biasa saja setelah apa yang terjadi, dia bahkan tidak menunjukan rasa bersalah diwajahnya.


Tiba-Tiba Aku merasakan ada yang menyentuh pahaku, teryata itu Kaki Kazuya dia mengelus pahaku dengan Kakinya, dia benar-benar orang yang mesum.


Ini sangat geli, Aku tidak tahan Aku pun langsung berdiri.


"Maaf Aku, kebelakang sebentar!"


Saat Aku pergi tiba-tiba Kazuya menyusulku dan memeluku dari belakang.


"Miyuki-chan! Kau mau kemana?" tanya Kazuya.


"Apa yang ingin kau lakukan Onii-chan!"


"Setiap melihatmu Aku ingin melakukan itu denganmu Miyuki-chan! Lagian hari ini kau terlihat sangat cantik, baumu juga sangat harum!"


Aku benar-benar tidak menyangka Kazuya bisa sebejad ini.


Kazuya pun memojokanku dengan memegang kedua tanganku pada tembok.


"Miyuki-chan!"


"Onii-chan cepat lepaskan aku."


"Kazuya! Miyuki, Kalian lama sekali!"


Tiba-Tiba ibu memanggil kami, Kazuya pun langsung berhenti.


"Cih! Jangan pikir kau bisa kabur dariku Miyuki, nanti malam, Aku pasti akan datang lagi!" ancam Kazuya.


Setelah itu Kami kembali melanjutkan sarapan.


Setelah Kazuya berangkat Sekolah, Aku pun bertanya pada ibuku, Bagaimana dengan sekolahku? di mana Sekolahku.


Ibu menjawab kalau Aku bersekolah di Sekolah Khusus perempuan.


Aku pun berpikir kalau sekolah di sana, akan sulit bagiku untuk membalas dendam pada orang-orang yang telah membunuhku.


Aku harus meminta orang tuaku untuk memidahkanku ke SMA Akatsuki.


"Ibu! Ayah! Aku ingin ber Sekolah bareng Kakak apa boleh?"


"Baiklah kalau itu yang kamu inginkan Miyuki-chan! Ayah akan mengurus kepindahanmu sekarang, dan mulai besok kau bisa bersekolah bareng dengan kakakmu!" tegas Ayah.


"Benarkah terimakasih Ayah!" Aku pun tersenyum manis pada Ayahku, di dalam hatiku Aku tertawa jahat karena ini akan menjadi awal dari rencana balas dendamku.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2