
Pengakuan Ryota
Pagi ini di kelas Shinji terlihat sangat senang karena telah berpacaran dengan Miyuki.
Haruto dan Keiji yang penasaran tentang Shinji yang sudah mengungkapkan perasaanya pada Miyuki pun bertanya.
"Kau terlihat bahagia Shinji apa kau sudah berpacaran dengan Miyuki sekarang?" tanya Haruto.
"Iya benar, cepat katakan hasilnya pada kami?" sambung Keiji.
"Hehehe....Aku di terima! Sekarang aku sudah resmi berpacaran dengan Miyuki."
Jawab Shinji ia berkata dengan keras, semua murid pun langsung melihat ke arah Shinji.
"Benarkah jadi kau berhasil, selamat ya." ungkap Haruto.
"Terus apa kau sudah berciuman denganya kasih tau dong?" tanya Keiji.
"Ya...itu ahahaha....kami sudah melakukanya sekali." jelas Shinji.
"Serius enak banget sialan." seru Keiji.
Ryota yang mendengarnya pun sedikit tidak percaya.
Apa benar Miyuki sudah berpacaran dengan Shinji? Apa dia benar-benar Menyukainya? Sial kenapa aku jadi sangat kesal? Pikir Ryota.
Selang beberapa menit Miyuki pun datang.
Saat Aku sampai di kelas, anak-anak cewek langsung mengerumuniku dan menghujani ku dengan banyak pertanyaan.
"Miyuki-chan, apa benar kau sedang berpacaran dengan Shinji?"
"Kapan kalian jadian?"
"Apa yang kau sukai darinya?"
Kepalaku pun jadi pusing, kenapa mereka bisa tau, ini pasti Shinji yang sudah koar-koar di kelas bikin malu saja.
"Ahaha...bisakah kalian bertanya satu-satu aku bingung harus menjawab yang mana dulu."
Setelah itu aku pun berhasil menjawab pertanyaan mereka semua, ini melelahkan.
Setelah semuanya pergi Shinji pun menyapaku.
"Pagi Miyuki...maaf ya apa kau kerepotan?"
"Kau ini dasar mulutmu ember banget sih."
"M-Maaf...soalnya tadi Haruto dan Keiji bertanya, aku jadi kelepasan." jelas Shinji.
Aku menghela nafas panjang.
"Ya sudahlah..."
"Apa kau tidak menyukai kalau hubungan kita di ketahui orang lain?"
Gawat nih kalau aku kesal terus dia pasti akan curiga kalau aku hanya pura-pura.
__ADS_1
"Ahh...bukan begitu...aku hanya malu saja kok."
"Begitu ya...boleh aku duduk di sampingmu?"
"Ah silakan."
Shinji pun duduk di sampingku, aku benar-benar merasa tidak nyaman.
Shiji pun mengelus rambutku sembari berbicara.
"Maaf ya sudah membuatmu kerepotan?"
Sial ngapain dia sih, ini lagi di kelas, bisa-bisanya malah pamer kemesraan.
"Tidak apa-apa kok, Shinji-kun, ini di kelas loh..bisakah kau berhenti mengelus kepalaku? malu di liat orang tau, kau bisa melakukan saat kita berdua kan?"
"Ah...maaf ahaha."
Haruto dan Keiji yang melihat mereka pun langsung memberikan komentarnya.
"Lihat mereka Keiji, mereka malah mesra-mesraan di kelas."
"Ya tuh malah bucin di kelas." ungkap Keiji.
Ryota yang melihat juga sangat kesal. Tapi dia melihat ke anehan pada Miyuki, Miyuki tidak terlihat bahagia saat bersama Shinji, dia pun mengira kalau Shinji sudah memaksanya.
Singkat waktu saat Istirahat Shinji mengajak Miyuki makan di kantin tapi hari ini Miyuki membawa bekal jadi Shinji pergi ke kantin bersama Haruto dan Keiji.
Saat Shinji pergi Ryota pun menghampiri Miyuki.
"Miyuki aku ingin berbicara denganmu sebentar, bisakah kita pergi ke tempat sepi?"
"Ah baiklah?"
Aku pun pergi mengikuti Ryota ke bawah tangga.
Apa yang sebenarnya ingin dia katakan, aku pun bertanya-tanya.
"Miyuki apa kau benar-benar sedang berpacaran dengan Shinji? Kau tidak sedang berpura-pura kan?"
Aku terkejut dan melebarkan mataku mendengar pertanyaan Ryota. Kenapa dia bisa curiga?
"Ah...itu benar, aku tidak berpura-pura kok!"
Tiba-tiba dia menempelkan tanganya ke diding dan memojokanku. Wajah kami sangat dekat, jantungku tiba-tiba berdetak dengan cepat.
"Kau sedang berbohong kan? aku bisa melihat kamu tidak merasa nyaman dengan Shinji apa aku salah?" tanya Ryota.
Kenapa dia bisa tau? Instingnya sangat tajam sekali, aku tidak bisa membiarkan ini, kalau dia tau rencanaku, nanti bisa gagal total.
"Kau salah Ryota-kun...aku benar-benar menyukai Shinji."
"Bohong...aku selalu memperhatikanmu Miyuki...saat pertama kita bertemu, saat di kelas, saat olah raga juga dan saat di UKS Aku merasa sangat senang sekali...kau juga terlihat senang waktu itu, senjak saat itu aku tidak bisa berhenti memikirkanmu, aku menyukaimu Miyuki." ungkap Ryota.
Aku melebarkan mataku setelah mendengar pengakuan Ryota, aku bingung, aku terdiam perasaanku campur aduk, malu, senang, sedih semuanya menjadi satu.
Lalu tiba-tiba dia mencium bibirku tanpa bertanya.
Kenapa ciumanya begitu hangat, aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya, aku juga tidak merasa keberatan. Padahal saat Shinji menciumku aku merasa sangat jijik. Apa aku menyukai Ryota? Ini tidak mungkin terjadi kan? Apa karena sekarang aku sorang Gadis? Perasaan, hati, hormon, dan libido ku juga telah berubah? Aku masih belum mengerti?
__ADS_1
Aku pun langsung mendorong Ryota karena terlalu malu dan langsung berlari tanpa mengatakan apapun dengan wajah merah merona.
Ryota pun cuma bisa terdiam.
Apa yang sudah aku lakukan sih? Pikir Ryota.
Saat Aku kembali ke kelas Shinji sudah berada di kelas dan bertanya.
"Miyuki kau dari mana? Kenapa wajahmu merah sekali?"
"Ah...itu...aku baru ke kemar kecil."
Bersamaan dengan itu Ryota juga kembali, mata kami pun bertemu. Kami langsung memalingkan padangan lagi.
Ryota berjalan dan segera duduk di bangkunya.
Shinji yang melihat keanehan antara Miyuki dan Ryota ia pun bertanya.
"Miyuki apa ada hal yang terjadi antara kau dan Ryota."
Gawat nih...kalau dia tau, rencanaku akan gagal.
"Tidak...tidak....kok! kenapa kau bertanya begitu?"
"Habisnya sikapmu tadi sangat aneh jadi."
"Tidak usah khawatir aku dan Ryota tidak ada hubungan apa-apa kok."
Brukk.
Tiba-tiba Shinji memeluku.
"Aku sangat mencintaimu Miyuki, aku takut kehilanganmu." ungkap Shinji.
Semua mata pun tertuju pada Miyuki dan Shinji yang sedang berpelukan.
"Waduh mereka bucin lagi sungguh bikin iri saja." ungkap salah satu cowok di kelas.
"Shinji-kun, apa yang kau lakukan bodoh, sudah ku bilang kalau mau melakukan ini jangan di kelas." aku berkata dengan lirih.
Shinji langsung melepaskan pelukanya.
"Maaf-maaf...aku tidak akan mengulanginya lagi sungguh." jelas Shinji.
Aku menghela nafas dalam.
"Dasar!"
"Miyuki, besok kita libur kan...bagaimana kalau kita berkencan?"
Shinji tiba-tiba mengajak kencan. Sebenarnya males tapi untuk membangun kepercayaanya aku tidak boleh menolaknya.
"Boleh juga, kalau begitu kita bertemu di caffe xx dekat stasiun jam 08.00 ya?"
"Baiklah Miyuki."
Shinji pun terlihat sangat senang.
Pokoknya untuk sekarang aku harus bisa bersabar dahulu. Aku pasti akan melenyapkan kalian semua pasti. Tunggu saja.
__ADS_1
Bersambung...