
Pergi Kencan
Hari ini aku sedang bersiap untuk pergi berkencan dengan Shinji, aku memakai tank top putih, rok hitam dan Jaket pink. Setelah selesai merias diri aku pun pergi untuk sarapan bersama orang tua ku.
Saat sarapan Ibuku bertanya padaku.
"Miyuki, kau terlihat sangat cantik dan rapi hari ini, mau pergi kemana pagi-pagi begini?"
"Aku mau jalan-jalan sebentar sama temen mah! boleh kan?"
"Teman!? Siapa dia? apa hubungan kalian?" tanya Ibu.
Ehh...kenapa jadi di interogasi begini sih? Kalau aku jujur pasti tidak akan di perbolehkan keluar nih?
"Teman biasa kok mah."
Ibuku terus menatap ku curiga.
"Jangan bohong Miyuki, biar ibu beritahu tahu, kau tidak boleh berteman atau berhubungan dengan sembarangan orang mengerti! kau tau sendiri kita keluarga terpandang, Ibu tidak ingin ada hal-hal buruk terjadi padamu."
"Tidak perlu khawatir berlebihan, aku pasti akan baik-baik saja kok."
"Jangan menyepelekan semua itu Miyuki!" geram Ibu.
"Apa yang di katakan Ibumu benar Miyuki, jangan membuat Ibumu khawatir." sambung Ayah.
"Ehh...jadi apa aku tidak boleh pergi?"
"Bukanya kami melarangmu untuk pergi, kau boleh pergi tapi Ayah akan memerintahkan Bodyguard untuk menjagamu." tegas Ayah.
"Hah...bukanya itu terlalu berlebihan, rasanya tidak nyaman kalau harus di awasi setiap saat."
"Kalau kau tidak mau jangan pergi!" tegas Ayah.
Mau keluar saja sangat ketat begini, apa boleh buat.
"Baiklah Aku akan pergi bersama Bodyguard."
Setelah itu Ayah memerintahkan dua orang Bodyguard untuk menjagaku.
Aku pun segera pergi di antar bodyguard dengan mobil.
"Hah..." aku menghela nafas panjang.
"Nona...anda ingin pergi kemana?" tanya Bodyguard itu.
"Antarkan aku ke Caffe xx dekat Stasiun."
"Baiklah nona."
Setelah sampai aku pun segera turun, kedua Bodyguard itu terus mengikutiku.
Aku menghentikan langkah kakiku.
"Tunggu! Apa kalian akan terus mengikutiku seperti ini? Bisakah kalian tunggu di mobil saja?" aku bertanya.
"Tidak bisa Nona, kami sudah di tugaskan untuk menjaga Nona, kalau Nona kenapa-napa nanti kami yang akan terkena masalah."
Aku mengembungkan pipiku.
"Hmmmm.....baiklah aku mengerti...aku akan ke caffe kalian bisa cari tempat duduk sendiri ok!"
"Baik Nona." jawab Bodyguard itu.
Aku pun memasuki Caffe, Shinji teryata belum datang. Sembari menunggu aku memesan beberapa minuman.
Tak berselang lama Shinji pun datang.
__ADS_1
"M-Miyuki!"
"Yo....Shinji-kun."
Shinji terdiam melihat Miyuki yang berdandan sangat cantik.
"Miyuki kau terlihat sangat cantik hari ini?"
"Ah. Benarkah...terimakasih banyak Shinji-kun."
Aku tersenyum manis padanya.
Aku sengaja berdandan agar dia semakin terpedaya padaku, akan ku buat dia tergila-gila padaku dan menuruti semua keinginanku.
"Apa kau sudah lama Miyuki, maaf aku sedikit terlambat." ungkap Shinji.
"Belum lama kok, duduklah aku sudah memesankan minuman untukmu."
"B-Baik..."
Shinji pun duduk dan menikmati minuman.
"Kau mau mengajaku ke mana Shinji-kun?" aku bertanya.
"Apa ada tempat yang ingin kau kunjungi Miyuki?"
"Aku ingin nonton film Horor."
"Kalau begitu ayo kita ke bioskop?"
"Baiklah."
Setelah itu kami berdua pun segera keluar dari Caffe dan langsung di cegat oleh Bodyguard.
"Nona anda mau kemana?"
"Siapa mereka Miyuki?" tanya Shinji.
"Maafkan aku Shinji-kun, mereka adalah orang yang di suruh Ayah untuk menjagaku...maaf ya kencan kita jadi terganggu."
"Tidak apa-apa kok Miyuki."
Aku pun langsung berbicara pada Bodyguardku.
"Aku mau ke bioskop di sebelah sana, lebih baik kalian tunggu saja di mobil."
"Tidak bisa Nona.. Kami akan ikut."
"Terserah kalian deh."
Dasar ngeselin amat sih? Aku menghela nafas dalam.
Saat sedang berjalan Shinji terlihat beberapa kali ingin menggandeng tangan Miyuki, tapi Bodyguardnya selalu menatap dirinya, jadi dia tidak berani untuk memegang tangan Miyuki.
Setelah sampai kami pun segera melihat jadwal film yang akan tayang sekaligus memilih film yang akan di tonton.
"Miyuki cepat pilih kita mau nonton yang mana?" tanya Shinji.
"Hmmm...yang sebentar lagi tayang...ah ini saja Film mutilasi bagaimana?"
Shinji pun terkejut melihat pilihan Miyuki.
"Miyuki, apa kamu yakin mau nonton itu?"
"Tentu apa kau takut Shinji-kun?"
"Ya...tidak juga sih, ngomong-ngomong apa kamu sering nonton film seperti ini?" tanya Shinji.
__ADS_1
Shinji pun terkejut teryata Miyuki mempunyai selera aneh.
"Tidak sih ini baru pertama, sekalian bisa buat referensi." jelas Miyuki.
"Ehh...apa maksudmu referensi?"
"Bercanda kok...ayo kita beli tiket dan masuk Shinji-kun."
Setelah itu kami pun membeli tiket dan masuk ke dalam...sepanjang film Shinji terlihat ketakutan dan mual-mual."
Setelah 2 jam film pun selesai, Shinji sudah terlihat seperti mayat hidup saja.
"Maaf Shinji-kun, kau baik-baik saja kan? apa kau takut?" aku bertanya.
"T-Tidak kok ahaha."
Entah kenapa aku sangat puas melihat dia tersiksa begini.
"Kalau begitu ayo kita lanjut berkeliling?"
Kami pun lanjut berkeliling dan masih saja di awasi oleh para Bodyguad, kalau di pikir-pikir ada hikmahnya juga mereka ikut, Shinji tidak akan bisa ngapa-ngapain aku hari ini.
Singkat waktu setelah berkeliling kami pun mutuskan untuk pulang.
"Shinji-kun, mungkin cukup untuk hari ini, aku tidak boleh keluar terlalu lama." jelas Miyuki.
"Baiklah kalau begitu, terimakasih untuk hari ini Miyuki." ungkap Shinji.
"Sama-sama kalau begitu aku pulang dulu ya?"
Tiba-Tiba Shinji memegang tanganku.
"Tunggu Miyuki!"
"Ada apa Shinji-kun."
"I-Itu...sebenarnya aku ingin....?"
Sial aku ingin sekali mencium Miyuki tapi Bodyguardnya selalu menatapku. Pikir Shinji.
"Ah...tidak apa-apa kok...kalau begitu sampai besok Miyuki."
"...umm sampai besok."
Singkat waktu setelah sampai di Rumah aku pun langsung di interogasi oleh Ayahku.
"Miyuki kau sudah pulang duduk dulu sebentar." tegas Ayah.
"Baiklah."
Ayahku pun menunjukan Foto-Foto ku bersama Shinji di ponselnya.
"Anak buahku yang mengirimkan ini, cowok ini apa pacarmu?"
Sialan teryata mereka juga dari tadi memotretku.
"B-Bukan...dia hanya teman dekat kok, ah ya dia juga pernah kesini saat pemakaman kakak, dia juga teman kakak kok!"
"Walau begitu dia tetap orang asing, kau boleh berteman denganya tapi ayah tidak akan memperbolehkan kau berpacaran denganya."
"Baiklah aku mengerti!"
Setelah itu aku pun pergi ke kamar.
Kenapa mereka sangat ketat sekali ya? Disini aku punya segalanya tapi aku tidak merasa bebas. Tidur ah aku lelah..
Di sisi lain Orang tua Miyuki sedang membicarakan tentang sikap Miyuki yang berubah semenjak hilang ingatan.
Mereka pun heran, Miyuki yang dulunya tidak pernah pergi keluar rumah, sekarang berubah menjadi Gadis yang sedikit bandel.
__ADS_1
Bersambung....
.