Balas Dendam Setelah Bereinkarnasi Menjadi Seorang Gadis

Balas Dendam Setelah Bereinkarnasi Menjadi Seorang Gadis
Chapter - 14


__ADS_3

Permainan Miyuki.


Hari ini Aku akan kembali ke sekolah, setelah kejadian kemarin kini aku harus menuruti semua keinginan orang tuaku, aku tidak mempunyai pilihan lain karena aku harus melindungi Ryota.  Bahkan aku tetap bersyukur orang tuaku tidak memindahkanku ke sekolah lain.  Sekarang saya harus fokus pada rencana balas dendam saya.


  Hari ini sebelum berangkat aku sarapan bersama ayah dan ibuku.  saat sarapan aku tidak banyak bicara.  Karena sejujurnya aku sangat kesal dengan mereka.


  Setelah selesai sarapan, saya pamit.


  "Terima kasih untuk makanannya, aku berangkat."


  "Tunggu sebentar Miyuki."


  Ketika aku ingin pergi, Ayah memanggilku.  Saya berhenti.


  “Miyuki, kemarin kamu berjanji padaku kan, bahwa kamu akan menuruti semua keinginanku.”


  "...umm, itu benar."


  "Baguslah, nanti di sekolah tolong jaga sikapmu, jangan berteman dengan sembarang orang atau berhubungan lagi dengan laki-laki itu, mengerti!"


  "...umm, aku mengerti, kalau begitu aku pergi."


  Aku berjalan keluar dengan wajah gelap sambil mengertakkan gigi.


  Singkat waktu ketika saya tiba di sekolah, Setelah menaruh sepatuku di loker, aku bertemu Haruto di koridor.


  "Miyuki, kamu dari mana saja, kamu sudah beberapa hari tidak masuk. Aku ingin bertanya kenapa kamu melakukan itu padaku saat itu, apa maksudmu?"


  Sial, kenapa aku harus menemuinya sekarang?  Saya harus tenang.  Dia tidak akan berani macam-macam denganku sekarang.


  "Maaf aku sedang terburu-buru."


  Setelah mengatakan itu aku segera pergi, tapi tiba-tiba Haruto meraih tanganku dan menyudutkanku ke dinding.


  "Mau kemana? Jangan lari sialan, cepat beritahu aku apa tujuanmu."  Haruto bertanya sambil mencengkeram pergelangan tanganku erat-erat.


  "Itaaaa" Aku juga kesakitan.


  Di saat yang sama, Ryota tiba-tiba datang.


  "Hoe, apa yang kamu lakukan? Biarkan dia pergi?"  teriak Ryota.


  "Cih, hari ini kamu aman, lain kali aku tidak akan melepaskanmu Miyuki."  Haruto mengancam.  Setelah itu dia pergi.


  "Miyuki, apa yang terjadi? Apakah kamu baik-baik saja?"  Ryota bertanya dengan cemas.


  "Terima kasih."


  Setelah mengatakan itu aku segera berlari menuju kelas.


  Saat aku sampai di kelas, Shinji yang melihat kedatanganku tiba-tiba memelukku.


  “Miyuki-chan, dari mana saja kamu, kamu menghilang selama beberapa hari dan tidak pernah memberitahuku, aku sangat merindukanmu Miyuki.”


  Semua mata tertuju pada mereka berdua.


  "Hoe Shinji-kun, apa yang kamu lakukan bodoh, kita di kelas cepat lepaskan aku."


  "Tidak sebelum kamu menjelaskan kepadaku, Miyuki."


  "Oke, oke, tapi tolong lepaskan secepatnya, bodoh."

__ADS_1


  "Oke..." Shinji melepaskan pelukannya.


  Aku langsung duduk di bangku dengan rasa malu, Shinji mengikuti di belakangku.


  Setelah aku duduk, Shinji bertanya padaku.


  "Jadi kenapa kamu menghilang kemarin, aku sangat kerepotan lho, lagipula aku sangat mengkhawatirkanmu."


  "Maaf, saat itu aku sedang bertengkar dengan orang tuaku, maaf jika aku merepotkanmu."


  "Tidak, tidak apa-apa, apakah kamu sudah berbaikan dengan orang tuamu?"


  "...umm, kami sudah berbaikan kok."


  "Syukurlah kalau begitu."


Sesaat setelah istirahat seperti biasa aku menyantap makan siangku sendirian.


Shinji selalu mengajakku pergi ke kantin untuk makan bersama tapi aku selalu menolaknya.


Setiap aku makan sebenarnya aku selalu merasa kesepian, aku melihat gadis lain selalu makan bersama, tapi kenapa tidak ada yang mendekatiku? Mereka sangat mengagumiku namun sepertinya mereka sangat enggan untuk mendekatiku, apa karena aku adalah anak dari keluarga terpandang sehingga mereka takut berteman denganku? Benar juga kalau aku berteman dengan mereka pasti aku akan merepotkan mereka, lagipula orang tuaku melarangku berteman dengan sembarang orang. Kenapa aku selalu sendirian? Sama seperti dulu, aku memang ditakdirkan untuk selalu sendiri.


Tanpa kusadari, air mata mengalir di mataku. Aku segera pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka.


Ketika saya meninggalkan kelas, saya tiba-tiba bertemu Keiji.


"Kanon-chan, ada apa denganmu, apa kamu menangis?"


"Ah tidak, itu...mataku kemasukan debu."


"Oh begitu."


"...umm, ada apa Enju-kun?"


"Oke, ayo ngobrol di sana."


Kami berdua mengobrol di bangku taman.


"Apa yang ingin kamu tanyakan padaku?" Aku bertanya.


"Kanon-chan, sebenarnya aku ingin bertanya tentang masalahnya saat itu, apakah benar Haruto melecehkanmu, atau kamu hanya menjebaknya?"


“Jadi kamu tidak percaya padaku?”


"Aku tidak bermaksud begitu, hanya saja Haruto bilang kamu melakukan itu dengan sengaja, jadi aku bingung harus percaya pada siapa."


"Aku tidak memaksamu untuk percaya padaku, hanya saja apa untungnya aku melakukan itu padanya, oke kalau begitu aku pergi dulu."


Keiji terdiam setelah Miyuki pergi.


Ketika aku ingin pergi ke kamar mandi aku melihat Haruto mengikutiku.


Dia sepertinya ingin melakukan sesuatu padaku, yah aku punya rencana.


Saya sengaja pergi memancingnya ke gudang olah raga.


Saya memasuki gudang olahraga sambil mengirim pesan ke Shinji.


"Shinji-kun bantu aku, aku sedang berada di Gudang olahraga, di luar ada orang yang membututiku." isi pesan Miyuki.


Setelah aku masuk ternyata tebakanku benar, Haruto segera masuk dan mengunci pintu.

__ADS_1


"Miyuki, aku akhirnya menemukanmu."


"Izegawa-kun, kenapa kamu ada di sini?"


"Kau sudah tidak bisa kabur lagi Miyuki, aku benar-benar tidak tahu apa tujuanmu melakukan itu padaku, Shinji sangat bodoh karena mempercayai gadis sepertimu, hubungan kita juga sudah hancur, sekarang aku tidak peduli lagi padanya, sekarang aku ingin mengambil sesuatu yang sangat berharga darinya."


Haruto menjelaskan, dia berbicara sambil berjalan ke arahku.


"Apa yang ingin kamu lakukan padaku, menjauhlah."


Haruto segera menyudutkanku ke dinding.


"T-Tunggu, apa yang ingin kamu lakukan?"


Haruto tiba-tiba membuka kancing bajuku satu per satu.


“Daripada tidak mendapat apa-apa, lebih baik aku melakukan ini. Kenapa? kamu sudah menggodaku saat itu kan, ayo lanjutkan yang waktu itu Miyuki.”


Saat dia ingin mencium bibirku, aku menyeringai.


Haruto membelalakkan matanya, mungkinkah kamu?


"Brakkk!"


Di saat yang sama Shinji dan Keiji tiba.


Shinji segera memukul Haruto dengan keras.


"Apa yang kamu lakukan, bajingan!" teriak Shinji.


Aku langsung jongkok dan pura-pura menangis.


Shinji terus memukul Haruto sampai babak belur. Setelah itu dia tergeletak di lantai.


"Haruto, jika kamu berani menyentuh Miyuki lagi, aku akan melaporkanmu, kali ini aku masih akan memberimu kesempatan, ingatlah itu baik-baik." Shinji menekankan.


"Haruto, aku benar-benar kecewa padamu karena sudah mempercayaimu. Kanon-chan, aku minta maaf karena meragukanmu." ungkap Keiji.


Aku hanya terdiam sambil pura-pura menangis, dalam hatiku sebenarnya aku sangat bahagia hari ini, tapi ini baru permulaan, sekarang Shinji dan Keiji ada di tanganku, kalian sudah memasuki permainanku.


Setelah itu Shinji membawaku keluar dan mencoba menenangkanku.


Tak lama sepulang sekolah saya mengundang Shinji untuk berbicara di atap sekolah.


"Ada apa Miyuki, kamu baik-baik saja, maafkan aku, jika aku terlambat sedikit saja, kamu pasti sudah di lecehkan olehnya."


"...umm, tidak apa-apa, kamu sudah melindungiku, terima kasih Shinji-kun, maukah kamu selalu melindungiku Shinji-kun?"


"Tentu saja Miyuki, aku sangat mencintaimu, aku akan selalu melindungimu."


"Jika kamu benar-benar mencintaiku, apakah kamu akan melakukan apa pun untuk melindungiku?"


"Aku akan melakukan apapun untukmu."


"Aku sangat takut hal ini terjadi padaku lagi, jadi maukah kamu mengabulkan permintaan egoisku?"


"Tentu, katakan saja, Miyuki."


"Kalau begitu bunuh Haruto."


Shinji melebarkan matanya setelah mendengar permintaan Miyuki.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2