
Kembali Ke Rumah.
Kini aku sudah sampai di depan rumah. Aku melihat orang tuaku menungguku di depan pintu.
Aku menarik nafas panjang, menarik nafas dalam-dalam, mempersiapkan mental, oke aku turun, aku siap menerima resiko apapun dari orang tuaku.
Saya keluar dari mobil setelah pengemudi membuka pintu.
Aku berjalan tanpa melihat wajah orang tuaku karena aku takut.
"Aku pulang." Aku menyapanya dengan suara rendah.
"Plakkk!"
Beberapa saat kemudian, rasa sakit di pipiku menyadarkanku bahwa Ibu telah menamparku.
"Dari mana saja kamu, Miyuki! Karena kamu pergi, banyak gosip yang beredar tentang kamu, kamu telah menyusahkan kami dan mempermalukan keluarga." Ibu menggeram.
"Itu benar Miyuki, setidaknya berpikirlah sebelum melakukan sesuatu," tegas Ayah.
Aku mengertakkan gigi.
Selalu, selalu, selalu mereka utamakan kehormatan keluarga, pernahkah mereka sedikitpun memikirkan perasaanku? Sudah cukup. Berdebat dengan mereka pun tidak ada gunanya sama sekali, mereka tidak akan pernah mengerti.
"Maafkan aku."
Ucapku lirih sambil menyeka air mata yang terus keluar dan segera berlari menuju kamar.
Di sisi lain, Ryota yang baru saja terbangun dari tidurnya menyadari bahwa Miyuki sudah tidak ada lagi di sampingnya.
"Miyuki?"
Dia mencoba mencari Miyuki di kamar mandi, dapur, dan ruang tamu tetapi dia tidak dapat menemukannya.
Miyuki kau kemana? pikir Ryota.
Dia kembali ke kamar dan melihat surat di atas meja. Ryota membacanya.
"Ryota-kun, aku minta maaf. Aku harus pergi. Terima kasih banyak telah mengizinkanku menginap di tempatmu. Kita sudah berhubungan ****, hanya itu yang bisa aku lakukan untukmu. Tapi jangan salah paham, aku melakukan itu bukan karena membalas kebaikanmu semata, aku melakukan itu karena aku ingin, aku ingin melakukan itu bersamamu, setelah ini tolong lupakan aku, jika kamu bertemu denganku anggap saja hubungan ini tidak pernah terjadi, aku tidak bisa memberimu alasan kenapa aku memintamu untuk melupakannya, selamat tinggal Ryota-kun." isi surat Miyuki.
Apa-apaan, kenapa kamu meninggalkanku Miyuki? pikir Ryota.
Hari ini Ryota tidak masuk sekolah. Dia terus melamun tentang mengapa Miyuki meninggalkannya.
Karena ingin mendengar penjelasan langsung dari Miyuki, Ryota pun berangkat mencari kediaman Miyuki.
Setelah sekian lama dan bertanya pada beberapa orang, dia menemukan kediaman Miyuki.
Kini Ryota terlihat berdiri di depan gerbang rumah Miyuki. Rumah Miyuki sangat besar, halamannya sangat luas, dia bingung bagaimana cara bertemu Miyuki.
Dua penjaga terlihat berjalan menuju Ryota.
"Hei anak muda, apa yang kamu lakukan di sini?" tanya penjaga itu.
"Itu...apakah Miyuki ada di Rumah? aku ingin bertemu dengannya." Jawab Ryota.
“Anda mencari Nona Miyuki? Hubungan apa yang Anda miliki dengan Nona?”
"Aku hanya temannya, ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengannya."
"Tahukah kamu kalau Nona baru saja kabur dari rumah, mungkin ini ada hubungannya denganmu?"
__ADS_1
“Miyuki memang pernah tinggal bersamaku, tapi aku hanya membantu menyediakan tempat tinggal, dan aku sangat menghormatinya.” jelas Ryota.
Penjaga itu kemudian berbisik kepada penjaga lainnya, lalu penjaga lainnya segera masuk ke dalam.
Penjaga itu rupanya pergi melapor ke Ayah Miyuki.
"Tuan, di depan ada seorang pemuda yang sedang mencari Nona. Kata pemuda itu, selama ini Nona tinggal bersamanya." jelas Penjaga.
"Apa katamu, sialan, aku akan memberinya pelajaran." Ayah berkata dengan tegas.
Kaname yang berada di sampingnya kaget saat mendengarnya.
Saat Ayah pergi menemui Ryota, Kaname segera pergi memberitahu Miyuki.
"Nona, bolehkah saya masuk? Ada sesuatu yang ingin saya sampaikan kepada Anda."
"Masuk."
Kaname masuk.
"Nona, teman Anda ada di depan. Tuan telah tahu bahwa Anda tinggal bersamanya. Tuan sedang ke depan untuk menemuinya."
Ryota? Kenapa dia ada di sini, dasar bodoh!
Miyuki segera berlari ke depan untuk melihat.
Di sisi lain, Ayah sudah ada di sana.
"Jadi kaulah pemuda yang menyembunyikan putriku, brengsek."
"Plakkk."
Ryota terkena pukulan Ayah.
"Tunggu sebentar Papa, tolong jangan pukul dia."
"Ada apa Miyuki, jangan repot-repot, kamu sudah tinggal bersamanya selama ini, kan?"
"Itu benar tapi ini salahku, dia hanya memberiku tempat tinggal."
"Tapi tetap saja orang ini salah karena menyembunyikanmu, aku akan melaporkannya ke polisi." Ayah berkata dengan tegas.
Miyuki segera bersujud kepada ayahnya.
"Aku mohon Papa, aku akan melakukan apapun, aku akan menuruti semua keinginanmu, aku tidak akan memberontak lagi, aku juga tidak akan berhubungan lagi dengannya, tapi tolong lepaskan dia, aku mohon." Miyuki memohon.
"Baiklah, Papa akan menuruti kata-katamu, Miyuki."
Setelah mengatakan itu, ayahnya pergi.
"Miyuki?" Ryota memanggilnya.
"Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu disini bodoh, sudah kubilang, tolong lupakan hubungan kita."
“Aku datang ke sini hanya untuk meminta penjelasanmu, Miyuki. Apakah kamu meninggalkanku karena kamu takut ayahmu akan melakukan sesuatu padamu?”
"Cukup! Pulanglah. Rawat lukamu dan tolong lupakan aku." Miyuki menekankan.
"Tapi Miyuki?"
"Kaname, tolong bawa dia pulang dan pastikan dia mengobati lukanya." tegas Miyuki.
__ADS_1
"Baik Nona." jawab Kaname.
Miyuki pun pergi.
"Miyuki, tunggu!" teriak Ryota.
“Anak muda, ayo, aku akan mengantarmu pulang.” Kaname berkata dengan tegas.
"..umm, terima kasih banyak."
"Tunggu, aku akan mengambil mobil."
Setelah berada di dalam mobil, mereka mengobrol satu sama lain.
"Jadi sebenarnya apa hubunganmu dengan Nona?" Kaname bertanya sambil mengemudi.
“Hubungan kami, sulit dijelaskan, sepertinya sangat rumit.”
"Apa maksudmu kalian berdua tidak berkencan?"
"Itu tidak benar, aku sangat mencintai Miyuki, kami terlihat seperti saling mencintai tapi sebenarnya Miyuki sudah punya pacar."
Mendengar jawaban Ryota membuat Kaname terkejut.
"Apakah kamu serius?"
"Itu benar, aku tidak mengerti kenapa Miyuki berkencan dengannya, aku hanya takut Miyuki terpaksa berkencan karena pria itu sering menindas orang."
"Siapa nama orang itu?"
“Namanya Shinji Akihito.”
"Oke terima kasih."
"Boleh saya bertanya sesuatu?" Ryota bertanya.
"Tanyakan saja."
"Apakah Miyuki membenciku?"
"Bodoh! Aku baru saja melihat Nona melakukan itu demi seseorang. Dia ingin menuruti keinginan ayahnya. Menurutmu untuk siapa? Dia ingin melindungimu, mungkin kamu adalah seseorang yang spesial baginya."
"Sungguh, jadi apa yang harus aku lakukan?"
"Jika kamu benar-benar mencintai Nona, kamu juga harus bisa melindunginya, kamu harus bisa membaca keadaan, jika aku harus memberi nasehat, mungkin untuk saat ini kamu harus menuruti keinginan Nona, suatu saat nanti buktikan pada orang tuanya bahwa kamu layak menjadi pendamping Nona."
"Terima kasih banyak, Onee-san."
"Kaname, panggil saja aku Kaname."
"Baiklah Kaname-san."
"Lalu siapa nanamu?"
"Maaf telat memperkenalkan diri Namaku Ryota Fumio."
" Baiklah ini kartu namaku, tolong jika ada apa-apa tentang Nona hubungi aku."
"Baiklah..."
"Kalau begitu Berjuanglah, anak muda."
__ADS_1
Bersambung....