
Memulai Rencana Ke Dua.
Hari ini aku berangkat Sekolah seperti biasa, saat berjalan di dalam koridor aku bertemu dengan Ryota. Mata kami pun bertemu. Aku langsung teringat kejadian waktu itu saat dia mencium ku, entah kenapa jantung ku jadi berdebar-debar lagi.
Aku tidak tahu kenapa perasaanku menjadi seperti ini, ini mengerikan...apa aku menyukainya?
Ryota juga terlihat malu saat bertemu denganku, karena gugup aku pun langsung berlari menuju kelas.
Di sisi lain Ryota yang merasa di hindari oleh Miyuki ia pun merasa kalau Miyuki sekarang membenci dirinya.
Aku segera duduk sembari menyandarkan kepalaku di atas meja.
Tak berselang lama Shinji datang dan menyapaku.
"Pagi Miyuki."
"Pagi Shinji-kun!" aku membalas dengan nada tidak bersemangat.
"Kenapa tidak bersemangat begitu, apa kau tidak senang bertemu denganku?"
"Tidak kok! Maaf aku cuma sedang memikirkan banyak hal?"
Shinji tiba-tiba memeluk ku dari belakang.
"Kalau kau mempunyai masalah ceritakan saja padaku, aku akan siap mendengarkan." ungkap Shinji.
"Apa yang kau lakukan kita sedang berada di kelas bodoh!"
"Tidak apa-apa, biarkan aku tetap seperti ini untuk sementara, aku merindukanmu Miyuki, kemarin aku ingin dekat denganmu seperti ini tapi tidak bisa."
"Baiklah kalau begitu."
"Kau hari ini wangi sekali Miyuki."
Semua siswa di kelas pun menatap Shinji yang sedang memeluk Miyuki.
"Liat mereka...sialan Shinji enak banget."
"Ngomong-ngomong kenapa Miyuki mau dengan Shinji ya...bikin iri saja."
Bersamaan dengan itu Ryota pun masuk kelas, mata kami kembali bertemu, setelah itu aku langsung memalingkan pandangan lagi.
Kenapa aku selalu begini setiap melihat Ryota, aku benar-benar tidak mengerti. Ah sial, ini bukan saatnya untuk memikirkan itu, aku harus Fokus dengan tujuanku. aku berpikir sembari menepuk wajahku dua kali.
"Miyuki apa yang sedang kau lakukan sih?" tanya Shinji.
"Ah tidak apa-apa kok, aku sudah baik-baik saja...hmmm ngomong-ngomong mau sampai kapan kau mau memeluk ku begini Shinji-kun?"
"Ah maaf!"
Shinji pun melepas pelukanya. Bersamaan dengan itu Harto dan Keiji datang dan menyapa kami. Mereka semua pun terlihat saling mengobrol.
Aku harus segera menghancurkan mereka. Aku sudah memiliki rencana, ini pasti akan menarik. aku berpikir sembari tersenyum jahat di dalam hatiku.
Keesokan Harinya.
Hari ini aku akan menjalankan rencanaku, aku sengaja menulis surat dan aku taruh di loker sepatu Haruto, aku menyuruh Haruto untuk datang ke atap sekolah sendirian saat jam istirahat.
Tak berselang lama Haruto pun datang, saat membuka loker sepatu dia menemukan sebuah surat dan membacanya.
Surat ini dari siapa ya? Apa jangan-jangan ada yang mau menembak ku, akhirnya setelah sekian lama." pikir Haruto dengan hati berbunga-bunga.
Singkat waktu Istirahat pun tiba. Seperti biasa Shinji mengajak ku ke kantin tapi aku menolak karena sudah membawa bekal. Akhirnya Shinji pergi ke kantin bersama Haruto dan Keiji.
Setelah menghabiskan bekalku, aku segera pergi ke atap sekolah.
__ADS_1
Setelah sampai Haruto teryata belum datang aku pun menunggunya.
Kemudian terdengar suara pintu terbuka. Dan itu adalah Haruto, saat itu juga aku segera mengrimkan pesan kepada Shinji untuk datang kesini.
"Izegawa-kun!" aku memaggilnya.
Haruto pun ter kejut ketika melihat Miyuki yang berada di atap.
"Kanon-chan, ngomong-ngomong kau sedang apa di sini?"
"Aku sedang menunggumu Kok, kau sudah membaca suratku kan?"
"Jadi itu dari kamu? Kenapa kau menyuruhku untuk datang kesini?"
Aku langsung mendekati Haruto dan menggodanya.
"Izegawa-kun sebenarnya aku menyukaimu."
"Tunggu dulu apa maksudmu, bukanya kau sedang bersama dengan Shinji?"
Aku segera memegang tangan Haruto dan meletakan ke dadaku.
"Izegawa-kun, kau boleh menyetuhnya kok!"
Wajah Haruto langsung memerah dan mulai kehilangan akal.
"Miyuki apa kamu serius?"
"Tentu saja Haruto-kun!"
Haruto pun langsung mempermainkan dada Miyuki. Karena tidak tahan ia juga mencium leher Miyuki.
"Miyuki-chan Ehmmmm!"
Bersamaan dengan itu Shinji datang.
"Plakk!" Shinji memukul Haruto.
Aku langsung berlari memeluk Shinji dan berpura-pura menangis.
"Shinji-kun untung kau datang, Haruto telah melecehkan ku."
Mendengar penjelasan Miyuki Shinji pun murka.
"Haruto sialan kau!"
"T-Tunggu dulu Shinji, ini bukan seperti yang kau pikirkan." jelas Shinji.
"Aku melihat dengan mataku sendri kau sedang melecehkan Miyuki dasar berengsek."
"Plakkk!" Shinji kembali memukulnya.
"Aku kira kita teman tapi kau sudah menusuku dari belakang, aku tidak ingin berteman denganmu lagi." geram Shinji.
"Ayo kita pergi Miyuki."
Shinji mengajak ku pergi, saat pergi aku melihat Haruto sembari tersenyum jahat.
Miyuki apa sebenarnya tujuanmu, aku pasti akan membalasmu. pikir Haruto.
Rencanaku berhasil, sekarang aku sudah menghancurkan pertemanan mereka tinggal ke tahap selanjutnya. hihihi. Aku pun tertawa jahat di dalam hatiku.
Setelah itu Shinji pun menceritakan kejadian ini pada Keiji, Keiji pun terkejut saat mendengarnya, ia tidak percaya kalau Haruto berani melakukan itu.
Keiji pun segera pergi untuk mencari Haruto ia ingin mendengar penjelasan dari Haruto langsung.
__ADS_1
Haruto pun menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada Keiji.
Keiji pun akhirnya bingung harus mempercayai Shinji atau Haruto, dia pun memutuskan untuk menyelidikinya sendri.
Singkat waktu saat pulang Sekolah seperti biasa aku sudah di jemput oleh sopir. Tapi hari ini aku ingin pergi membeli sesuatu.
Aku pun diam-diam pergi lewat pintu belakang agar sopirku tidak melihatku.
Setelah keluar dari Sekolah aku pergi ke Mall untuk membeli Baju topi, kacamata dan masker.
Aku langsung memakainya agar orang lain tidak mengenaliku.
Aku pergi ke sebuah bar untuk mencari informasi tentang orang orang yang biasa menjual senjata Api Ilegal. Biasa tempat itu menjadi sarang penjahat untuk melakukan transaksi.
Saat aku memasuki bar Banyak orang yang melihatku, aku pun segera duduk di depan meja bartender.
"Nona kau mau pesan apa?" tanya seorang Bartender itu.
"Aku mau kopi hitam saja."
"Baiklah tunggu sebentar."
Selang beberapa lama kopi pun jadi.
"Ini silakan."
"Ah terimakasih."
"Nona aku baru melihatmu, kau terlihat masih Gadis, ini bukan tempat yang aman untuk seorang Gadis lo..." jelas Bartender itu.
"Aku tau kok, aku ingin bertanya padamu, apakah kau tahu orang yang biasa menjual senjata Api ilegal, kalau kau mau memberitahu, aku akan memberikan uang untukmu."
"Aku tidak akan bertanya untuk apa kau mau membeli senjata itu, aku akan mengantarkanmu ke orang itu jika benar kau mau memberikan ku uang."
"Apa segini cukup?"
Aku mengekurkan uang yang cukup banyak.
"Tentu saja, ini sudah lebih dari cukup, baiklah tunggu sebentar aku akan memanggil orang itu, aku akan menyiapkan tempat untuk bertransaksi, ikutlah denganku Nona."
Aku pun mengikuti orang itu menuju sebuah ruangan.
"Tunggu saja disini aku akan memanggilnya."
Tak berselang lama Bartender itu datang bersama laki-laki paruh baya.
"Ini adalah orang yang ingin membeli senjatamu tuan." jelas Bartender itu.
"Ohh...aku tidak menyangka kalau pembelinya adalah seorang Gadis muda, jadi senjata apa yang kau butuhkan tuan Putri?" tanya penjual senjata itu.
"Aku ingin senjata yang mudah di gunakan dan saat di gunakan tidak menimbulkan suara."
"Kalau begitu aku punya barang bagus untukmu, tapi ini sedikit mahal."
"Tidak masalah aku ingin membelinya."
"Baiklah."
Penjual itu pun segera membuka koper dan mengambil salah satu senjata.
"Ini adalah FN57 sudah di lengkapi dengan peredam di dalamnya, cara menggunakan sangat mudah bagaimana Nona?"
"Ok saya beli itu."
Setelah selesai aku pun segera keluar dari Bar untuk pulang ke rumah. Sebelum pulang tidak lupa aku kembali memakai seragam sekolahku dulu di toilet umum.
__ADS_1
Bersambung...