Balas Dendam Setelah Bereinkarnasi Menjadi Seorang Gadis

Balas Dendam Setelah Bereinkarnasi Menjadi Seorang Gadis
Chapter - 11


__ADS_3

Terkena Masalah.


Setelah selesai Masak Aku segera menyajikan masakanku di meja makan.


"Terimakasih sudah menunggu, silakan dinikmati makananya."


"Whoaa...kelihatanya enak." ungkap Ryota, ia pun memakanya.


"Emmm....Emmm....Emmm....!"


"Ryota...apa saat makan kau selalu berisik begitu?"


"Ini karena masakanmu sangat enak. Dari pada terdiam bukanya lebih baik menunjukan perasaan yang sebenarnya."


"T-Terimakasih."


Entah kenapa aku jadi merasa sangat malu setelah di puji seperti itu.


Setelah selesai makan aku pun segera mencuci peralatan makan, sementara Ryota mengelap piring yang selesai di cuci.


Sembari melakukan pekerjaan, kami pun saling mengobrol.


"Miyuki, aku sangat senang kau bisa tinggal di sini."


"Aku juga senang, terimakasih sudah memberikan tempat tinggal untuku."


"Kau tidak perlu berterimakasih begitu. Miyuki sebenarnya aku ingin minta maaf, aku ingin minta maaf karena waktu itu aku menciumu tiba-tiba, maafkan aku."


Kenapa tiba-tiba dia jadi membahas soal itu, waktu itu benar-benar memalukan sampai aku tidak bisa berkata-kata.


"S-Sudah tidak perlu di bahas lagi, aku tidak apa-apa kok sungguh, k-kalau begitu aku mau mandi dulu jaa."


Karena malu aku pun segera pergi mandi berendam air panas. 


Kenapa aku selalu merasa seperti ini, ini benar-benar gawat, apa aku beneran menyukai Ryota? Aku pun menenggelankan kepalaku di bak mandi karena terlalu malu


Setelah selesai Mandi Aku segera memakai pakaian olah raga milik Ryota yang sudah aku cuci. Aku harus bisa bersikap seperti biasa lagi di depanya.


Singkat waktu setelah bergantian mandi kami pun menonton TV bersama sampai larut malam. Saat sedang menonton entah kenapa mataku tiba-tiba terasa sangat ngantuk, aku pun memejamkan mataku.


Ryota pun terkejut ketika Miyuki tiba-tiba jatuh tertidur di bahunya.


"Miyuki hoe...kalau tidur tidurlah di kamar." tegas Ryota sembari menggoyang-goyangkan tubuh MIyuki.


Karena tidak ada respon dari Miyuki, Ryota pun segera megendong Miyuki menuju kamar dan membaringkanya di kasur, kemudia ia menyelimutinya.


Ryota terus memandangi wajah Miyuki yang sedang tertidur, dia pun merasa kalau Miyuki sangatlah imut.


Dasar, seharusnya kau tidak tidur sembarangan di depan cowok, aku  bisa saja melakukan sesuatu padamu tau.


Setelah berpikir seperti itu Ryota pun ingin menyetuh wajah Miyuki, tapi karena takut Miyuki terbangun ia pun tidak jadi melakukanya.


Keesokan harinya.


Saat aku terbangun aku terkejut kareana sudah berada di dalam kamar, aku pun tahu Ryota pasti yang sudah membawaku kesini karena semalam aku ketiduran, ini memalukan.

__ADS_1


Aku pun keluar dari kamar dan melihat Ryota sedang menyiapkan sarapan.


"Selamat pagi Ryota-kun."


"Pagi Miyuki, kau sudah bangun, maaf tadi malam kau ketiduran, jadi aku pidahikan kamu ke kamar."


"Tidak apa-apa kok, terimakasih Ryota."


"Baiklah sekarang cuci mukamu terus sarapan."


"...umm, baiklah."


Setelah cuci muka aku pun sarapan dengan Ryota.


"Maaf kalau aku selalu merepotkanmu Ryota-kun."


"Tidak, aku tidak merasa di repotkan kok, malah aku senang ada kamu disini."


"Begitu ya." Entah kenapa aku kembali di buat malu.


Setelah itu Ryota pun pergi kesekolah. aku kembali sendirian di rumah,  sebernarnya aku sangat bosan sendirian di rumah, aku ingin cari angin di luar tapi takut ketahuan. 


Kalau tidak salah di tas ada Masker, topi dan kacamata, mungkin dengan itu aku bisa keluar cari angin. baiklah hari ini aku putuskan akan kelur rumah.


Aku pun segera memakai topi, masker, kacamata dan masih mengenaka pakaian olah raga.


Lebih baik aku joging saja di sekitar komplek.


Setelah setengah jam berlari aku pun pergi untuk minum Air di kran yang ada di taman. Setelah itu aku pun duduk di bangku taman sembari melihat anak_anak kecil bermain pasir.


Setelah beberapa menit duduk tiba-tiba dari belakang ada seseorang yang menepuk pundaku.


"Permisi bisa minta waktunya sebentar." tanya Polisi itu.


"Baiklah.


Gawat nih, kenapa ada Polisi di sini.


"Maaf, saya mendapatkan laporan kalau ada orang mencurigakan sedang duduk di taman, tolong apakah anda bisa membuka topi, kacamata dan masker anda.


Aduh kenapa aku bisa lupa, dengan penampilan seperti ini pasti orang-orang akan menaruh curiga padaku. kalau aku menunjukan wajahku Polisi itu pasti akan tauhu kalau aku ini masih pelajar, mereka pasti akan bertanya kenapa aku berada di sini dan tidak sekolah, setelah itu mereka pasti akan membawaku kepada orangtuaku, bagaimana ini, kalau aku kabur juga percuma aku malah akan di anggap sebagai keriminal. sial apa boleh buat.


"Baiklah." aku pun membuka topi, kacamata dan maskerku.


"Kau teryata masih seorang remaja, ini jam sekolah apa yang kau lakukan di sini, apa kau sedang membolos?" tanya Polisi itu.


"Aku cuma...."


Aku pun bingung tidak bisa berkat-kata lagi.


"Lebih  baik tunjukan dimana rumahmu, aku akan meminta keterangan dari orang tuamu, bisakah kau ikut deganku, dan tujukan dimana rumahmu."


"Tidak! aku tidak mau pulang."


"Kalau begitu ikutlah kekantor." tegas Polisi itu.

__ADS_1


Bagaimana ini? apa aku harus lari?


"Tunggu dulu!" Bersamaan dengan itu tiba-tiba datang seroang wanita paruh baya dengan rambut hitam di ikat kucir kuda dengan memakai jas hitam. 


Aku pun melebarkan mataku. "Kaname-san!"


Aku ingat wanita ini. Wanita ini adalah Kaname Hoshino, salah satu kaki tangan ayahku dan ia juga seorang intelijen.


"Pak Polisi anak ini adalah Nona saya, bisakah anda melepaskanya, maaf karena sudah membuat anda kerepotan." jelas wanita itu.


"Ah jadi begitu, kalau begitu aku serahkan dia padamu." Polisi itu pun pergi.


Kaname menatapku. "Nona akhirnya aku menemukanmu."


"Apa kau ingin membawaku pulang?"


"Tentu saja, Orangtuamu sangat mengawatirkanmu lo, aku sudah lama mencarimu di  sekitar sini, menurut salah satu keterangan supir Taxi yang sudah aku tanya, dia menurunkan seorang Gadis di dekat sini, aku tak menyaka akan semudah ini menemukanmu."


"Aku tidak ingin pulang, aku tidak ingin tertekan dan di atur-atur lagi, aku ingin hidup normal sama seperti anak pada umumnya." jelas Miyuki.


"Hah....." kaname menghela nafas. "Dasar anak muda. Cepat pakai topimu, mari kita bicara di caffe."


"Baiklah."


Aku dan Kaname pun pergi ke caffe, setelah memesan minuman kami pun saling mengobrol.


"Nona wajahmu terlihat pucat, apa kau makan dengan teratur? di mana kau tinggal? kau tidak membawa uang kan?" tanya Kaname.


"Aku tinggal dengan temanku, dia cowok tapi dia sangat menghormtiku dan sangat baik padaku jadi kau tidak perlu menghawatirkanku."


"Jadi begitu apa Nona menyukai cowok itu?"


"K-Kenapa tiba-tiba bertanya begitu?"


'Ehh...sudah ku duga, espresi Nona pasti begitu, dasar anak muda, apa kalian tinggal cuma berdua?"


"Ya...begitulah."


"Kalau begitu Nona harus pulang, saya tidak bisa membiarkan laki-lali dan perempuan hidup bedua dalam satu atap, itu terlalu beresiko."


"Kaname-san aku mohon berikan waktu sebentar saja, setelah itu aku berjanji akan pulang, aku mohon?"


"Kalau begitu 3 hari, aku akan memberikan waktu 3 hari, setelah 3 hari aku akan menjemputmu."


"Benarkah? baiklah terimakasih banyak Kaname-san."


"Dasar! dengar aku Nona, walaupun aku mengijinkanmu tetap tinggal dengan temanmu, tapi kau tau sendiri siapa Ayahmu kan, cepat atau lambat dia pasti akan menemukanmu, kau juga harus memikirkan orang di sekitarmu, kau pasti tidak ingin merepotakn temanmu kan?"


Kenapa aku tidak memikirkan itu? aku memang orang yang egois.


"Aku mengerti terimakasih banyak Kaname-san."


"Baiklah untuk sementara aku akan diam, bawalah uang ini jika Nona membutuhkan sesuatu, tapi sebelum kita berpisah aku ingin tahu tempat tinggal Nona sekarang."


"...umm, baiklah aku megerti."

__ADS_1


Setelah itu aku pun menuju apartemen Ryota dengan Kaname.


Bersambung...


__ADS_2