
...Target pertama...
...----------------------------------------------------------------------------...
Saat Aku kembali ke kelas Ryota pun menghawatirkanku.
"Kanon-chan! Kau tidak apa kan?" tanya Ryota.
"Aku tidak apa-apa kok Fumio-kun."
"Apa kakakmu melakukan sesuatu padamu?"
Aku pun tersenyum kaku.
"Ahahaha, tidak-tidak kok!"
Setelah itu Aku segera duduk di bangku dan menyandarkan kepalaku di atas meja.
Ryota pun heran dan terus memperhatikan Miyuki.
Apa dia sedang menyembunyikan sesuatu padaku, sebenarnya apa yang sudah kakaknya lakukan padanya? Pikir Ryota.
Tak berselang lama Shinji dan temanya pun kembali menghampiriku.
"Kanon-chan! tadi aku sempat melihat Kazuya menggandengmu dengan kasar, Apa yang terjadi dengan Kazuya? Apa kalian bertengkar, Sebenarnya apa yang dia lakukan?"
"Tidak apa-apa kok! Cuma masalah kecil saja."
Singkat waktu Sekolah hari ini pun berahir, Kazuya teryata sudah menungguku pulang di depan kelasku.
"Miyuki-chan! Ayo kita pulang!"
"Baiklah Onii-chan!"
Aku pun berjalan pulang dengan Kazuya.
Shinji dan teman-temanya pun jadi heran dengan sikap Kazuya yang sangat Overprotectiv pada Miyuki.
Sesampainya di depan gerbang Sekolah, kami sudah di jemput oleh sopir, tapi hari ini Aku mempunyai rencana lain, Aku ingin membeli sesuatu dulu untuk rencanaku nanti malam.
"Onii-chan! Aku ingin membeli sesuatu, lebih baik kau pulang duluan!"
"Tidak Miyuki! kalau begitu Aku akan menemanimu!"
Cih dia memang merepotkan, Aku pun berbisik padanya.
"Onii-chan, Aku akan membeli sesuatu, untuk menjadi kejutan untukmu nanti malam, jadi Aku malu kalau kau ikut!"
Mendengat bisikan Miyuki hati Kazuya langsung berbunga-bunga ia pun membayangkan apa yang akan dilakukan Miyuki nanti malam, dia membayangkan kalau Miyuki membeli baju yang sexy untuk di pakainya nanti malam.
"Baiklah kalau begitu Miyuki."
"Tunggu Nona...anda tidak boleh keluar sendiri nanti saya bisa kena marah tuan." tegas Sopir itu.
"Biarkan saja...nanti biar aku yang katakan kalau Miyuki sedang ikut eskul, Miyuki ingin pergi membeli sesuatu kau bisa menjemputnya saat sudah selesai." tegas Kazuya.
"B-Baiklah tuan Muda." jawab Sopir itu.
"Miyuki kalau sudah selesai jangan lupa kirim pesan ke pak sopir ya, aku pulang dulu."
"....ummm baiklah."
Aku pun tersenyum manis pada Kazuya, didalam hatiku, Aku tersenyum jahat.
Singkat waktu malam pun tiba, tepat tengah malam Kazuya segera menuju kamar Miyuki.
__ADS_1
"Onii-chan kau lama sekali!"
Kazuya langsung memeluku dan menegang dadaku.
"Apa kau sudah menungguku Miyuki?"
"Tentu saja!" Aku tersenyum manis padanya.
"Baiklah kalau begitu Miyuki ayo kita mulai."
Kazuya pun langsung membuka pakaianku.
"T-Tunggu dulu Onii-chan."
Aku pun segera menjalankan rencanaku.
"Ada apa Miyuki?" tanya Kazuya.
"Onii-chan Ayo kita sedikit bermain-main?"
"Bermain? Apa maksudmu Miyuki?"
"Aku sebenarnya menyidap Sadomasokis, Aku ingin berfantasi denganmu, malam ini kita Akan melakukan itu sembari membrogolmu, apa kau mau?"
Mendengar kata-kata Miyuki Kazuya pun tidak menyangka kalau Miyuki suka yang begituan, Kazuya pun mengikuti keinginan Miyuki.
"Baiklah Miyuki-chan!"
Aku tersenyum jahat dalam hatiku, Aku pun segera membrogol dan mengikatnya.
"Onii-chan sekarang Aku akan menutup matamu ya?"
"Tunggu Miyuki! Kenapa di tutup?"
"Aku ingin memberi kejutan untukmu dengan memakai baju yang sexy."
"Baiklah Miyuki-chan!"
Aku pun segera menutup matanya.
Setelah itu Aku mengambil pisau yang sudah aku siapkan.
"Miyuki kau lama sekali."
"Sabar sekarang aku akan membuka penutup matamu."
Aku pun membuka tutup matanya.
Kazuya pun sangat terkejut melihat Miyuki yang sudah memegang pisau dengan tatapan menakutkan.
"M-Miyuki apa yang ingin kau lakukan dengan Pisau itu? itu berbahaya kau bisa melukaiku?"
"Ehhhh! Aku tadi kan sudah bilang padamu, kalau Aku itu orang Sadomadokis, hihihi!" Aku berbicara sembari menjilat Pisauku.
Kazuya menjadi sangat ketakutan.
"Ehhh kenapa kau ketakutan begitu Onii-chan, hihihi...baiklah bagaimana kalau aku sedikit menggores wajahmu."
"Ja-jangan Miyuki, nanti Aku bisa kesakitan!"
Aku mengores sedikit dengan Pisau di pipinya
"Akhhhhhh!" Kazuya berteriak kesakitan.
"Hihihi...kau ini berisik sekali ya Onii-chan! Lebih baik Aku membungkam mulutmu dengan lakban!"
__ADS_1
Aku pun segera membukam mulut Kayuza dengan Lakban.
"Mmmmmmmmm!" suara erangan Kazuya.
"Kau sudah sedikit lebih tenang ya sekarang, hihihi...bagaimana kalau aku menusuk jantungmu Onii-chan heee."
"Jelebbb!"
"Hihihi,hihihii!"
Kazuya langsung kejang-kejang.
Kazuya yang sudah tidak bisa berbuat apa-apa ia pun pasrah, ia sama sekaki tidak menyangka hidupnya akan berakhir teragis seperti ini.
Setelah berhasil membunuh Kazuya, Aku membuka Brogol, lakban berserta ikatanya. Aku menyimpanya brogolnya dan membuang bekas lakban dan talinya, setelah itu Aku berteriak ber sandiwara melindungi diriku yang hampir di perkosa oleh Kazuya dengan menusuknya.
"Kyaaaaa!"
Mendengar teriakan Miyuki, kedua orang tuanya dan semua pelayan terbangun dan segera menuju kamar Miyuki untuk melihat apa yang terjadi.
"Apa yang terjadi Miyuki!" teriak Ayah.
Aku segera berlari mendekap Ayahku.
"P-Papah aku tidak sengaja membunuh Kakak, Kakak ingin memperkosaku, Aku hanya ingin melindungi diriku!"
Mendengar kata-kata Miyuki Ayah pun sangat terpukul, karena dia harus Kehilangan Kazuya dan ia pun tidak menyangka kalau Kazuya bisa melakukan hal sebejad itu.
Aku juga menceritakan kalau sebenarnya Kazuya sudah lama melakukan hal ini padaku sampai akhirnya Aku melakukan bunuh diri karena tidak tahan.
"Maafkan Aku Papah, Mamah, Aku telah membunuh kakak!" Aku berpura-pura menangis.
Ibuku pun memeluku.
"Tidak apa-apa Miyuki! Ini bukan salahmu, kau hanya melindungi dirimu sendiri, jangan salahkan dirimu!" tegas Ibu.
Mendengar kata-kata ibuku Aku pun tersenyum jahat di dalam hatiku.
Ayaku juga memeluku, dia juga berkata sama dengan ibu.
Akhirnya Ayah memutuskan untuk tidak melaporkan kasus ini pada Polisi, karena takut kalau Aku akan di salahkan, ia pun memilih untuk menyembunyikan penyebab kematian Kazuya. Dan membungkam para saksi mata dengan uang. Dan aku sudah menprediksikan semuanya pasti akan jadi seperti ini, orang tuaku sudah pasti takut aku akan di tahan.
Saat pagi Ayahku mengumamkan kematian Kazuya akibat penyakit jantung, untuk melindungi diriku.
Semua media langsung memberitakan kematian anak pertama dari pengusaha terkaya dan terkenal di Jepang.
Sekarang adalah hari berduka untuk keluargaku, banyak orang yang datang kesini, teman-teman sekolah, Guru-Guru juga semuanya datang.
Shinji dan teman-temanya juga datang, mereka juga sangat terkejut atas kematian Kazuya yang mendadak.
Shinji dan teman-temanya pun menghampiriku.
"Kanon-chan Aku turut berduka atas kematian Kazuya!" ungkap Shinji.
"Aku juga turut berduka atas kematian Kazuya." Sambung Haruto.
"Aku juga berduka Atas kematian Kazuya, kau harus tetap tersenyum Kanon-chan!" Keiji menyemangatiku.
Aku tersenyum pada mereka.
"Terima kasih banyak semuanya!"
Dalam hatiku berkata, Selanjutnya adalah giliran kalian hihihi.
Aku senang, akhirnya Aku berhasil melakukan rencana pertamaku dengan sukses.
__ADS_1
Bersambung....