Balas Dendam Setelah Bereinkarnasi Menjadi Seorang Gadis

Balas Dendam Setelah Bereinkarnasi Menjadi Seorang Gadis
Chapter - 4


__ADS_3

...Perasaan yang Mulai Berubah...


...----------------------------------------------------------------------------...


Sudah tiga hari semenjak kematian Kazuya, Ibu dan Ayah juga masih terlihat sedih, mungkin cuma Aku yang paling bahagia melihat kematian Kazuya.


Hari ini Aku masuk sekolah seperti biasa setelah libur Dua hari untuk menghormati kematian Kazuya.


Aku juga sudah terbiasa menjalani hidup sebagai seorang Gadis, ya...awalnya memang sangat sulit untuk menerima ini karena aku harus beradaptasi dengan tubuh seorang Gadis, memang terlihat memalukan, apa lagi saat buang air kecil dan Mandi, tapi aku sudah di beri kesempatan untuk hidup, aku tidak boleh menyianyiakan kesempatan ini untuk membalas semua perlakuan kejam teman kelasku.


Aku harus segera bertindak membuat rencana selajutnya, Aku harus mendekati Shinji terlebih dahulu, sepertinya dia terlihat tertarik padaku, untungnya aku mempunyai paras yang cantik dan tubuh yang bagus ini keutungan buatku.


Di sisi lain saat Shinji berjalan menuju kelas, ia melihat Miyuki yang juga sedang berjalan jauh di depan.


Shinji segera menyusul Miyuki dan menyapanya.


"Pagi Kanon-chan!"


"Ahh! Pagi."


"Kanon-chan apa kau masih sedih setelah kematian Kakakmu?" tanya Shinji.


"Aku sudah baik-baik saja kok. Akihito-kun, kita kan sudah berteman, lebih baik kau memaggilku dengan nama depanku."


"I-Itu sedikit memalukan tapi baiklah M-Miyuki."


"Hehehe....kenapa mukamu merah begitu, kalau begitu aku juga akan memaggilmu Shinji, boleh kan?"


"Tentu saja Miyuki-chan."


"Kalau begitu Aku duluan ya jaa!" aku pun pamit."


Hihihi dalam hatiku tersenyum jahat.


Setelah sampai di Kelas Aku segera duduk di bangku ku, semua teman kelasku menghampiriku untuk berbelasungkawa atas kematian Kazuya.


Ryota juga datang menghampiriku.


"Kanon-chan! Apa kau masih sedih?" tanya Ryota.


"Aku sudah baik-baik saja kok! terimakasih Fumio-kun!"


Aku tersenyum manis padanya.


Melihat senyum manis Miyuki wajah Ryota sedikit memerah, ia pun segera duduk kembali di bangkunya.


Bel masuk pun berbunyi. Pelajaran pertama adalah olah raga, setelah berganti pakaian olah raga, sekarang semuanya sudah berkumpul di lapangan.


Semua cowok langsung membicarakan Miyuki.


"Lihat...Miyuki yang memakai baju olah raga juga sangat manis."


"Benar...dia benar-benar kawaii."


Entah kenapa semua cowok memperhatikanku, aku jadi merasa sedikit tidak nyaman...perasaan inikah yang di rasakan cewek saat di tatap para cowok, aku jadi merasa bersalah saat jadi cowok.


__ADS_1


"Kenapa kalian terus melihatku begitu...aku malu tau."


Aku berkata dengan malu.


Setelah Miyuki berkata begitu, para cowok langsung salting dan mengalihkan pandanganya.


Hari ini kami semua akan melakukan lari 7 putaran sementara anak cowok 10 putaran.


Saat sedang berlari kakiku tersandung, aku pun terjatuh.


Melihat Miyuki terjatuh, Shinji, Haruto dan Keiji ia segera berlari menolongnya tapi mereka sudah keduluan Ryota.


"Kanon-chan, kau tidak apa-apa?"  tanya Ryota khawatir.


"Ittaaaa...tenang saja Aku tidak apa-apa kok!"


"Tapi Kakimu berdarah, biar Aku antar ke UKS!"


Ryota segera mengendong Miyuki ke UKS.


"Sensei Aku akan mengantarkan Kanon ke UKS!"


"Baiklah Ryota, cepat antarkan dia!" jawab Sensei.


Aku pun terkejut Ryota tiba-tiba menggendongku, ini sangat memalukan.


Shinji, Haruto, Keiji dan para cowok mereka merasa sangat kesal melihat Ryota membawa Miyuki Ke UKS, mereka terlihat iri.


Sesampainya di UKS.


"Sensei ada yang terluka!"


"Ehh...kenapa tidak ada orang? kalau begitu biar Aku yang merawat lukamu!'


"Terimakasih Fumio-kun! Maaf merepotkan!"


"Tidak masalah kok!"


Ryota pun segera mengambil kotak obat dan mulai mengobati lukaku.


"Pelan-pelan ya?"


"Baiklah, aku akan berhati-hati."


Aku pun senang Ryota menolongku, dari dulu dia memang orang yang sangat baik.


"Sudah selesai, lebih baik sekarang kau tiduran saja disini, Aku akan kembali!"


Saat Ryota ingin pergi Aku menarik bajunya.


"Jangan pergi!"


"Ada apa Kanon-chan? Apa kau takut?"


"Tidak! hanya saja Aku tidak suka sendirian lagi!"


"Baiklah kalau begitu, Aku akan menemanimu di sini!"

__ADS_1


Ryota pun duduk disampingku.


"Fumio-Kun, kau pernah bilang kan, kalau kata-kataku mengingatkanmu pada sahabatmu, Aku ingin tau tentang dia?"


Ryota terdiam sejenak.


"Hmmm...baiklah, Aku akan menceritakanya!"


Ryota mulai bercerita.


"Orang itu bernama Makoto Seichi, dia selalu sendirian dan Aku tidak pernah melihat dia berinteraksi dengan orang lain, semua orang menganggapnya kalau dia Anak yang aneh, banyak juga orang yang tidak menyukainya, saat pelajaran olah raga, Aku melupakan sesuatu dan kembali ke Kelas, saat sampai di Kelas Aku melihat dia sedang di buli oleh temanya, melihat aku datang mereka pun akhirnya pergi, setelah itu Aku mencoba berbicara denganya dan teryata dia adalah orang yang sangat canggung dan tidak percaya diri, mulai hari itu kami mulai berteman, saat kami sudah mulai dekat Aku terkejut, teryata dia bisa tersenyum juga, dia pun menceritakan tetang dirinya yang tidak bisa berinteraksi  dengan orang lain, oleh karena itu dia memutuskan untuk tidak berbicara dengan siapapun, dan tiba hari itu Aku sungguh tidak percaya kalau dia Akan menghilang, sampai sekarang belum ada yang menemukanya, petugas pun sudah mengambil kesimpulan mungkin dia sudah mati, aku sangat menyesal sebenarnya dari dulu aku ingin berteman denganya, aku juga belum meminta maaf padanya kalau sebenarnya aku selalu melihat pembulian yang di lakukan teman-temanya, tapi aku diam saja tidak bisa berbuat apa-apa, aku sebenarnya bukan teman yang baik, aku ini pengecut, aku layaknya bunglon yang membaur dengan lingkungan untuk melindungi diriku sendiri, pada hari itu aku ingin meminta maaf padanya tapi dia sudah pulang dan saat hari berikutnya dia tidak berangkat secara terus menerus dan aku mendapatkan kabar kalau dia menghilang, aku sangat menyesal, aku benar-benar ingin meminta maaf."


Mendengar cerita Ryota entah kenapa Air mataku keluar dengan sendirinya.


Aku pun segera memeluk Ryota sembari menangis.


Ryota pun terkejut tiba-tiba Miyuki memeluknya.


"K-Kanon-chan? kenapa Kamu memeluku."


"Aku tidak ingin kau melihat ku menangis, tolong biarkan begini sampai aku tenang."


"Baiklah."


Sstelah merasa tenang aku melepas pelukanku.


"Maafkan Aku Fumio-kun, aku sangat terharu mendengar ceritamu, Aku yakin dia pasti akan memaafkanmu, aku sangat yakin itu."


Ryota tiba-tiba menghapus Air mataku dengan tanganya.


"Terimakasih Miyuki, Aku senang kau mau menangis untuk sahabtku, bolehkah aku memanggilmu Miyuki mulai sekarang?"


Tanya Ryota sembari memegang Pipi dan telinga Miyuki, ia pun terus memandangi mata Miyuki yang berkaca-kaca.


"B-Boleh saja."


Ehhh...kenapa dia menatapku begitu, jantungku pun tiba-tiba berdetak dengan cepat ketika Ryota menyentuhku, perasaan apa ini? apa yang terjadi dengan diriku? Pikir Miyuki.


Setelah itu Ryota dengan cepat menyingkirkan tanganya dari pipi Miyuki.


"M-Maafkan aku karena sudah lancang, aku tidak bermaksud seperti itu, mungkin karena aku terbawa suasana jadi maafkan aku."


Ryota juga terlihat sangat malu.


Aku pun tersenyum kaku.


"Ahahaha tidak apa-apa kok!'


Kami terdiam dan suasana pun menjadi sangat canggung.


"K-Kalau begitu Aku kembali dulu, sampai nanti Miyuki jaa!"


Ryota pun buru-buru pergi karena malu.


Miyuki langsung berbaring sembari memeluk bantal dengan erat dan wajahnya sangat merah.


Kenapa wajahku jadi sangat panas.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2