Bara Dan Sepasang Sayap

Bara Dan Sepasang Sayap
Terlambat


__ADS_3

Pagi ini Bara bangun kesiangan. Padahal ia sudah memasang alarm pukul 5 tapi kenapa ia tetap terlambat bangun tidur. Sepertinya ia harus mengganti jam weker nya dengan alarm pemadam kebakaran.


Jam sudah menunjukkan pukul 07.15 atau dalam artian 15 menit lagi gerbang sekolah akan ditutup. Bara bahkan baru saja bangun tidur. Pasti tidak akan sempat jika dirinya berangkat sekarang.


Benar-benar hari yang buruk. Sudah kesiangan, sekarang Bara harus menghadapi ban motornya yang kempes. Kenapa motor ninjanya itu harus bermasalah di situasi seperti ini si? Bara mengacak rambutnya kasar.


"Lo napa pake acara kempes segala si Bimo..." keluh Bara pada motor ninja yang ia beri nama Bimo tersebut.


"Harusnya tu kalo mau bocor bilang-bilang kek dari kemarin biar bisa gue bawa ke bengkel dulu kalo gitu..." oke sepertinya efek terlambat masuk sekolah membuat perkataan Bara tambah absurd.


Dan jadilah Bara baru sampai di sekolah setengah jam kemudian. "Pak Sabar Bara coming ni. Bukain dong gerbangnya" teriak Bara memanggil satpam sekolahnya.


"Lho tumben kamu telat, Bara? Biasanya juga dateng paling pagi ke sekolah " tanya Pak Sabar.


Bara hanya menghela nafas lelah. Pengin cepet masuk kelas eh malah kena interogasi satpam sekolah. Nasib-nasib.


"Kesiangan nih pak. Udah dong nanti lagi aja kalo mau tanya-tanya. Bukain dulu aja pak gerbangnya, udah kepanasan nih saya. " pinta Bara sembari menunjukan gestur tengah mengipasi leher dengan tangan.


"Waduh ndak bisa gitu. Menurut relugasi yang ada"


"Regulasi Pak Sabar" koreksinya.


"Nah itu maksudnya. Jadi menurut regulasi yang ada kalo ada siswa yang terlambat harus izin ke guru BK dulu" ujar satpam tersebut.


"Ya ampun pak. Ribet amat deh pake segala ijin ke guru BK. Lagian juga guru BK nya lagi nggak jaga juga kan, jadi mending..." pucuk di cinta ulam pun tiba, belum juga selesai ucapan Bara orang yang tengah mereka bicarakan tiba-tiba datang.


"Ada apa ini Pak Sabar" tanya guru BK yang biasa dipanggil Bu Ruk oleh anak-anak alias Bu Rukmini.


"Ini bu ada siswa yang terlambat." ujar Pak Sabar.


Bu Ruk segera memerintahkan untuk membuka gerbang agar motor Bara bisa masuk.


"Eh, mau kemana kamu?" cegat Bu Ruk yang melihat Bara hendak pergi usai memarkirkan motornya.


"Mau ke kelas lah bu. Mau belajar gimana si ibu ni" jawab Bara enteng.

__ADS_1


"Enak saja. Kamu Ibu hukum untuk membersihkan halaman belakang sekolah. Baru saya izinkan masuk kelas."


"Ya ampun Bu, pake acara dihukum segala sih. Lagian saya juga baru pertama telat lho ini. Emang Ibu nggak ada niatan ngasih dispensasi gitu ke saya." tawar Bara.


"Bersihkan halaman belakang sekarang atau saya tambah hukuman kamu" sergah guru BK tersebut.


"Eh iya iya. Ini otw Bu. Yaela sensi amat ntar cepet tua tau rasa Bu. Eh Ibu kan udah tua ya hehe"


"Bara!!!" teriak Bu Ruk membuat Bara cepat-cepat kabur dari sana.


Jika kalian fikir Bara sedang menjalani hukumannya, maka kalian salah karena sekarang anak itu malah asyik memakan seblak di kantin sekolah padahal ia tidak bisa makan pedas.


Hadeh-hadeh bukan tipe murid idaman ini mah.


"Gila pedes juga ini seblak." Nah loh kepedasan juga kan akhirnya. Bara segera meminum es teh yang sudah ia pesan sebelumnya.


Tidak tau saja Bara apa yang akan terjadi jika sahabatnya melihat Bara makan pedas dan minum es di pagi hari.


"Woy cil. Bolos lu?" tanya Satria salah satu anggota inti Geng Alaskar.


"Aelah dilirik doang dong gue. Gue aduin ah nanti ke Alex kalo lo bolos sama makan seblak pagi-pagi" goda Satria.


Bara yang mendengar itu langsung melirik tajam ke arahnya. "Dih, cepu lo Bang Sat"


"Eh nggak boleh ngumpat cil" peringat Satria.


"Siapa juga yang ngumpat. Nama lo kan Satria, ya gue panggil Bang Sat lah" ujar Bara.


"Yee nggak usah disingkat juga lo manggilnya Bambang. Bikin ambigu orang yang denger tau"


"Biarin, wlee"


"Eh dengar-dengar lo ikut balapan liar ya semalem cil?" tanya Satria.


"Siapa yang balapan?" belum sempat Bara menjawab suara dingin yang amat ia kenali ikut bertanya.

__ADS_1


Dan disinilah Bara berada. Markas geng Alaskar dengan banyak pasang mata mengintrogasi.


"Jadi benar lo balapan liar semalem, Al?" tanya Alex.


Bara yang ditanya hanya diam saja. Nggak berani dia tuh. Takut-takut Alex ngamuk dan menyita motornya.


"Bara!!" sentak Alex. Pengin pulang aja deh Bara sekarang.


"I..iya Bang. Maapin Bara, Bang. Jangan hukum ya ya?" mohon Bara sembari memperlihatkan puppy eyesnya berharap Alex dan kawan-kawannya tidak jadi menghukumnya.


Alex yang melihat pemandangan menggemaskan di depannya segera mengalihkan pandangan. Ia tidak boleh luluh dengan Bara kali ini.


"Ikut balapan liar, terlambat masuk sekolah, makan pedas dan minum es di pagi hari. Kira-kira hukuman apa yang pantas untuk kelinci nakal ini, Rio?" tanya Alex pada wakilnya itu.


"Hmm, motornya kita bakar aja gimana. Kalo cuma disita kayaknya nggak bakal jera deh ni bocil" usul Rio.


"Jangan!!" teriak Bara.


"Bara jangan berteriak" peringat mereka. Bara segera menutup mulutnya.


Ia berinisiatif untuk berlutut di kaki Alex "Bang lex, plis jangan bakar motor Bara ya. Itu motor Bara satu-satunya. Abang-abang bisa kasih hukuman apa aja deh asal si Bimo jangan dibakar. Kasian Bang belum punya pacar dia tu" mohon Bara. Alex hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar alasan tidak masuk akan Bara. Sungguh dia ingin mengarungi Bara yang saat ini tengah cosplay jadi kucing minta dipungut.


"Bisa saja si Bimo tidak jadi dibakar. Asal lo harus ikut kita check up ke rumah sakit" tawar Alex.


Bara segera menggelengkan kepala ribut. Ingatkan Bara jika dia paling anti dengan yang namanya rumah sakit apalagi jarum suntik dan infus. Membayangkannya saja sudah membuat Bara bergidik.


"Lo takut disuntik ya cil?" goda Satria.


"Apaan sih, gue nggak takut disuntik ya cuma kemusuhan aja" ucap Bara dengan polosnya membuat inti Alaskar tertawa.


"Jadi lo lebih milih Bimo dibakar bukan begitu?" tanya Alex memastikan.


"Eh, jangan dong. Emm gimana ya. Oke ke rumah sakit tapi jangan disuntik." ujar Bara pada akhirnya.


Alex dkk hanya menyeringai. "Well, kami tidak jamin soal itu"

__ADS_1


Habis sudah kau Bara.


__ADS_2