Bara Dan Sepasang Sayap

Bara Dan Sepasang Sayap
Murid Baru


__ADS_3

Hari ini kelas Bara dihebohkan dengan kedatangan murid baru bernama Leon Mahendra. Pemuda tersebut langsung menarik perhatian seisi kelas dengan wajah tampan serta pembawaannya yang ramah. Bara sendiri hanya melirik sekilas saat guru mempersilakan Leon untuk memperkenalkan diri.


Namun tanpa disadarinya pemuda tersebut menyeringai tipis saat netranya tidak sengaja bertubrukan dengan Bara.


"Perkenalkan nama gue Leon Mahendra, kalian bisa panggil gue Leon. Salam kenal semua." ucap pemda berpostur tinggi tersebut sembari tersenyum ramah yang langsung disambut pekikan dari anak-anak perempuan.


"Kyaa, ganteng banget!!!"


"Gila udah kaya dewa Yunani perawakannya. Inimah fiks calon-calon masuk geng Alaskar"


"Leon udah punya pacar belum?”


"Leon jadikan aku istrimu"


"Leon rahim gue anget"


Dan masih banyak lagi. Membuat Bara merotasikan matanya jengah. Dasar cewe liat yang ganteng dikit langsung heboh. Gue yang gantengnya melebihi Soobin TXT diem aja. Wah pede kali kau nak.


"Baik cukup anak-anak. Dan Leon kamu bisa duduk di sebelah Bara. Bara angkat tanganmu" ujar guru tersebut mempersilakan Leon untuk duduk.


"Terimakasih pak" balas Leon.


Ia pun segera berlalu menuju tempat duduknya. "Hei kenalin nama gue Leon" ucap Leon memperkenalkan dirinya kepada Bara.


Bara dengan senang hati menjabat tangan Leon, "Salam kenal juga gue Albara, lo bisa panggil Al atau Bara".

__ADS_1


Leon tersenyum. Akhirnya 'I got you babyboy'.


Tidak lama kemudian bel istirahat berbunyi. Bara mengajak Leon ke kantin karena tau pasti anak ini belum mengetahui letaknya.


"Yuk kantin" ajak Bara.


"Oke" balas Leon. Dan berakhir mereka berdua beriringan menuju tempat mencari asupan makanan tersebut.


Terlihat banyak meja yang sudah terisi. "Woy cil! Sini" panggil Satria pada Bara agar ikut bergabung dengan mejanya. Selain Satria ada Alex, Rio, dan juga Dion di meja tersebut.


"Yok ikut gue gabung sama mereka" ajak Bara pada Leon. Sementara pemuda tersebut memandang tak suka kepada teman-teman Bara. Hal itu terbaca oleh Alex yang juga menampilkan sorot ketidaksukaannya pada pemuda disamping Bara itu.


Leon mengangguk dan mengikuti Bara ke meja para sahabatnya. "Tumben bawa temen cil" ucap spontan Satria kala melihat sosok Leon disampingnya.


Bara mengangguk. "Kenalin Bang ini Leon dia murid pindahan di kelas gue" ucap Bara memperkenalkan Leon.


Sementara Leon hanya mengangguk singkat. Tampak ia tak menyukai para sahabat Bara ini. Namun ia mencoba tak memperlihatkannya di hadapan Bara.


"Oh ya lo pindahan darimana yon?" tanya Bara memecah keheningan di meja tersebut. Entah perasaannya saja atau memang ada aura permusuhan disini.


"Gue pindahan dari LA" jawab Leon sembari tersenyum pada Bara.


'Cih mencari perhatian' batin sahabat-sahabat Bara.


"Wah cita-cita gue besok mau lanjut kuliah di LA juga" ucap Bara antusias.

__ADS_1


Leon tersenyum seraya melirik ke arah Alex dkk yang tampak terabaikan oleh Bara seakan mengatakan 'Gue menang'.


Ekhem!


Semua perhatian di meja tersebut kini beralih pada Alex. "Kalian mau pesen apa?" tanyanya


"Gue bakso sama es teh Bang" ucap Bara.


"Kita bertiga samain aja" tambah Rio.


"Gue ..." belum selesai Leon mengatakan pesanannya Alex memotong.


"Lo ikut gue ambil pesenan" ucap datar Alex seraya menarik tangan Leon menjauhi meja dan meninggalkan Bara dengan kebingungannya.


"Lho kok sama Leon?" tanya Bara.


"Udahlah cil biarin aja. Sekalian biar tu anak tau tempat pesen makanan dimana". ujar Dion berusaha mengalihkan perhatian Bara.


Anak tersebut hanya ber oh ria.


"Apa maksud lo deketin Albara?" tanya Alex to the point. Kini mereka berdua tengah berada di belakang sekolah.


"Maksud lo?" tanya balik Leon. Tampak pemuda tersebut ingin bermain-main dengan Alex.


"Gue peringatkan untuk jangan berani-berani deketin Bara atau lo bakal tau akibatnya". ancam Alex.

__ADS_1


Leon yang mendengar itu mengangkat sebelah alisnya. "Terus kalo gue nggak mau kenapa?" ejeknya.


"Lo!!!"


__ADS_2