Basket In Love

Basket In Love
Pertemuan


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertama Tania memasuki sekolah barunya yaitu ''The 4ngel High International School"(T4HIS).


Salah satu sekolah yang terkenal di Indonesia.


Sekolah yang di huni oleh siswa-siswi yang tingkat ekonominya tinggi. Beruntungnya Tania bisa mendapatkan beasiswa di sekolah sebagus ini.


Tania diantar oleh Ayahnya ke T4HIS.


"Nah Tania mulai hari ini kamu akan sekolah di sekolah ini" kata ayah Tania ke padanya.


"Wow sekolah ini sungguh besar ayah, tapi apa aku bisa mendapat teman baru disini" tanya Tania.


"Kamu pasti bisa sayang. Lagi pula siapa sih yang gak mau temenan sama anak ayah yang cantik ini" jawab ayah Tania.


"Ih ayah jangan mulai deh. Ya udah aku masuk ya yah assalamualaikum" salam Tania pada ayahnya sambil mencium telapak tangan ayahnya.


"Walaikumsalam" balas Ayahnya.


Kemudian mobil ayahnya melaju pergi meninggalkan Tania.


Tania mulai berjalan masuk melewati gerbang sekolah barunya.


Tania berjalan sambil memandang seluruh isi sekolah itu sambil menatap takjub.


Sampai di depan lapangan basket, tiba tiba ada seseorang yang berteriak.


"Awaaaaaas"


Tania menengok ke arah suara itu dan 'Buk'. Tania pingsan karena terkena bola basket.


Orang yang tadi berteriak pun segerah menggendong Tania menuju UKS.


Setelah 20 menit, Tania mulai sadar.


"Aku dimana" tanya Tania kepada seseorang di sampingnya.


"Kamu di UKS. Tadi kamu pingsan karena terkena bola lemparanku, maaf soal itu" kata seseorang itu yang ternyata seorang laki-laki.


"Enggak apa apa kok itu juga salahku karena gak fokus berjalan. Jadi kamu gak usah minta maaf" kata Tania.


"Kamu siswi baru?" tanyanya pada Tania.


"Ia" jawab Tania.


"Namaku Reikan" kata siswa itu.


"Namaku Tania. senang berkenalan denganmu Reikan".


Setelah agak baikan, Tania beranjak pergi ke kelas barunya yaitu XI IPA-3.


Setibanya di sana, Tania di sapa ramah oleh guru yang sedang mengajar.


"Tania ya, silahkan masuk" kata guru yang sedang mengajar itu.


Tania memasuki kelas itu dengan jantung yang berdebar-debar. Dilihatnya wajah-wajah orang di dalam kelas itu yang akan menjadi teman barunya.


“Nah sekarang perkenalkan dirimu” kata guru tersebut.


“Hai perkenalkan namaku Tania Aulia Putri, aku berasal dari Makassar. Salam kenal semuanya”


“Sekarang kamu boleh duduk di dekat Natasya, Natasya angkat tanganmu” kata guru tersebut.

__ADS_1


Tania berjalan menuju ke bangku di dekat siswi yang bernama Natasya itu.


“Hai namaku Natasya salam kenal Tania, semoga kita bisa menjadi teman yang baik” kata Natasya kepada Tania.


“Salam kenal juga Natasya”balas Tania dengan senyuman.


.


.


.


Sebulan telah berlalu, kini Tania telah bersahabat dengan Natasya, ia juga telah mengenal seluk beluk sekolah ini.


Dan juga mengetahui bahwa sekolah ini memiliki geng yang menguasai sekolah ini dan sangat terkenal yaitu ‘THE 4NGEL’ yang beranggotakan empat orang siswa terkeren di sekolah ini yaitu Ciko, Kei, Soni, dan juga Reikan.


Setibanya dikelas, Tania disambut ramah oleh sahabatnya.


“Hai Tania” sapa Natasya.


“Hai Nat, tumben pagi-pagi kamu udah dateng, biasanya kan kamu datengnya 10 menit sebelum pelajaran di mulai”.


“Hmm jadi aku gak boleh nih pagi-pagi dateng kayak kamu” kata Natasya sambil menunjukkan muka cemberutnya.


‘’Aku cuman bercanda kok, malahan aku seneng kamu datangnya pagi, jadi ada yang nemenin aku he he he” sambil tersenyum kepada Natasya.


Mereka pun mengobrol sambil sesekali tertawa sampai-sampai mereka tidak menyadari bahwa kelas tersebut telah penuh oleh siswa siswi yang lain.


.


.


.


Bel istirahat berbunyi. Semua siswa-siswi berbondong-bondong keluar dari kelas.


“Tania, kamu gak mau ikut ke kantin bareng aku?” tanya Natasya.


“Enggak deh, aku mau ke perpustakaan aja”kata Tania.


“Ya udah kalo gitu aku pergi dulu ya bye”.


“Bye”.


Setelah Natasya pergi, Tania beranjak menuju ke perpustakaan.


Di perjalanan, Tania melewati lapangan basket. Ia teringat saat pertama kali ia datang ke sekolah ini.


Semenjak saat itu, Tania tak pernah lagi melihat Reikan.


Tania melihat kerumunan orang di sekitar lapangan.


Sepertinya sedang diadakan pertandingan basket. Karena penasaran, Tania ikut melihat pertandingan basket itu.


Terlihat seorang laki-laki mendrible bola dengan lihainya, kemudian mengoper ke salah satu temannya lalu, temannya mengoper ke temannya yang lain dan dilakukan lay up dan shoot, masuk.


Tania kagum melihat permainan basket itu. Dan setelah di perhatikan lebih jelas ternyata yang memasukkan bola ke ring adalah Reikan.


“ Aaaa Rei kamu keren bangeet”.


“Rei kamu ganteeeeeng”.

__ADS_1


“Rei emang the best”.


Ternyata Reikan sangat terkenal di sekolah itu.


Setelah melihat beberapa kali, Tania memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya menuju ke perpustakaan.


.


.


.


Sepulang sekolah Tania di kabari oleh ayahnya, bahwa ayahnya tak bisa menjemputnya. Lalu ia menghampiri Natasya.


“Nat kamu pulangnya sama siapa?” tanya Tania.


“Aku bareng Ciko gebetan baru aku itu loh yang anggota The 4ngel. Kenapa Tan, Ayah kamu gak bisa jemput”.


“Ia nih katanya ada urusan penting”.


Saat mereka sedang mengobrol datang dua orang cowok.


“Hai Natasya”.


“Hai Ciko. Kenalin ini sahabat aku Tania, Tania ini Ciko” kata Natasya memperkenalkan mereka dan mereka saling menyapa.


“Tania ini temen aku namanya Reikan” kata Ciko memperkenalkan Reikan kepada Tania.


Mendengar itu, Tania menatap Reikan.


“Kita udah saling kenal kok” kata Reikan ditambah anggukan dari Tania.


“Oh jadi kalian udah saling kenal, ya udah kalo gitu kita pergi yuk Natasya” kata Ciko.


“Tapi, Tania gak ada yang anter” kata Natasya dengan nada sedih.


“Udah aku gak ap.…”


“Biar aku yang anterin dia pulang” potong Reikan.


Tania kaget mendengar perkataan Reikan. Kemudian Natasya dan Ciko berangkat duluan, lalu di susul Reikan dan Tania menggunakan motor.


Di perjalanan Tania tidak berkata sepatah katapun.


Setibahnya dirumah Tania.


“Makasih ya udah nganterin aku pulang”kata Tania sambil.


“OK and besok aku bakalan jemput kamu” kata Reikan.


Tania agak kaget mendengar ucapan Reikan.


“Tapi...”


“Aku tak menerima penolakan”.


“Baiklah”.


“Kalo gitu aku pulang dulu bye”.


Reikan mengendarai motornya menjauh dari rumah Tania.

__ADS_1


 


To be continue....


__ADS_2