Basket In Love

Basket In Love
Pesta


__ADS_3

Pertandingan berjalan lancar dan T4HIS berhasil memenangkan pertandingan dengan scor yang sangat tinggi.


Reikan merayakan kemenangan mereka dengan membuat pesta di salah satu hotel miliknya besok malam.


Ia mengundang seluruh siswa-siswi T4HIS.


Malam harinya, Tania berpikir untuk mengundang Kee ke acara tersebut, tetapi ia harus meminta izin kepada Reikan terlebih dahulu.


Tania menelpon Reikan untuk membicarakan hal tersebut.


"Hallo Rei" ucap Tania setelah Reikan mengangkat panggilannya.


"Hmm ada apa Tan?" tanya Reikan.


" Gini Rei, emm besok malam kamu bakalan ngadain pesta kan? Aku boleh gak, ngajak teman aku. Dia baru disini dan dia bakalan sekolah di sekolah kita. Dan aku pikir mungkin...."


"Boleh" potong Reikan.


"Beneran?" tanya Tania senang.


"Hmm"


"Makasih Rei. Pokoknya besok aku bakalan kenalin dia ke kamu. Bye, sampai jumpa besok" ucap Tania.


"Hmm" ucap Reikan.


Tania lalu mengakhiri pembicaraan mereka. Ia sangat senang karena Reikan mengijinkannya untuk mengajak Kee ke pesta tersebut.


Kemudian ia menghubungi Kee untuk memberi tahu dia agar datang ke pesta Reikan besok malam.


.


.


.


Pagi-pagi sekali Natasya dan Kee sudah ada di rumah Tania.


Mereka tidak janjian, tetapi gak sengaja aja karena tak ada dari mereka berdua yang memberi tahu sang pemilik rumah jika mereka akan ke rumahnya.


Mereka ingin mempersiapkan diri mereka agar tampil cantik di pesta nanti.


Mereka memaksa Tania pergi ke mall untuk membeli beberapa pakaian,sepatu, dan aksesoris lainnya.


"Ih kalian ini yah, kalau soal belanja pasti kalian heboh banget" kata Tania yang kesal karena sedari tadi kedua sahabatnya menarik dirinya untuk membeli pakaian.


"Ia dong karena penampilan is number one hahaha" ucap mereka berbarengan.


Tania hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah dari kedua sahabatnya itu.


"Nah Tan, kamu liat-liat aja dulu ya. Kita mau ke sebelah sana" ucap Kee.


"Tapi..."


"Udah Tan, kalau ada yang kamu suka bilang aja. Nanti aku yang bayarin OK" potong Natasya.


Mereka meninggalkan Tania dan pergi melihat beberapa baju yang mungkin cocok untuk mereka.


Tak mau ambil pusing dengan kelakuan sahabatnya itu, Tania mulai melihat-lihat pakain yang yang ada di dekatnya.


Matanya tertuju pada dress panjang berwarna biru muda yang sangat cantik dan elegan.


Bagian bawahnya yang tak begitu lebar dengan motif yang mempercantik penampilan dress itu.


Lengannya yang panjang dengan sedikit rumbai-rumbai di bagian bahu, sangat cocok untuk Tania.


Tania mengambil dress itu dan melihat harganya. Rp.1.500.000,00.


Sebenarnya Tania masih sanggup untuk membeli dress tersebut, tetapi di urungkannya karena sayang jika uang sebanyak itu hanya habis untuk satu pakaian saja.


Ketika Tania ingin mengembalikan dress itu ke tempatnya, Kee dan Natasya menghampirinya.


"Tan, udah ada yang cocok buat kamu?" tanya Kee.

__ADS_1


"Ha, itu.."


"Wah dressnya bagus banget Tan. Kalau kamu pakai pasti cantik deh" potong Natasya ketika melihat dress yang ada di tangan Tania.


"Tapi, aku..."


Udah Tan, kamu gak usah khawatir. Kita yang bakalan beliin dress ini buat kamu" kata Kee.


"Benar, apa lagi kalau kamu pasangin sama sepatu putih ini, pasti tambah cantik.Ya udah kita ke kasirnya yuk, habis ini kita ke salon" lanjut Natasya.


Tania sangat terharu dengan hadiah yang di berikan oleh kedua sahabatnya itu. Ia merasa sangat beruntung memiliki sahabat yang selalu care kepadanya.


Hari itu di habiskan mereka dengan mempercantik diri. Mereka ingin tampil beda dari yang lainnya.


.


.


.


Malam yang di tunggu-tunggu oleh mereka akhirnya datang juga. Suasana di dalam pesta sudah ramai ketika mereka sampai.


Kee dengan dress selutut berwarna pink tanpa lengan dan rambut yang di sanggul, Natasya dengan dress panjang berrumbai berwarna putih tanpa lengan dan rambut yang setengah terikat bergelombang, dan Tania dengan dress warna birunya dan rambut yang di biarkan terurai sampai pinggang dengan sedikit gelombang di ujungnya. Mereka menjadi sorotan para tamu yang lain.


Mereka menuju ke arah 4NGEL yang sedang duduk manis di sofa sambil menatap mereka bertiga.


"Hai" sapa mereka bertiga kepada 4NGEL.


"Hai" balas mereka berempat.


"Kalian cantik banget" ucap Ciko yang membuat mereka tersipu.


"Makasih" ucap mereka.


"Tapi dia..."


"Dia sahabat aku, namanya Kee. Dia bakalan sekolah di sekolah kita mulai besok" potong Tania ketika Soni bertanya.


"Hai semua, senang bertemu dengan kalian" ucap Kee.


"Hai Reikan, senang bertemu denganmu lagi, dan terima kasih atas pertolonganmu kemarin" ucap Kee didepan Reikan.


"Hmm it's oke" kata Reikan singkat.


Kee sedikit jengkel dengan sikap Reikan yang cuek kepadanya.


"Emm Kee, Reikan emang orangnya gitu" ucap Ciko ketika meliha twajah Kee yang agak jengkel.


"Ia, kita aja yang udah lama sahabatan ama dia masih rada di cuekin" sambung Kei.


"Kecuali sama Tania" ucap Natasya mengejek.


"Kalian apaan sih" ucap Tania tersipu.


"Lah, emang bener kan" ucap Natasya.


"Udahlah Nat, jangan ngegoda Tania lagi. Liat tuh mukanya memerah" kata Soni.


Mereka kemudian tertawa karena melihat Tania yang sudah sangat malu.


Tania menatap Reikan yang hanya diam dan beralih ke Kee yang hanya fokus menatap Reikan.


Tania merasa aneh ketika melihat Kee yang sedang memperhatikan Reikan. Tapi hal itu di tepis olehnya.


Pesta berjalan dengan sangat meriah. Semua orang bergembira ria, berdansa, bernyanyi, dan masih banyak lagi yang mereka lakukan.


Pesta usai pukul 23:33, karena besok mereka harus kembali bersekolah. Tania di antar pulang oleh Kee.


"Makasih ya udah nganterin aku pulang" ucap Tania ketika mereka telah sampai di depan rumah Tania.


"Ia, aku juga berterima kasih karena kamu udah ngajak aku ke pesta tadi" kata Kee.


"Kamu berhak kok datang ke pesta itu, kan kamu juga siswi dari T4HIS dan pesta itu di buat emang khusus untuk kita" kata Tania.

__ADS_1


"Oh ia Tan, kamu deket ya sama Reikan?" tanya Kee.


"Hmm bisa di bilang gitu sih. Emangnya kenapa?" tanya Tania balik.


"Ah, enggak. Menurut kamu, Reikan itu orangnya gimana?" tanyaa Kee lagi.


"Rei itu orangnya baik, perhatian, lucu, cuek. Tapi walau dia rada cuek, aku tahu kok sebenarnya dia gak beneran cuek dan aku sayang sama dia" jawab Tania.


"Maksud kamu sayang?"


"Sayang, sayang seorang wanita kepada pria, sayang seseorang kepada kekasihnya" ucap Tania.


"Apa Reikan juga sayang sama kamu?" tanya Kee lagi.


"Entahlah, aku pun tak tahu. Hubungan ini terjalin begitu saja" jawab Tania.


"Ya udah kalau gitu aku pulang dulu ya, bye sampai ketemu besok" ucap Kee lalu menjalankan mobilnya.


"Bye" ucap Tania.


.


.


.


Tania menyambut pagi dengan gembira. Ia bangun terlalu cepat.


Waktu baru menunjukkan pukul 06:30, tetapi ia sudah berada di sekolah.


Sebelum masuk ke kelasnya, ia menghubungi Reikan agar tidak menjemputnya karena dirinya sudah ada di sekolah.


Tania berharap, ia bisa satu kelas dengan Kee.


Harapan Tania sirna ketika mengetahui bahwa Kee tidak satu kelas dengannya, melainkan di kelas XI IPA-2 dan itu artinya ia satu kelas dengan 4NGEL.


Tania, Kee, dan Natasya sedang makan di kantin sambil mengobrol. Tepatnya mereka berdua sedang mendengarkan ocehan dari Tania.


"Ih kenapa sih kita nggak satu kelas Kee, padahal tuh ya aku udah seneng banget kamu masuk ke sekolah ini dan berharap kita bisa satu kelas lagi kayak dulu" ucap Tania.


"Udahlah Tan, yang pentingkan sekarang aku udah ada di sekolah ini" ucap Kee.


"Ia, lagian kita bisa kan pergi ke kelasnya dia kalau kamu mau ketemu" lanjut Natasya.


"Tapikan tetep aja beda, kalau satu kelaskan gak usah nyamperin" kata Tania.


"Ia sih, tapi kita gak bisa apa-apa Tan. Yang nentuin aku masuk kelas yang manakan bukan aku" kata Kee.


"Bener tuh yang di bilang Kee, lagian kalau kita gak satu kelas kita kan bisa minjem tugas dia. Kan biasanya tugas yang di kasih buat kita udah di kerjain duluan di anak IPA-2" ucap Natasya.


"Ih Natasya malah mikirin tugas lagi" ucap Tania kesel.


Ketika mereka sedang mengobrol, 4NGEL datang ke kantin. Serentak kantin menjadi heboh atas kedatangan mereka.


"WAAAAH THE 4NGEL"


"mereka keren-keren bangeeeeeet"


"HAAAAA REIKAAAN"


"CIKOOOOO"


"SONIIIIII"


"KEEEEEEEEI"


"REIKAAAAAAN"


Mereka bertiga berbalik ke arah kerumunan para siswi yang berbaris menyambut kedatangan 4NGEL.


Tania merasa aneh dengan tatapan Kee. Tatapan tersebut tertuju kepada Reikan.


Tatapan yang sama dengan yang sering dia berikan kepada Reikan.

__ADS_1


Tetapi di tepisnya, mungkin dia hanya salah mengartikan tatapan tersebut.


tbc....


__ADS_2