Basket In Love

Basket In Love
Serangan 2


__ADS_3

Ke esokan harinya, Tania berangkat bersama dengan Natasya ke sekolah.


Ia sudah memberi tahu kepada Reikan semalam, dan Tania mengusulkan agar Reikan izin saja hari ini.


Namun ternyata Reikan tidak mengindahkan perkataan Tania. Ia tetap naik, walau dengan wajah yang masih penuh dengan luka.


Saat jam istirahat, 4NGEL berkumpul di Bem(markas) 4ngel atau singkatnya B4(bacanya be four ya ;D).


Mereka masih membicarakan soal Reikan yang di keroyok oleh anak Gangs Hight International School.


“Gue masih bingung deh soal elo yang di keroyok Rei” ucap Ciko.


“Sama, gue juga. Kalau mereka emang gak terima, kenapa harus dengan cara seperti itu” ucap Kei.


“Yang gue denger sih, mereka emang sering bertindak kayak gitu di jalanan. Apalagi kalau sama siswa dari sekolah musuhnya” ucap Soni.


“Jadi maksud lo, mereka nganggep kita musuh gitu?” tanya Ciko.


“Mungkin” jawab Soni.


“Tapi kenapa?” tanya Ciko lagi.


“Dengan kita mengalahkan mereka di pertandingan kemarin, mereka melihat kita sebagai musuh mulai hari itu juga” ucap Reikan yang sedari tadi hanya diam.


“Wah, kita harus waspada nih mulai hari ini” ucap Kei.


“Bukan hanya kita, tapi seluruh siswa-siswi T4HIS menjadi target mereka” ucap Soni.


“Gawat dong” ucap Ciko.


“Hmm. Maka dari itu, kita harus terus membuka mata lebar-lebar” ucap Soni.


“Kalau ada sesuatu langsung telpon yang lain. Kita juga harus bersiap-siap” ucap Reikan.


“Hmm” jawab mereka bertiga.


“Dan juga, jangan beri tahu apapun kepada yang lain termasuk Tania dan Natasya” ucap Reikan lagi.


Mereka hanya menuruti ucapan Reikan. Walau bagaimanapun, sekolah mereka dalam bahaya.


Mereka harus terus waspada kepada kemungkinan terburuk sekalipun.


.


.


.


Dua bulan telah berlalu sejak kejadian itu. 4NGEL telah melatih beberapa siswa untuk berjaga-jaga dan selama dua bulan terakhir ini, sudah empat kali GHIS (Gangs Hight International School) mencelakai siswa-siswi dari T4HIS.

__ADS_1


Untungnya mereka masih bisa mengatasi hal tersebut.


4NGEL selalu menjaga Tania dan juga Natasya tanpa memberi tahu mereka apa yang sebenarnya terjadi.


Hari ini Tania dan Natasya harus pulang sendiri karena 4NGEL sedang sibuk dengan kelakuan dari GHIS yang ternyata membuat rencana untuk mencelakai siswa-siswi THIS dengan membuat beberapa kelompok.


Tetapi Reikan telah menyuruh beberapa orang untuk mengawasi mereka berdua.


“Tan kamu tahu gak, sebenarnya mereka sibuk apaan sih akhir-akhir ini?” tanya Natasya kepada Tania.


Saat ini mereka sedang berjalan menuju rumah Tania.


“Aku juga gak tahu. Semoga aja mereka gak bakalan kenapa-napa deh” ucap Tania.


“Kok kamu bilang gitu” ucap Natasya.


“Entahlah, firasat aku gak enak” ucap Tania lagi.


Saat mereka sedang asyik mengobrol, tiba-tiba datang beberapa orang yang menghadang jalan mereka.


Orang tersebut membawa balok di tangannya.


“Siapa kalian?” tanya Tania.


“Kalian gak perlu tahu siapa kami” ucap salah satu di antara mereka.


“Mau apa kalian?” tanya Natasya juga.


Saat mereka akan memukul Tania dan Natasya, tiba-tiba datang beberapa orang yang melawan mereka.


“Aaaaaaaa” teriak Tania dan juga Natasya.


Terjadi perkelahian di antara mereka. Tania dan Natasya hanya mematung melihat kejadiaan tersebut karena terlalu syok. Tania menangis, ia ketakutan.


“Tan, kamu gak apa-apa?” tanya Natasya cemas.


“Tan, ngomong”.


Tania hanya menangis, ia tak dapat berkata-kata lagi.


“Hei kalian, cepat lari dari tempat ini dan hubungi Reikan secepatnya. Kami tak bisa menahan mereka terlalu lama lagi” ucap salah seorang yang menololong mereka.


Natasya menarik tangan Tania yang masih menangis. Mereka berlari sejauh mungkin dari tempat tersebut.


Setelah di rasa cukup jauh, mereka berhenti dan bersembunyi di balik semak-semak. Tania masih menangis dan itu membuat Natasya cemas.


“Tan, kamu kenapa sih”


“Aaa...aaku hiks gak suka liat pertengkaran hiks. Aaa...aaku hiks, takut Nat hwaaa” ucap Tania masih menangis.

__ADS_1


“Kamu gak usah takut OK. Aku bakalan nelpon Ciko” ucap Natasya mencoba menenangkan Tania.


Natasya menelpon Ciko dan menceritakan apa yang terjadi. Ia juga memberi tahu bagaimana keadaan Tania.


4NGEL kemudian bergegas ke tempat yang telah di beritahukan oleh Natasya.


Reikan sangat cemas mendengar bagaimana keadaan Tania. Ia menjalankan motornya dengan kecepatan penuh.


Saat sampai disana, Tania dan Natasya sedang di kepung oleh beberapa siswa dari GHIS.


Tanpa berpikir panjang, 4NGEL langsung saja memukul mereka semua. Dengan mudah mereka bisa mengalahkan semua siswa GHIS tersebut.


Saat melihat keadaan Tania, Reikan langsung saja membawahnya ke dalam pelukannya.


“Maaf Tan, maaf” bisik Reikan di telingaTania.


Tania masih terus saja menangis di dalam pelukan Reikan. Ia begitu takut dengan apa yang baru saja terjadi.


Ia takut melihat perkelahian. Ia takut mendengar teriakan amarah. Ia takut.


Entah mengapa, namun itu selalu terjadi dan Tania hanya bisa menangis.


4NGEL mengantar Tania dan Natasya ke rumah Tania. Untungnya Ayah Tania belum pulang, jadi beliau tidak akan melihat keadaan putrinya yang sedang kacau. Mereka sedang berada di ruang tamu.


Setelah agak membaik, Natasya bertanya kepada Tania mengapa ia sepertu itu.


“Tan, sebenarnya kamu itu kenapa sih?” tanya Tania.


“Aku juga gak tahu. Setiap aku melihat pertengkaran, aku pasti seperti itu” jawab Tania.


“Mungkin trauma” ucap Kei.


“Atau pernah terjadi sesuatu di masa lalumu” ucap Ciko.


“Entahlah, aku tak ingat. Kata Ayah, aku selalu seperti itu sejak aku kecil” ucap Tania.


“Jadi itu alasannya kenapa kamu takut ketika kita merencanakan soal penyerangan” ucap Reikan yang ada di sampingnya.


“Bagaimana...”


“Aku tahu, itu sebabnya aku meminta yang lain untuk merahasiakan ini dari kalian. Dan sekarang aku tahu alasannnya” potong Reikan.


“OK, kalau gitu mulai sekarang tidak akan ada lagi perkelahian” ucap Ciko.


“Tapi bagaimana dengan GHIS?” tanya Soni.


“Urusan mereka, kita laporkan saja kepada pihak yang berwenang jika mereka masih melakukan hal seperti itu” ucap Reikan tegas.


“Setuju, biar mereka kapok” ucap Kei.

__ADS_1


“Aku juga setuju” ucap Natasya.


__ADS_2