
“Kalau Bunda adalah Bundaku, berarti Ciko...”
“Aku kakakmu Tan” ucap Ciko lalu mendekati mereka.
“Aku juga baru mengetahuinya kemarin. Om Rangga yang memberi tahuku soal Ayah dan juga kamu. Maka dari itu aku meminta Bunda untuk menghadiri acara ini” jelas Ciko.
Ia tak nampak seperti Ciko yang biasanya seperti anak-anak. Saat ini ia seperti orang yang sangat dewasa.
“Jadi kamu Ciko anakku” ucap Ayah yang sedari tadi diam.
“Ia Yah. Mungkin ini alasannya kenapa saat pertama kita bertemu, aku merasakan hal yang aneh kepada Ayah” ucap Ciko.
Ayah kemudian memeluk Ciko erat.
“Maafkan Ayah karena ta bisa ada di sampingmu saat kamu tumbuh sebesar ini” ucap Ayah.
“Ehm, bisa kita mulai acaranya? Yang lain sudah menunggu” ucap Papa Reikan.
“Oh, ia ia silahkan di mulai” ucap Ayah.
“Nah Tania, ayo buatlah permohonanmu dan tiup lilinnya” uap Papa Reikan.
“Sebelumnya aku sangat berterima kasih kepada kalian yang telah dengan susah payah merencanakan ini semua untukku. Kepada Om Rangga dan Tante Karin, terima kasih telah menjadi sahabat Ayah dan Bunda selama ini,
Kepada Natasya terima kasih telah mau menjadi sahabatku selama ini, kepada The 4NGEL terima kasih karena telah melindungiku selama ini, kepada Ciko, terima kasih telah menjadi sosok kakak bagiku meski kita belum tahu bahwa kamu memanglah kakakku,
kepada Reikan terima kasih telah menjadi seseorang yang sangat berarti bagiku, dan harapanku semoga Ayah dan Bunda mau kembali bersatu agar kita bisa bersama-sama kembali” ucap Tania lantang.
Kemudian Tania meniup lilin yang ada di depannya. Semua orang bertepuk tangan dengan sangat meriah.
Musik di nyalakan dan semua orang bergembira.
Tania bisa melihat Kee yang selalu menatap ke arahnya. Ia tahu bahwa Kee masih ingin bersahabat dengannya. Dan tak bisa ia pungkiri bahwa dirinya juga masih menganggap Kee sebagai seseorang yang berarti dalam hidupnya.
Tania menghampiriKee.
“Hai Kee” sapa Tania.
“Ha..hai Tan” ucap Kee.
“Tan, aku minta maaf kepadamu tentang semua yang terjadi. Aku sungguh menyesal, kau tahu aku sungguh merasa kehilangan saat kau memutuskan untuk menjauhiku. Aku tahu aku kelewatan tapi..”
“Sudahlah, kita bisa memulainya dari awal” ucap Tania memotong perkataan Kee.
“Benarkah?” tanya Kee tak percaya.
__ADS_1
“Ia”
“Terima kasih Tan” ucap Kee senang.
“Tapi jangan pernah mencoba merebut Reikan dariku” ucap Tania.
“Tenang saja, lagian aku juga udah punya pacar” ucap Kee.
“Siapa?” tanya Tania penasaran.
“Kei” ucanya Malu-malu.
“Benarkah” ucap Tania tak percaya.
Kee hanya mengangguk mendengar perkataan Tania.
“Wah kalian harus cerita banyak nih. Ayo ke sana, kita gabung sama yang lain. Pantas saja dari tadi aku lihat Kei menatap kesini terus, ternyata kalian pacaran” ucap Tania sambil berjalan ke arah teman-temannya bersama Kee.
Tania menjelaskan semuanya pada Natasya yang sempat heran melihat kedatangan Tania bersama Kei dan ia juga memberi tahu bahwa Kee dan Kei berpacaran.
Harapan Tania terkabul, ingat ketika Tania berhara bisa bersama dengan orang-orang yang menyayanginya? Dan disinilah dia, bersama dengan orang-orang tersebut.
Mereka yang awalnya tak saling mengenal menjadi seseorang yang saling memiliki.
Yang awalnya memiliki hubungan yang sangat erat, berubah begitu saja tanpa bisa di tolak.
Tak perduli selama apapun kita berpisah dan sejauh apapun jarak di antara kita, jika kita berjodoh pasti kita kan bertemu lagi.
.
.
.
Setelah beberapa bulan
Ujian akhir telah selesai di laksanakan.
Kini semua siswa kelas tiga telah resmi di nyatakan lulus dan peringkat pertama di raih oleh Reikan.
Mereka semua bahagia karena akhirnya mereka bisa lulus dengan nilai yang memuaskan.
Bahkan Ciko yang awalnya selalu main-main soal nilai akhirnya bersungguh-sungguh belajar.
Tania dan Reikan sedang berada di taman tempat mereka jadian.
__ADS_1
“Aku kan udah ngasih waktu ke kamu buat ngalahin aku” ucap Reikan pada Tania.
“Gimana aku bisa konsentrasi belajar kalau kamu ngilang gitu aja, gak ngasih kabar lagi” ucap Tania kesal.
“Pokoknya kamu harus ngabulin satu permintaan aku, karena kamu kalah lagi” ucap Reikan.
“Apa?” tanya Tania.
Reikan mengambil sesuatu di dalam kantong celananya, kemudian memegang tangan Tania.
“I want to you will be my wife. Will you marry me?” ucap Reikan memperlihatkan kotak yang berisi cincin yang sangat cantik.
“Rei!!” ucap Tania kaget.
“Jawab Tan” ucap Reikan.
“Aku mau” ucap Tania malu-malu.
“Benarkah?” tanya Reikan memastikan.
Tania hanya menganggukkan kepalanya.
Reikan memasangkan cincin tersebut di jari Tania. Mereka berpelukan cukup lama.
“Aku gak bakalan ninggalin kamu Tan” ucap Reikan setelah melepas pelukan mereka.
Reikan mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Tania. Tania hanya menutup matannya. Ketika bibir mereka hampir bersentuhan, tiba-tiba..
“TUNGGUUUU, KALIAN ITU BELUM SAH” teriak Ciko yang tiba-tiba saja muncul.
Reikan sangat kesal karena gagal mencium Tania.
Ternyata bukan Ciko saja yang ada di sana, tetapi semua teman-temannya juga ada di sana
“Dasar kakak ipar menyebalkan” ucap Reikan kesal.
Tania memeluk Reikan yang ada didekatnya membuat Reikan menjadi tenang kembali.
“Sepertinya aku gak bisa nunggu lama lagi deh Tan” ucap Reikan masih memeluk Tania.
“Maksud kamu?” tanya Tania melepas pelukan mereka.
“Aku akan bilang ke Papa kalau kita akan menikah minggu depan” ucap Reikan yang membuat Tania tersenyum senang.
Mereka kembali berpelukan tanpa memperdulikan kelakuan teman-temannya yang ada di depan mereka.
__ADS_1
THE END