Basket In Love

Basket In Love
Pengakuan Cinta


__ADS_3

Keesokan harinya, Reikan telah menunggu Tania dengan gaya coolnya sambil bersandar di motornya.


Ketika Tania keluar, Tania sempat terpesona melihat ketampanan Reikan. Namun itu tak berlangsung lama.


Tania menghampiri Reikan.


“Maaf ya, kamu pasti udah lama nunggu” kata Tania meminta maaf.


“It’s OK. Kita berangkat sekarang” kata Reikan.


“iya” jawab Tania.


Mereka berangkat bersama dalam keheningan yang sama.


Setibanya di sekolah, para siswi yang melihat Tania dan Reikan datang bersama berteriak histeris.


“Haaaa Reikan”.


“Beruntung banget tu cewek”.


“Siapa ya tu cewek sok kenal banget sama Reikan”.


Mendengar perkataan para siswi itu, Tania mulai menjauhi Reikan dan berniat untuk masuk terlebih dahulu. Namun, tangannya di tahan oleh Reikan.


“Mau kemana?” tanya Reikan.


“Aaaa..ku mau masuk duluan” kata Tania.


“Enggak! Kita masuk bareng” kata Reikan.


Mendengar perkataan Reikan, Tania tidak bisa berkata apapun.


Ia hanya mengikuti Reikan memasuki sekolah.


Semua siswi yang dilaluinya menatap mereka dengan tatapan heran dan kaget.


Setibanya di kelas


“Wah ada yang lagi PDKT nih” kata Natasya setelah Tania duduk di bangku sebelahnya.


“Apaan sih, siapa juga yang PDKT” kata Tania.


“Terus yang tadi itu apaan” tanya Natasya.


“Apaan coba, aku cuman berangkat bareng Reikan, itu doang” jawab Tania.


“Kamu tuh beruntung tahu Tan” kata Natasya.


“Beruntung apanya?” tanya Tania.


“Iya, kamu tuh satu-satunya cewek yang di gituin sama Reikan” jawab Natasya.


Mendengar hal itu membuat jantung Tania berdetak keras.


Ia merasa bahagia. seakan banyak kupu-kupu yang berterbangan didalam perutnya.


.


.


.

__ADS_1


Saat bel tanda istirahat berbunyi, para siswa berhamburan untuk keluar dari kelas.


Tania dan Natasya sedang berjalan menuju perpustakaan. Namun diperjalanan mereka berpapasan dengan 4NGEL.


Natasya merasa senang saat melihat Ciko ada di depannya dan Tania hanya tersenyum melihat Reikan yang memasang gaya coolnya berdiri sambil memasukkan tangannya ke dalam kantong celananya.


“Hai Natasya, hai Tania” sapa Ciko kepada mereka .


“Hai Ciko” kata mereka berdua.


“Oh ia kalian belum berkenalan dengan temanku ini. Perkenalkan ini Soni dan ini Kei.” kata Ciko memperkenalkan mereka kepada Tania dan Natasya yang di balas dengan kata hai.


“Oh jadi Natasya ini yang kamu suka itu ya Ciko? Pantas, dia cantik” kata Soni.


“Hahaha sampai-sampai marah sama bel yang terlalu lambat untuk berdering” lanjut Kei.


“Kalian apaan sih aku kan jadi malu di depan Natasya” kata Ciko yang disambut tawa oleh keduanya dan Natasya yang tersipu malu.


Selama acara ejek-ejekan itu berlangsung, Tania hanya menatap Reikan yang sepertinya bosan mendengar hal-hal semacam itu.


Menyadari ada seseorang yang sedang memperhatikan dirinya, Reikan menatap Tania yang langsung membuang muka ke sembarang arah.


Senyuman tipis terpampang di wajah ganteng Reikan tanpa ada yang tahu.


.


.


.


Setibanya di rumah, Tania langsung menuju ke kamarnya. Ia membaringkan dirinya ke kasurnya yang berwarna biru.


Kamar Tania yang berwarna kuning dengan barang barangnya yang tertata rapi, serta beberapa alat make up di meja riasnya. Menggambarkan pemilik kamarnya yang rapi dan bersih.


Setiap kali ia mengingat atau melihat Reikan jantungnya berdetak begitu cepat. Namun Tania tak menghiraukan perasaan anehnya itu.


Sore ini Tania akan berjalan-jalan dengan Natasya di taman.


Biasanya mereka hanya berjalan-jalan ke tempat yang sering mereka kunjungi saat hari minggu saja.


Tania menunggu di bangku yang berada di bawah pohon. Ia menghirup udara yang segar.


“Tania”


Teriak seseorang dari kejauhan.


Mendengar itu Tania mencari sumber suara tersebut.


Ternyata itu adalah Natasya. Tetapi ia tidak sendiri.


Ada 2 orang pria bersamanya. Setelah agak mendekat, Tania nampak kaget karena kedua pria itu adalah Ciko dan Reikan.


“Hai udah lama ya nunggunya?” tanya Natasya sesampainya di dekat Tania.


“Enggak juga kok, aku juga baru sampai”kata Tania.


“Ya udah kalo gitu ayo kita pergi” kata Natasya.


“Emm Natasya tapi, mereka...”


“Oh ia aku lupa ngasih tahu kamu kalau aku juga ngajak Ciko dan Reikan” jelas Natasya.

__ADS_1


Tania hanya bisa ber Oh ria.


Mereka berjalan-jalan di taman. Posisi mereka Natasya bersama Ciko berada di depan dan Tania bersama Reikan di belakang.


Natasya dan Ciko selalu tertawa karena lelucon yang dibuat oleh Ciko.


Namun, lain halnya dengan Tania dan Reikan yang tidak  tahu harus apa.


Ketika hari telah beranjak sore, Ciko menarik tangan Natasya dan berlari.


“Hei kalian mau kemana” kata Tania.


“Kalian cari aja tempat yang asik, kami mau pacaran dulu” teriak Ciko masih berlari sambil menggenggam tangan Natasya.


“Ta..tapi”


“Biarkan mereka. Lebih baik kita kesana” ajak Reikan.


Tania hanya menurut saat tangannya digenggam oleh Reikan.


Mereka sampai di sebuah danau yang menghadap ke matahari yang akan tenggelam.


“Tania” panggil Reikan.


“Ya”


“Jadilah pacarku” ucap Reikan yang membuat Tania kaget.


Sungguh Tania sangat bahagia mendengar kalimat tersebut terucap dari bibir Raikan.


Walau cara Raikan menembaknya tak seromantis orang kebanyakan, namun Tania tahu itu terucap tulus dari dalam hatinya.


“Iya, aku mau” kata Tania sambil menatap Reikan.


Reikan tersenyum. Senyum yang sangat indah dan baru pertama kali Reikan perlihatkan kepada orang lain.


Tangan mereka masih bergandengan sambil menyaksikan keindahan sunset di bawah langit yang berwarna jingga.


“Mau tahu sesuatu” kata Tania.


“Apa?” tanya Reikan.


“Kamu kelihatan lebih baik jika sedang tersenyum. Maksudku, kamu emang baik dan tampan tapi.…”


“Sudahlah” ucap Reikan sambil mengacak rambut Tania.


Tania menyandarkan kepalanya di bahu kekar Reikan.


Senyum kembali terukir di wajah tampan Reikan.


“Woi mau disana terus atau mau pulang? Udah malam tahu” teriak Ciko dari kejauhan.


“Iya sebentar” teriak Tania.


“Dasar” ucap Reikan pelan yang membuat Tania tersenyum.


“Ayolah, jangan membuat mereka menunggu terlalu lama” ucap Tania yang sudah berdiri.


“Biarkan saja” kata Reikan kesal.


Tania tertawa melihat ekspresi kesal Reikan yang lucu.

__ADS_1


Mereka berjalan ke arah Ciko dan Natasya berada. Hari yang sangat indah untuk mereka.


tbc........


__ADS_2