Basket In Love

Basket In Love
Rindu 1


__ADS_3

Mereka kembali menjalani hidup dengan aman karena tidak ada lagi pengganggu yang bisa mengancam mereka.


Reikan telah melaporkan mereka kepada pihak yang berwenang.


Sekarang yang harus mereka lakukan adalah fokus kepada ujian yang sebentar lagi akan datang.


Tania terbangun tengah malam karena merasa haus. Ia berjalan menuju dapur untuk meminum segelas air putih.


Saat ingin kembali ke kamarnya, ia melihat ayahnya terduduk di depan rumah. Ia mendekati ayahnya dan duduk di dekatnya.


“Sedang apa Yah?” tanya Tania.


“Enggak, Ayah cuman gak bisa tidur saja jadi duduk disini sebentar gak masalah lah. Kamu kenapa bangun?” tanya Ayahnya balik.


“Tadi aku haus, mau minum” jawab Tania.


Keheningan tercipta di antara mereka selama beberapa menit.


“Gimana yah kerjaannya?” tanya Tania memecah keheningan.


“Ya, gitulah. Ada sedikit masalah, tapi gak apa-apa masih bisa di handle lah” jawab Ayahnya.


“Oh, susah gak sih Yah terjun ke dunia perkantoran?”


“Tergantung” jawab Ayahnya.


“Kok tergantung?” tanya Tania lagi.


“Ya tergantung. Tergantung gimana kita menyikapinya. Kalau kita bekerja dengan ikhlas,sabar, dan selalu bahagia otomatis pekerjaan itu juga akan menyenangkan bagi kita, begitu pula sebaliknya jika kita selalu marah, tidak sabaran pasti pekerjaan segampang apapun akan terasa susah untuk kita kerjakan” jawab Ayahnya.


“Suatu saat, aku juga akan menjadi seorang pengusaha dan menjalaninya dengan penuh kebahagiaan” ucap Tania sambil menatap bintang di langit.


“Kalau gitu, sekarang kamu harus lebih giat belajar agar kamu kelak menjadi orang yang sukses jangan cuman fokus sama pacar kamu itu”ejek Ayahnya.


“Ih Ayah, aku kan emang selalu giat belajar, lagian Yah aku gak fokus pacaran doang, aku juga belajar sama Reikan. Dia itu orang cerdas Yah, masa ada orang gak rajin belajar tapi selalu dapat nilai bagus, dia emang cerdas banget” ucap Tania memuji Reikan di depan Ayahnya.


“Iya, pacar kamu memang cerdas. Tapi ngomong-ngomong soal pacar kamu, kapan nih kamu mau kenalin ke Ayah? Ayah udah gak sabar mau liat wajah pacar anak Ayah yang cantik ini” ucap Ayahnya.


“Ia, entar aku kenalin ke Ayah, kita kan harus fokus belajar dulu Yah untuk Ujian Terakhir” ucap Tania


“Secepatnya Ayah tunggu kabar dari kamu OK”


“Siap bos”


Setelah itu, Tania dan Ayahnya masuk kedalam rumah. Mereka beristirahat untuk menyambut hari esok.


Tania berangkat ke sekolah dengan di antar oleh ayahnya. Sudah lama ayahnya tak mengantar dirinya kesekolah selama ia berpacaran dengan Reikan.


Setelah berpamitan dengan ayahnya, mobil ayahnya melaju meninggalkan area sekolah. Tania berjalan meniju ke kelasnya.


Di perjalanan Tania tak sengaja berpapasan dengan mantan sahabatnya. Orang yang dulu sempat ia puji-puji sebagai sahabat terbaiknya.


Mereka saling melewati tanpa ada kata-kata yang keluar dari mulut mereka. Layaknya seseorang yang tak saling mengenal.


Tania masih melanjutkan langkahnya menuju kekelasnya. Disana sudah ada sahabatnya yang siap membantunya kapan saja iamembutuhkannya.


Tania besyukur bertemu dengan Natasya, setidaknya ia tak begitu merasa kehilangan seseorang.


“Tan kamu udah tahu?” tanya Natasya ketika Tania duduk didekatnya.


“Apaan”


“Kata Ciko, sedang ada masalah di perusahaan milik keluarga Reikan”


“Hah!! Yang bener. Terus Reikannya gimana?” tanya Tania sedikit khawatir.

__ADS_1


“Mungkin dia gak bakalan masuk hari ini” kata Natasya.


“Kok dia gak ngasih tahu aku sih kalau ada masalah” ucap Tania lagi.


“Mungkin Reikan gak mau kamu khawatir kayak gini”


Selama pelajaran, Tania tidak bisa berkonsentrasi. Ia terus saja memikirkan keadaan Reikan.


Saat jam istirahat, Tania menelpon Reikan. Ia sungguh khawatir dengan keadaan kekasihnya itu setelah mendengar semuanya dari Natasya.


Beberapa kali Tania mencoba menghubungi Reikan, tetapi tak ada jawaban yang di terimanya. Saat mencoba yang ke empat kalinya, akhirnya Reikan mengangkat telpon dari Tania.


“Halo, halo Rei. Kamu gak apa-apa kan? Kamu dimana sekarang?” ucap Tania cemas.


“Aku gak apa-apa kok Tan, tenanglah. Aku sedang ada di kantor Papa, ada sedikit masalah. Maaf aku Tak sempat menghubungimu, aku tahu kamu cemas memikirkanku. Tapi gak apa-apa kok Tan, kamu gak usah cemas lagi” jawab Reikan lembut.


“Ia. Aku tahu kamu gak mau aku khawatir, karena itu kamu gak ngasih tahu aku soal ini” ucap Tania pelan.


Air mata telah penuh di pelupuk matanya.


“Jangan sedih. Tetaplah menjadi seseorang yang selalu ceria selama aku gak ada di dekatmu. Mungkin aku akan sedikit lama disini dan akan pergi ke beberapa negara juga” ucap Reikan.


“Ia” air mata telah jatuh di pipi Tania tetapi ia tersenyum mendengar perkataan Reikan.


“Jangan selingkuh selama aku gak ada”


“Ih, aku gak mungkin ngelakuin hal itu tahu” ucap tania jengkel.


“Hahaha, awas saja kalau kamu sampai selingkuh. Aku akan pulang dan membawamu bersamaku” ucap Reikan.


“Kalau gitu aku selingkuh saja supaya kamu membawaku juga. Kapan lagi pergi ke luar negeri” canda Tania.


“Emangnya kamu pikir holiday”


“Hahaha aku cuman bercanda kok”


“Ia”


“Aku pasti akan sangat merindukanmu”


Ia Rei, aku juga”


“Ya sudah, kembalilah belajar dan jangan mencemaskanku. Anggap saja aku sedang memberimu waktu untuk bisa mengalahkanku di ujian akhir nanti”


“Ia, aku pasti akan mempergunakan waktu itu sebaik-baiknya”


“I love you Tan” ucap Reikan lembut.


“Love you to Rei” balas Tania bersamaan dengan air matanya yang kembali menetes.


Kemudian Reikan menutup sambungan telpon mereka.


Tania menangis sejadi-jadinya. Natasya yang sedari tadi ada di dekatnya memeluk sahabatnya itu agar ia merasa lebih tenang.


Untunglah mereka sedang berada di B4 sehingga takkan ada yang bertanya tentang Tania yang sedang menangis.


Di tempat lain, Reikan yang sedang berada di kantor bergegas menuju ke ruangan Papanya setelah menelpon Tania.


Sebenarnya ia juga tak sanggup jika harus meninggalkan Tania, namun itu harus di lakukannya sekarang karena ada tugas lain yang sedang menunggunya.


Setibanya di ruangan Papanya, ternyata Papanya tak sendiri. Ia bersama seorang pria yang mungkin umurnya tak jauh berbeda dengan Papanya.


“Kamu sudah menelponnya, kalau gitu masuk sini biar Papa kenalkan dengan sahabat Papa ini” ucap Ayahnya yang duduk di kursi santai bersama dengan pria paruh baya itu.


“Ia”

__ADS_1


Reikan ikut duduk di samping ayahnya.


“Oh ini anak kamu itu ya, wah dia memang ganteng.”


“Halo Om saya Reikan” ucap Reikan lalu bersalaman dengan sahabat Papanya itu.


“Halo, panggil Om Reza saja” ucap Om Reza.


“Siapa dulu dong Papanya hahahaha” ucap Papa Reikan lalu tertawa.


“Tapi tadi kamu nelpon siapa?” tanya Om Reza.


“Biasalah anak muda, pacarnya yang nelpon. Mungkin khawatir karena tiba-tiba Reikan tidak masuk sekolah” ucap Papa Reikan.


“Wah perhatian banget ya pacar kamu itu” ucap Om Reza.


“Ia Om, saya belum sempat mengabarinya kemarin, jadi tadi saya telpon takut dia khawatir” ucap Reikan.


“Wah wah wah, pertahankan itu nak, jangan seperti Papamu dulu yang suka mainin cewek hahaha” ucap Om Reza.


“Hahaha elo itu Za, jangan ngebongkar rahasia dong hahaha”


“Lah, emang bener kan Ga. Untung anak lo gak playboy kaya bapaknya hahaha” canda Om Reza lagi.


“Om Reza ini udah lama kerja sebagai sekertaris Papa di perusahaan ini. Sebenarnya Papa mau ngasih dia salah satu cabang perusahaan kita, tapi dia gak mau. Padahal kalau dia mau mungkin perusahaan kita akan semakin maju” ucap Papa Reikan.


“Ah elo, gak usah melebih-lebihkan lah” ucap Om Reza.


“Lah, emang bener tahu Za. Elo tu bisa jadi orang yang sukses dengan kecerdasan yang elo punya” ucap Papa Reikan.


“Ia Om, kenapa Om gak terima aja penawaran Papa” ucap Reikan yang sedari tadi hanya menyimak.


“Om lebih baik seperti ini. Toh sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan Om dan anak Om” ucap Om Reza.


“ Nah kalau dia udah bilang gitu Papa juga gak bisa ngomong apa-apa lagi” ucap Papa Reikan.


“Jadi Pa, sekarang apa yang harus Reikan lakukan” tanya Reikan.


“Selama tiga hari kamu akan di arahkan oleh Om Reza. Dia akan memberi tahu apa saja yang harus kamu lakukan nanti. Lalu setelah itu, kamu akan ikut dengan Papa mengunjungi rekan Papa yang ada di Singapura untuk meminta bantuan dari mereka , lalu setelah itu kita akan pergi ke Korea dan Jepang untuk hal yang sama, dan kemudian kita akan berangkat ke Amerika untuk menghandle perusahaan yang ada di sana. Saat kita berada di luar negeri, Om Reza yang akan menghandle semua yang ada di Indonesia” ucap Papa Reikan serius.


“Ia selama kalian ada di luar negeri, Om yang akan menghandle semua disini” ucap Om Reza tak kalah seriusnya.


“Kira-kira butuh waktu berapa lama agar semuanya berjalan lancar?” tanya Reikan.


“Tadinya Papa berpikir mungkin akan memakan waktu dua bulan. Tetap Om Reza memiliki rencana lain sehingga kita hanya memerlukan waktu satu bulan. Itu sebabnya kamu ada disini” ucap Papa Reikan.


“Dengan kehadiran kamu, 80% rencana ini akan berhasil karena mereka yang akan membantu kita sangat menjunjung tinggi nilai kekeluargaan. Dan kamu juga bisa memberikan suaramu karena terkadang Papamu ini suka gegabah ketika sedang stres” lanjut Om Reza.


“Baiklah, aku akan siap” ucap Reikan.


“Kalau begitu Om akan memberi tahu apa saja yang harus kamu lakukan nanti” ucap Om Reza.


Mereka mulai membicarakan tentang rencana yang akan mereka lakukan untuk menghandle masalah yang sedang terjadi di perusahaan Reikan.


Reikan dengan serius memperhatikan semua yang di ajarkan oleh Om Reza di bantu oleh Papanya yang juga ikut menjelaskan semuanya.


Sudah seminggu sejak percakapan terakhir Tania dan juga Reikan.


Selama itu, Tania tetap menjalani aktivitasnya seperti biasanya dan fokus belajar sesuai dengan permintaan Reikan.


Namun terkadang, ia menangis di malam hari karena merindukan kekasihnya itu. Menangis tanpa mengeluarkan suara karena takut Ayahnya akan khawatir.


Untungnya ada Natasya dan juga anggota 4NGEL yang lain yang selalu bersamanya.


Di tambah tingkah konyol Ciko yang selalu membuatnya tertawa, serta tingkah Soni dan juga Kei yang selalu melindungi Tania dari siswa-siwi yang lain.

__ADS_1


Mereka benar-benar menjadi sosok kakak untuk Tania.


__ADS_2