
Tiga bulan telah berlalu sejak kejadian yang indah itu.
Setiap hari Tania dan Reikan selalu berangkat bersama ke sekolah. Dan sesekali saat jam pulang, Tania meminta Reikan untuk mengajarinya bermain basket.
Tania memang menyukai permainan bola basket.
Ia sempat masuk ke sebuah club dan dilatih oleh senior-senior yang baik hati.
Namun, ia baru mempelajari tehnik-tehnik dasar seperti drible, lay up, shoot, pivot, dan beberapa trik untuk mengecoh lawan.
Seluruh sekolah gempar dengan gosip tentang Reikan dan Tania. Pasalnya ini adalah pertama kalinya Reikan terlihat akrab dengan seorang cewek.
Ketika Tania sedang berjalan menuju perpustakaan, ia tak sengaja mendengar pembicaraan segerombolan siswi FG(Fans Girls) Reikan di taman.
“Eh guys, kalian liat gak sih cewek yang selalu deket-deket ama Reikan itu?” kata si A pada teman-temannya.
“Ia gue liat, ih kecentilan banget sih tuh cewek” kata si B.
“Eh, tapi kalau di lihat-lihat mereka itu serasi tahu” kata si C.
“Ih, lo tuh apaan sih. Mereka tuh gak serasi, karena yang gue denger, cewek itu tuh AB (anak beasiswa)” kata si A.
“Wah gak bener nih, masa kita kalah sih sama anak yang tingkat ekonominya rendah” lanjut si B.
“Tapi kalau Reikannya cuman suka sama dia, kita bisa apa” ucap si C.
“I..ia juga sih, tapi... Eh, sebenarnya elo tuh ngedukung tuh cewek apa kita sih” ucap si A kesal.
“Hehehe sorry deh” kata si C.
Tania mengurungkan niatnya untuk pergi ke perpustakaan. Ia memutuskan untuk kembali ke kelasnya.
Tania masih memikirkan pembicaraan para FG Reikan itu. Ia sampai tak menghiraukan panggilan Natasya dari tadi.
“Tan”
“Tania”
“Taniaaaa”
“Eh, ada apa Nat?” tanya Tania.
“Kamu itu kenapa sih, dari tadi aku panggil gak jawab-jawab. Mikirin apa sih kamu ha?” tanya Natasya.
“Eng..gak kok aku gak mikirin apa-apa. Oh ia, ada apa?” tanya Tania lagi.
Ia tak mau menceritakan hal itu kepada Natasya.
“Oh ini, kita nanti jadikan ngeliat latihan basket 4NGEL? Pertandingannya dua hari lagi loh” tanya Natasya.
“Hmm ia, jadi kok” jawab Tania.
“Haaa gak sabar deh ngeliat mereka bertanding. Pokoknya aku mau ngedukung Ciko 100%, aku bakalan teriak sekenceng-kencengnya supaya dia semangat” kata Natasya antusias.
“Hmm” kata Tania mengiakan.
“Jangan Hmm aja. Kamu ini semenjak pacaran sama Reikan udah mulai ketularan bahasa anehnya dia ya. Kamu tuh seharusnya juga ngedukung Reikan kayak aku ke Ciko” kata Natasya.
“Tapi aku gak se PD kamu Nat” kata Tania.
“Ia juga ya. Hmm yaudah deh, nanti kamu duduk manis aja, biar aku yang bakalan bersorak sekenceng-kencengnya untuk mereka, gimana OK kan” tanya Natasya.
“Hmm iya” jawab Tania.
Tania merasa beruntung, walau dalam keadaannya yang seperti ini, ia masih memiliki seorang sahabat yang akan membuat hatinya selalu merasa bahagia.
.
.
.
Seperti yang telah direncanaan, sepulang sekolah Tania dan Natasya menyaksikan latihan basket 4NGEL.
Mereka memberi semangat kepada anggota dari tim basket yang lainnya juga. Dan seperti biasa Ciko menjadi bahan bully dari teman-temannya.
Karena pertandingan basket yang akan diadakan dua hari lagi, maka sekolah di liburkan selama tiga hari kedepan.
Semua siswa-siswi gembira dan pastinya para tim basket akan mendapat lebih banyak waktu untuk latihan.
Setelah latihan, Reikan mengantar Tania pulang.
“Tan, besok aku jemput” kata Reika setelah mereka tiba didepan rumah Tania.
“Emangnya mau kemana?” tanya Tania.
“Ngeliat aku latihan” ucap Reikan singkat.
“Ooh, OK. Besok pagi jam 8 tepat” kata Tania.
“Hmm” ucap Reikan sambil mengacak rambut panjang Tania.
Setelah itu, Reikan meninggalkan rumah Tania.
Tania masih berdiri di luar rumah sampai ia tak bisa lagi melihat Reikan. Kemudian barulah ia masuk ke dalam rumahnya.
Ketika Tania masuk, ternyata Ayahnya sedang menonton TV.
“Eh Ayah Assalamualaikum Yah. Tumben Ayah pulang cepat, biasanya juga jam 10 baru pulang” kata Tania sambil mencium telapak tangan ayahnya kemudian duduk didekatnya.
“ Kamu ini, bukannya senang Ayahnya pulang cepat. Tadi di kantor pekerjaan ayah cuman sedikit, jadi bisa pulang cepat” jelas Ayahnya.
“Hehehe ia deh. Aku senang kok Ayah pulang cepat. Oh ia Yah sekolah libur selama tiga hari, tapi besok sama lusa aku mau ijin ya Yah, soalnya aku harus ngeliat latihan basket sama pertandingan basket sekolahku” kata Tania.
“Mau ngeliat pertandingannya atau orang yang lagi bertanding, yang tadi nganter kamu itu loh” ucap Ayahnya mengejek.
“Ih Ayah apaan sih. Udah ah aku mau ke kamar dulu, dada Ayah” kata Tania lalu masuk ke kamarnya.
.
.
__ADS_1
.
Pagi-pagi, Tania sudah bangun untuk berberes-beres rumah sambil menyiapkan sarapan untuknya dan juga ayahnya.
“Pagi Yah” sapa Tania.
“Pagi anak Ayah yang cantik, loh katanya kamu mau pergi” tanya Ayahnya.
“Ia, nanti jam 8 Yah, ini juga baru jam berapa coba, terus aku juga bakalan ke super market bentar” jelas Tania.
“Oh gitu. Eh nanti kamu di jemput sama pacar kamu itu ya? Kenalin dong sama Ayah, masa sama calon menantu sendiri Ayah gak tahu sih. Nanti kalau Ayah ketemu di jalan terus Ayah gak kenal gimana” kata Ayahnya.
“Ih Ayah, masih pagi juga udah mulai. Nanti aku kenalin sama Ayah” kata Tania tersipu malu.
Ayah tertawa melihat Tania yang tersipu malu seperti itu.
Setelah Ayah pergi, Tania bergegas mandi kemudian ia berjalan menuju ke super market yang tidak jauh dari rumahnya.
Jam masih menunjukkan pukul 07:15 masih ada 45 menit sebelum Raikan menjemputnya.
Setelah dari super market, tiba-tiba ada seorang wanita yang menabraknya.
“Eh maaf, aku gak sengaja” kata wanita itu.
“Ia gak apa-ap, Kee” ucap Tania.
“Tania” kata wanita yang bernama Kee.
“Astaga kamu apa kabar, bukannya kamu di Amerika ya?” tanya Tania.
“Ia Tan, aku baru balik dari Amrik. Baru seminggu yang lalu. Kamu tahu gak aku tuh nyari kamu di Makassar, katanya kamu udah pindah ke sini. Terus Papa juga ada kerjaan di sini, jadi aku pindah deh ke sini” jelas Kee.
“Terus, kamu udah ada rencana mau sekolah dimana?” tanya Tania lagi.
“Hmm. Papa udah ngedaftarin aku, tapi sekolahnya lagi libur. Jadi aku belum sekolah deh. Kalau gak salah sekolahnya tuh ada angel-angelnya gitu deh” kata Kee.
“Maksud kamu 'The 4ngel High International School” kata Tania.
“Nah ia, itu” ucap Kee.
“Ih, itu tuh nama sekolah aku, jadi kita bakalan satu sekolah lagi dong” kata Tania senang.
“Oh ya, wah seneng banget. Jadi aku gak bakalan ngerasa sendiri deh disana” kata Kee.
“Kalau gitu besok kamu datang ya di pertandingan basket sekolah kita” kata Tania.
“Wah basket, seperti dulu”
“We are the supporter of the basket ball club hahaha” ucap mereka bersamaan.
“Kalau gitu aku minta nomor kamu ya” kata Kee.
“Oh, OK” kata Tania lalu memberikan nomor handphonenya.
“Nanti aku hubungi ya, Bye sampai ketemu besok” ucap Kee
Kee kemudian berjalan meninggalkan Tania.
Setelah Tania tak dapat lagi melihat Kee, barulah Tania berjalan menuju kerumahnya.
Tania bergegas pulang ke rumahnya.
.
.
.
Saat Reikan sedang melaju menuju ke rumah Tania, ia tak sengaja melihat seorang wanita di copet ia memberhentikan motornya kemudian membuka helmnya.
Ia menolong wanita itu.
“Hai kalian, kembalikan tas itu” kata Reikan kepada kedua pencopet itu.
“Siapa lo berani-beraninya nyuruh kita” kata pencopet A.
“Hajar aja bro” kata pencopet B.
Mereka mencoba untuk menghajar Reikan. Tetapi berhasil di tahan oleh Reikan.
Pencopet seperti mereka sangatlah mudah bagi Reikan.
Setelah terkena beberapa pukulan dari Reikan mereka meminta ampun dan kemudian meningggalkan tas tersebut di sana.
“Astaga terima kasih telah menolongku, gak tahu deh kalau gak ada kamu” kata wanita itu.
“Sama-sama” kata Reikan menyerahkan tas itu.
Reikan melihat jam tangannya, masih tersisa 5 menit lagi.
Reikan kemudian bergegas memakai helm dan nak ke motornya.
“Sekali lagi terima kasih” kata wanita itu.
“Hmm” gumam Reikan singkat.
Reikan melaju dengan kecepatan tinggi menuju ke rumah Tania. Ia tak ingin Tania menunggu terlalu lama dan ia tak suka membuat Tania menunggu.
“Siapa dia, cool banget. Udah baik, ganteng aaah, kayaknya aku suka deh sama dia” kata wanita tersebut setelah Reikan pergi.
.
.
.
Tania baru saja selesai merapikan belanjaannya ketika terdengar suara klakson motor Raikan.
Setelah mengambil tasnya dan memastikan tak ada lagi yang ketinggalan, ia bergegas keluar dan mengunci pintu rumahnya.
Kemudian mereka melaju menuju ke sekolah.
__ADS_1
Tania memeluk pinggang Reikan dan bersandar di punggungnya. Reikan tersenyum tipis karena kelakuan kekasihnya itu.
Setibanya di sekolah ternyata anggota yang lain sudah berkumpul dan ada Natasya juga.
Reikan bergegas mengganti bajunya dan memulai latihan mereka. Sedangkan Tania duduk di kursi penonton di samping Natasya.
“Hai Tan” sapa Natasya.
“Hai Nat, aku mau cerita sesuatu nih” kata Tania.
“Apa?” tanya Natasya.
“Tadi aku ketemu sama sahabat lama aku” jawab Tania
“Oh yang kamu bilang pergi ke Amrik itu ya, siapa namanya Kei, Kai..”
“Kee”
“Ya itu, terus gimana?” tanya Natasya lagi.
“Katanya dia bakalan sekolah di sekolah kita” jawab Tania.
“Wah, asyik dong. Jadi penasaran deh Kee itu kayak apa sih” kata Natasya.
“Kalian pasti ketemu kok, soalnya aku ngundang dia buat ikut nonton pertandingan basket sekolah kita besok” ucap Tania.
“Wah gak sabar nih ketemu sahabat kamu yang nantinya juga bakalan jadi sahabat aku” kata Natasya.
Setelah sedikit membahas soal Kee, mereka menonton latihan basket Reikan dkk.
Mereka tak sabar menanti hari esok.
Mereka berdoa semoga tim basket mereka mendapatkan juara pertama.
.
.
.
Hari yang di tunggu-tunggu akhirnya datang juga. Stadiun telah penuh dengan para supporter dari berbagai sekolah.
Tania dan Natasya duduk di barisan paling depan. Dari sana mereka bisa melihat wajah-wajah pemain dengan jelas.
Pertandingan pertama dari sekolah lain telah di mulai.
Sekolah mereka bertanding di urutan ke dua. Jadi masih banyak waktu untuk mereka berlatih dan berdoa.
Sedari tadi Tania menunggu kedatangan Kee. Namun, orang yang di tunggu-tunggunya belum terlihat juga.
Pertandingan pertama sudah akan selesai. Namun, tak ada tanda-tanda kehadiran Kee.
“Dan pemenang dari pertandingan pertama adalah The Vakansa High International School” ucap sang Host.
Sorakan yang sangat meriah dari supporter sekolah tersebut.
Ketika Tania menengok ke belakang, Tania melihat Kee sedang berdiri mencari seseorang.
“Kee”
“Kee di sini”
“Kee”
Setelah berusaha memanggil Kee, akhirnya ia melihat Tania dan menuju ke tempat di sebelah Tania.
“Sorry tadi ada sedikit masalah, apa aku sudah terlambat?” tanya Kee.
“Enggak kok, pertandingannya baru aja mau di mulai. Oh ia kenalin ini Natasya, Nat ini Kee” ucap Tania memperkenalkan mereka.
“Hai Kee”
“Hai Natasya”
“Pertandinganya udah mau di mulai tuh” kata Natasya.
“Dan pertanddingan kedua Gangs Hight International School melawan The 4ngel High International School”
“Haaaaa”
“Semangat”
“REIKAAAAAN KAMU PASTI MENANG”
“SEMANGAAAAAAT”
CIKOOOOO SEMANGAAAAAAAT”
Teriak semua supporter dan FG dari Raikan.
Natasya pun tak mau kalah, ia meneriaki Ciko.
Saat tim basket T4HIS tiba di lapangan, semua semakin berteriak, apa lagi FG Reikan.
Reikan seakan sedang mencari seseorang dari ribuan penonton yang ada. Dan ketika ia melihat Tania di barisan depan, ia tersenyum.
Tania membalas senyum Reikan, seakan mereka sedang berbicara dalam hati.
“Ha, dia?” kata Kee bingung.
“Ada apa?” tanya Tania.
“Dia yang tersenyum ke arah kita, yang bernomor 03”
“Oh Reikan. Kenapa? Kamu kenal?” tanya Tania.
“Hm. Kemarin dia menolongku dari copet” jawab Kee.
“Oh gitu”
“Reikan ya” ucap Kee pelan.
__ADS_1
Kee tersenyum sambil menatap Reikan, senyum yang tak bisa di artikan, aneh dan penuh makna tersembunyi.
tbc....