
Ke esokan harinya ketika Tania sedang asyik mengobrol dengan Ayahnya di ruang tamu, handphonenya berdering.
Tania tersenyum melihat nama Reikan tertulis di sana.
“Yah bentar ya, aku angkat telpon dulu” ucap Tania lalu berdiri.
“Ia”
Setelah mendapat persetujuan Ayahnya, Tania keluar ke teras rumahnya untuk mengangkat telpon dari Reikan.
“Hallo Rei” ucap Tania.
“Hai”
“Gimana disana, lancar?” tanya Tania sambil tersenyum.
Ia sangat merindukan suara Reikan.
“Lancar kok, kamu dimana?” tanya Reikan.
“Aku ada di rumah” jawab Tania.
“Aku rindu kamu Tan” ucap Reikan pelan.
“Aku juga” jawab Tania berkaca-kaca.
“Aku ingin segera melihatmu”
“Emang urusan kamu udah selesai?” tanya Tania.
“Udah”
“Aku juga ingin segera bertemu denganmu” ucap Tania.
“Kalau kamu ketemu aku, mau ngapain?” tanya Reikan.
“Aku..aku ingin memelukmu” jawab Tania malu-malu.
“Kalau gitu lakukan sekarang”
“Mana bisa, kamu kan jauh”
“Aku deket kok, lihatlah kedepan"
Tania mencari-cari keberadaan Reikan, dan ia melihatnya sedang bersandar di sebuah mobil sambil menempelkan handphonenya di telinga.
“Rei” ucap Tania pelan.
Tania mengakhiri telponnya dan berlari kearah Reikan. Ketika telah sampai di depan Reikan, Tania berhenti.
“Katanya mau peluk” ucap Reikan sambil melebarkan tangannya.
Tania tersenyum lalu memeluk Reikan.
Ia menangis, sungguh ia tak percaya jika Reikan ada di depannya. Ia sangat merindukan Reikan.
“Gimana bisa kamu ada disini?” tanya Tania ketika ia melepas pelukannya.
__ADS_1
“Sebenarnya urusanku disana sudah selesai kemarin, jadi karena itu aku mengambil penerbangan malam dan bergegas kesini. Aku sangat merindukanmu” ucap Reikan.
Tania bisa melihat dengan jelas kantung mata Reikan yang sedikit menghitam tanda bahwa Reikan memang kurang tidur.
Tubuhnya juga sedikit mengurus dari terakhir pertemuan mereka. Kekasihnya itu sungguh bekerja keras.
Tania kembali memeluk Reikan.
Setelah beberapa menit Tania masuk ke rumah bersama dengan Reikan. Ia ingin memperkenalkan Reikan dengan Ayah.
“Ayah aku mau ngenalin pacar aku ke Ayah” ucap Tania ketika telah sampai di ruang tamu.
“Mana? Loh, Reikan!!” ucap Ayah kaget.
“Om Reza!!” ucap Reikan tak kalah kagetnya.
“Kalian udah saling kenal?” tanya Tania.
“Reikan ini anaknya Om Rangga, sahabat Ayah itu loh yang sering datang kesini” Ucap Ayah.
“Ha!! Jadi Papa udah sering ke sini Om?” tanya Reikan.
Mereka sudah duduk di ruang tamu.
“Sering banget. Dari kecil itu, kalian suka di jodoh-jodohin sama Papa kamu kalau kalian lagi main nikah-nikahan. Kamu pasti gak ingat” ucap Ayah Tania.
“Emang aku dulu suka main sama Reikan Yah? Kok aku gak ingat” tanya Tania.
“Kalian emang gak bakalan ingat karena waktu itu kalian masih sangat kecil. Dulu iut, kalau kamu nangis di ganggu sama anak-anak nakal, Reikan pasti ngebelain kamu terus bilang kayak gini ‘Jangan ganggu pacal Leikan’ hahaha” cerita Ayahnya sambil menirukan gaya Reikan kecil.
“Tapi kok aku gak pernah denger soal Tania dari Papa?” tanya Reikan.
“Dulu Om punya masalah, jadi Om pindah ke Makassar dan Om nggak kasih tahu Papa kamu. Papa kamu cuman tahu kalau Om mau pindah. Dan saat itu, Tania juga gak rela pisah sama kamu, kamu juga nangis karena gak mau pisah dari Tania. Gak tahunya sekarang kalian malah pacaran” ucap Ayah.
Tania dan Reikan saling menatap. Mereka tidak menyangka jika mereka sudah saling mengenal sejak kecil.
Ayah Tania masih setia menceritakan kisah mereka ketika mereka kecil. Tak jarang mereka tertawa karena cerita dari Ayah Tania.
Reikan kembali masuk ke sekolah seperti biasanya dan Tania tidak nampak murung lagi.
Apa lagi setelah mendengar cerita dari Ayahnya, mereka semakin merasa kalau mereka memang berjodoh.
.
.
.
Sehari sebelum ulang tahun Tania, Natasya bersama dengan anggota 4NGEL merencanakan pesta kejutan untuk Tania di rumah Reikan.
Mereka akan memberikan yang terbaik untuk pesta Tania nanti walau Tania sudah pernah bilang bahwa dia tak ingin pesta semacam itu.
Makannya mereka merahasiakan hal tersebut dari Tania.
Natasya bersama dengan Ciko, Soni, dan Kei akan ke rumah Reikan untuk menghias rumahnya di bantu Mama Reikan, Soni, Kei, Natasya, dan Bunda Ciko.
Sedangkan Ayah dan Papa Natasya dan 4NGEL akan menyusul setelah rapat.
__ADS_1
Saat semua sedang beraksi, Reikan akan mengajak Tania berkeliling dan memberikan alasan bahwa Papa dan Mamanya ingin bertemu nanti malam di rumahnya.
Setelah semua dekorasi selesai, Ciko mengirimkan pesan kepada Reikan untuk membawa Tania ke rumahnya.
Lalu mereka mematikan lampu agar Tania tidak melihat kejutan yang telah mereka rencanakan.
Saat tiba di rumah Reikan yang tampak seperti istana, Tania nampak heran.
“Rei, kenapa rumah kamu gelap kaya gini?” tanya Tania.
“Tadi Papa ngirimin aku pesan, mereka mau istirahat sebentar katanya dan minta di bangunin kalau kita sudah sampai. Mungkin mereka sedang istirahat, makanya lampunya di matiin” jawab Reikan asal.
Tania percaya saja dengan jawaban Reikan.
Ketika Reikan membuka Pintu, ia menggenggam tangan Tania dan membawanya ke bagian tengah tempat dimana pesta kejuta tersebut di laksanakan.
Saat mereka telah sampai, lampu tiba-tiba saja hidup.
“HAPPY BIRTHDAY TANIA” teriak semua orang di ruangan tersebut.
Tania kaget sekaligus senang karena mereka merencanakan ini semua di hari ulang tahunnya.
Ada sahabat-sahabatnya, mama dan bunda mereka, dan juga teman-teman sekolah mereka juga hadir di sini.
“Apa kami terlambat” ucap seseorang dari arah pintu.
Papa Reikan, Ayah Tania dan Ayah dari sahabat-sahabatnya juga datang dipesta kejutan ini.
“Ayah” ucap Tania senang lalu memeluk Ayahnya.
“Selamat ulang tahun sayang” ucap Ayah masih memeluk Tania.
“Reza!!” ucap seseorang yang ternyata adalah Bunda Ciko.
“Tiara!!” ucap Ayah Tania kaget.
“Ayah kenal sama Bundanya Ciko?” tanya Tania melepas pelukan Ayahnya.
“Dia...”
“Apakah Tania ini.… Putriku?” tanya Bunda sambil mendekat lalu memegang pipi Tania.
Semua orang hanya mematung melihat kejadian ini.
“Ia, dia putri kita” jawab Ayah.
Bunda lalu membawa Tania kedalam pelukannya.
“Putriku, Bunda sangat merindukanmu nak” ucap Bunda masih memeluk Tania.
Tania membalas pelukan Bunda.
“Bunda” ucap Tania.
“Ia sayang, ini Bunda” uap Bunda melepas pelukannya dari Tania.
Bunda menangis bahagia bisa bertemu dengan anaknya.
__ADS_1