
"Mari, ikuti saya, Tuan." ajak David kepada kedua majikannya tersebut.
Dengan langkah cepat, pasangan itu pun mengikuti langkah David yang menuntun mereka menuju ruangan ICU, di mana Alfa sedang di rawat.
"Masih jauh lagi kah, David?" tanya Tuan Harry yang sudah tidak sabar ingin melihat bagaimana kondisi putranya saat itu.
"Sedikit lagi, Tuan Harry. Sebelum kita sampai di ruangan Tuan Muda Alfa," jawab David.
Setelah beberapa saat, mereka pun tiba di depan ruang ICU. David menghentikan laangkahnya kemudian berbalik dan berdiri di hadapan Tuan Harry.
"Tuan Muda Alfa ada di dalam," ucap David dengan wajah sendu menatap Tuan Harry dan Nyonya Kharisma secara bergantian.
Tuan Harry memperhatikan tulisan yang menggantung di atas pintu ruangan tersebut dan sekarang ia baru sadar bahwa anak lelakinya itu tengah dirawat di ruang ICU.
"Ruang ICU? Memangnya apa yang terjadi pada anakku? Jangan bilang saat ini kondisinya--" Belum habis Tuan Harry berkata, tiba-tiba Nyonya Kharisma berteriak histeris setelah melihat kondisi Alfa yang sedang terbaring di atas tempat tidur pasien.
"Akhhh! Alfa, anakku!" pekik Nyonya Kharisma.
__ADS_1
Mendengar teriakkan Nyonya Kharisma, Tuan Harry pun bergegas menghampiri istrinya itu. Baru saja Tuan Harry menggapai pundak Sang Istri, tubuh wanita itu mendadak lunglai dan akhirnya jatuh pingsan.
Beruntung Tuan Harry sigap dan berhasil menangkap tubuh Nyonya Kharisma sebelum wanita itu jatuh ke lantai ruangan. David pun ikut panik dan segera memanggil tim medis untuk menangani Nyonya Kharisma.
Setelah Nyonya Kharisma diambil alih oleh para tim medis, Tuan Harry pun kembali ke ruangan ICU, di mana Alfa masih tidak sadarkan diri.
"Sebenarnya apa yang terjadi pada Alfa? Kenapa kondisinya bisa sampai separah ini?" tanya Tuan Harry sambil menatap Alfa dari balik kaca.
"Menurut saksi mata, mobil yang dikemudikan oleh Tuan Muda Alfa melaju dengan kecepatan tinggi dan diduga kuat Tuan Muda Alfa dengan dua temannya saat itu dalam kondisi mabuk. Tuan muda Alfa yang tidak bisa mengontrol kecepatan mobilnya, akhirnya menabrak pembatas jalan," tutur David yang juga ikut sedih atas kejadian itu.
Saat itu tubuh Alfa dipenuhi dengan peralatan medis berupa alat bantu pernapasan, infus, selang makan, monitor denyut jantung serta alat keteter. Lelaki muda itu dinyatakan koma setelah kecelakaan yang menimpanya. Cedera kepala berat yang terjadi pada Alfa membuat lelaki muda tersebut kehilangan kesadarannya.
"Salah satu dari mereka yang bernama Arman, meninggal di tempat setelah tubuhnya terpental dari mobil dan menghantam pembatas jalan. Sementara satunya lagi yang bernama Ervan, ia mengalami koma dan juga patah tulang kaki. Dan kemungkinan lelaki itu terancam diamputasi," jelas David.
"Ya, Tuhan!" Tuan Harry memekik. Ternyata nasib kedua teman Alfa jauh lebih tragis dari nasib anak lelakinya itu. Namun, hal itu tetap tidak bisa membuat Tuan Harry merasa nasib Alfa lebih baik dari mereka. Sebab kondisi Alfa saat ini pun masih sangat memprihatinkan.
"Aku bingung bagaimana caranya agar Alfa berhenti menyentuh dan menikmati minuman memabukkan itu. Sekarang dia sudah membuktikan sendiri efek dari minuman itu," tutur Tuan Harry lagi, dengan perasaan sedih.
__ADS_1
"Entahlah, Tuan. Tapi menurut saya, jangan pernah berhenti berdoa yang terbaik untuk Tuan Muda Alfa dan semoga setelah kejadian ini, Tuan Muda akan berubah dan tidak lagi menyentuh minuman memabukkan itu," sahut David.
"Ya, kamu benar."
Sementara itu di Desa Muara Asri, Desa Nelayan, di mana Dea dan keluarga kecilnya tinggal.
Ting!
Sebuah pesan chat masuk ke dalam ponsel milik Julian yang sengaja diberikan oleh lelaki itu untuk Dea agar mudah saling berhubungan. Dea yang sedang asik mencuci tumpukan piring, gelas dan peralatan masak yang kotor, segera menghentikan perkerjaannya. Ia meraih benda pipih tersebut kemudian memeriksa pesan tersebut.
[Dea sayang, Mas sudah kembali dan sekarang Mas sudah berada di dermaga. Nanti sore, kalau Mas tidak capek, Mas akan melanjutkan pengerjaan rumah kita. Mau kah kamu menemui Mas di sana?] Tulis Julian di dalam pesan chat tersebut.
Mata gadis itu kembali berkaca-kaca. Ia sedih saat kembali teringat akan dirinya yang sudah tidak suci lagi. Sebenarnya Dea ingin sekali berkata jujur kepada Julian tentang kejadian yang menimpa dirinya tersebut. Dan soal bagaimana reaksi Julian nantinya, Dea pun tampak pasrah.
[Baiklah. Mungkin aku akan ke sana jika pekerjaanku sudah selesa, Mas.] Tulis Dea, masih dalam bentuk pesan chat.
Julian menyunggingkan sebuah senyuman hangat setelah mendapat balasan pesan chat dari Dea tersebut. Walaupun ia sempat kecewa karena Dea tidak muncul pada malam itu, tetapi jawaban Dea kali ini membuatnya cukup senang.
__ADS_1
...***...