
"Apa-apaan ini!! Kau membohongi ibu yohan?!! bagaimana kau bisa tega membohongi ibumu ini yohan!" teriak wanita paruh baya menatap putra keduanya itu dengan amarah uang menggebu-gebu.
Duke Simbolon, ayah dari Yohanes Luke Delano hanya terdiam sembari memegangi pangkal hidungnya. Suara sang istri membuatnya pusing. begitu juga Arsenlino Suke Delano anak pertama dikeluarga Delano. Kemarahan Celinen Delano sungguh membuat aura mension megah milik keluarga delano itu suram.
"istriku,yohanes melakukan pasti ada alasannya. Tanyakan dulu alasan mengapa dia melakukan itu,jangan berteriak-teriak saja yang kau bisa. Amarah tidak akan membuat anakmu mengatakan apa tujuannya Melakukan hal tersebut" akhirnya sang ayah pun menyaut untuk menengahi masalah.
"kenapa aku harus bertanya jika aku sudah tau alasannya. Dia tidak mau ku jodohkan dengan Jennifer Lawrence!"
"kalau begitu batalkan saja perjodohan ini" saut Yohan dengan dingin menatap sang ibu.
sang ibu yang belum padam api kemarahannya,kini kembali membeludak. Kata-kata yohan seakan seperti minyak tanah yang tengan menyiram kobaran api.
"ibu tidak akan pernah membatalkan perjodohan ini! kau tau bukan persyaratan ibu jika ibu harus membatalkan perjodohan ini yohanes? Carilah wanita yang mau menikah denganmu! ibu sudah senang kau membawa Cetrine kemari, memperkenalkannya sebagai seorang kekasih! Tapi nyatanya kekasih pura-pura!" pekik sang ibu sembari menunjuk-nunjuk Yohanes.
"tenanglah celin! Tenang! Bisakah kau belajar mengontrol emosimu! aku tidak membenarkan dirimu mengambil keputusan tanpa bertanya kepada anak-anak terlebih dahulu. Coba kau tanya alasan kenapa yohanes tidak mau menerima perjodohan ini,dia pasti punya alasannya"
"kau selalu membela anak-anakmu tanpa tau apa yang aku lakukan itu demi kebaikan mereka! Menjodohkan mereka juga bukan untuk kebaikan mereka saja. Tapi mempererat hubungan antara keluarga kita dengan keluarga Lawrence"
"ibu tidak mau tau Yohanes,ibu tetap akan menjodohkan dirimu dengan Jennifer. Ibu tidak terima bantahan!" pekik sang ibu lalu meninggalkan ruang tengah mension megah itu.
sedangkan Yohanes hanya diam menikmati minuman miliknya. tidak dengan sang ayah dan sang kakak. Mereka berdua hanya bisa menghela nafas.
"kali ini rencana apa lagi yang akan kau pakai luke,kau sudah diujung tanduk ibu" ujar Arsen menatap sang adik.
__ADS_1
"yohanes,bisakah kau menemukan wanita yang benar-benar kau sukai dan mau di ajak menikah? Ayah pusing mendengar semua teriakan ibumu"
"apa jangan-jangan kau itu memang tidak tertarik dengan wanita,luke?" ucap tiba-tiba Arsen. Membuat yohanes melemparkan bantal ke arahnya.
"aku punya seseorang yang aku suka,tapi aku belum siap mengenalkannya pada kalian." timpal yohanes dengan dingin.
"tunggu sampai aku benar-benar siap" saut yohanes lalu beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan mension miliknya.
...****************...
......Keesokan harinya......
"aku terlambat 5 menit, sial sekali hari ini!" gerutu wanita yang tengah berjalan terburu-buru menaiki lift kantor tempatnya bekerja.
"Tuan Yohanes.." lirih sang wanita.
"keluar dari lift,pakai lift pribadi milikku saja" ucap yohanes.
"t-tapikan.."
"aku tidak suka penolakan Miles"
Yohane memegang tangan miles,dan mengode sekertarisnya untuk membuka jalan keluar. Semua tampak menuruti ucapan sekertaris dari bos tempat mereka bekerja. Yohanes berhasil membawa miles keluar dari lift yang penuh. Dan menggandeng tangan miles menuju lift pribadi miliknya.
__ADS_1
"terimakasih tuan Yohanes.. Maafkan saya merepotkan anda" ucap miles menundukkan kepalanya.
Yohan hanya terdiam bahkan dirinya tak melihat kearah miles. Dirinya fokus menatap pintu lift yang tertutup menunggu lift berhenti sampai tujuan.
Entah kenapa suasana lift menjadi panas. Yohan sangat ingin bicara dengan miles,tapi hatinya masih berdetak jika dia menatap miles. cinta pandangan pertamanya.
...----------------...
(Visual Yohanes Luke Dela
(Visual Arsenlino Suke Delano)
(Visual Duke Simbolon ayah Yohanes dan Arsen)
(Visual Celinen Delano ibu Yohanes dan Arsen)
__ADS_1