BEATRICE

BEATRICE
Bab 12


__ADS_3


...----------------...


"yohan..yohan.. Bangun sudah pagi,apa kau tidak pergi ke kantor?".


Yohan yang tengah tertidur dengan pulas terganggu karena suara lembut miles. Yohan membuka kedua matanya. pandangan pertama kali membuka mata adalah miles yang tengah tersenyum manis menatapnya.


"yohan.." panggil miles lagi.


"kau sudah bangun sayang. Perlu apa? Biar aku ambilkan" ucap Yohan dengan nada serak khas bangun tidur.


Miles menggelengkan kepalanya pelan. "aku bahkan sudah bangun dari 3 jam yang lalu. Bangunlah,kita sarapan. Aku sudah buatkan sarapan untukmu"


Yohan mengubah posisinya menjadi duduk. Badan atletisnya terpampang jelas dimata miles,membuat pipi miles bersemu merah. Yohan tersenyum kecil melihat pipi miles yang merah.


"kita bahkan sudah tidur bersama selama 3 bulan lebih miles,tapi kau masih malu melihat tubuhku" ucap yohan.


"k-kau bahas apa yohan.. Cepatlah makan sarapanmu"


Miles menyodorkan mangkuk berisi sarapan kesukaan yohan. Yohan menatap mangkok yang tepat didepannya itu.


"kau masak ini?" tanya yohan menyendok sarapannya.


"iya.. Dibantu oleh ibu" jawab miles dengan semangat. Yohan menghentikan suapannya dan menatap miles.


"apa? Tidak percaya? Aku bahkan memasak bersama dengan ibu,kalau kau tidak percaya kau bisa turun dan tanya para maid"


"ibu sudah menerimanmu?" tanya yohan.


"yohan,menerima kehadiran seseorang itu susah. Apalagi kalau yang diterima orang seperti diriku. Yang akan dijadikan istri oleh anak kesayangan. Tapi yohan,aku akan berusaha untuk membuat ibumu menerimaku"


"miles,jikapun ibu tidak menerimamu. Aku akan tetap menikahimu"

__ADS_1


"restu orang tua itu penting yohan,apalagi seorang ibu. Itu sangatlah penting. Tenanglah yohan,ibu hanya belum mengenalku"


Yohan mengangguk lalu mengecup kening miles dengan sayang.


"jangan kelelahan sayang. Hari ini jadwal pemeriksaan kandungan. Maka kita akan siap-siap. Aku akan telfon dokter Edward sebentar"


Miles mengangguk sembari menatap yohan yang tengah menyuap sarapannya lagi.


...****************...


o



mendengar langkah kaki miles dan juga yohan. Semua orang yang sedang berada diruang makan menoleh. tak terkecuali ibu Yohan. Sang ayah tersenyum lembut begitu juga arsen yang melambaikan tangannya menyapa.


"yo adik ipar,ah calon Adik ipar kudengar kau yang memasak ini? Wah, skill memasakmu sangat hebat menyaingi Yohan. Ini enak sekali, terimakasih" ucap arsen.


"duduklah miles,maaf membuatmu kerepotan untuk memasak sarapan untuk kami. Kamu adalah tamu, harusnya kami yang melayani tamu,bukan tamu yang melayani kami" jelas ayah.


"terimakasih yohan" ucap miles menatap yohan.


"sama-sama sayang"


Semua dapat melihat perlakuan miles dan yohan, begitu pun sebaliknya. Mereka berdua seperti pasangan suami istri yang sedang di mabuk kebahagiaan. ayah dan arsen tersenyum dengan bahagia. Sedangkan ibu hanya diam dengan tatapan datarnya.


"makanlah miles,kau belum sarapan" ucap ibu sinis,sembari menyantap sarapannya.


"yohan,ambilkan miles sarapannya nak. akan kelelahan jika dia berdiri dan duduk lagi" saut ayah.


Yohan mengangguk,dan segera membalikkan piring dihadapan miles. Dirinya menyendok nasi dan lauk pauk untuk miles. Lalu menyerahkan ke miles.


"biar aku kupas udangnya dulu,jangan banyak-banyak makan udangnya" ucap yohan.

__ADS_1


ibu berdiri dan berlalu pergi menuju dapur. Miles yang melihat ibu berlalu menghela nafasnya. Menyemangati dirinya sendiri bahwa dia bisa meyakinkan ibu yohan.


Yohan telah selesai mengupas udang,dan miles memakannya dengan lahap. Tak lama juga ibu kembali dengan segelas susu ditangannya. Lalu menaruhnya disamping piring miles.


"habiskan" ucap ibu,lalu kembali duduk.


Miles menatap gelas berisi susu strawberry itu, kemudian dia menatap ibu yohan yang kembali menikmati sarapannya. miles tersenyum.


"terimakasih nyonya"


Hanya deheman yang miles dengar. Namun itu hal yang baik bukan? Ibu yohan memperhatikannya.


"berapa usia kandunganmu?" tanya ibu Yohan tanpa menatap miles.


"6 bulan nyonya" jawab miles.


"apa rutin cek kandungan?"


"yohan tidak pernah telat untuk membawa miles pergi ke dokter kandungan bu" kini yohan lah yang menjawab.


"usia kandungan sudah menginjak 6 bulan, harus banyak gerak. Jangan tiduran,jangan makan sembarangan. Hindari kerjaan yang berat. apa masih morning sickness?"


"tidak nyonya. Hanya fase nyidam saja"


"yohan,kau harus siaga jika miles mengidam. Ada pepatah mengatakan jika ngidam yang tidak turuti nanti anak selalu liuran"


"iya ibu,tanpa ibu suruh yohan sudah menjadi calon ayah yang siaga" jawab yohan.


"ibu sudah meneriman miles? Kenapa daritadi ibu ceramahi miles" ucap arsen dengan senyum godanya.


"wajar jika ibu ceramah. Ibu pernah mengalaminya"


"berarti ibu ingin berbagi kepada miles tentang apa yang ibu alami saat mengandungku dan yohan dulu,itu namanya ibu sudah menerima miles" goda ayah gantian.

__ADS_1


Ibu membanting sendok dan garpu yang dia pegang. Membuat miles terkejut,lalunya ibu berlalu pergi meninggalkan ruang makan.


__ADS_2