
...****************...
kaki Miles melangkah masuk ke kediaman utama keluarga Jallerino, keluarga besarnya. Ruang tamu yang mewah itu terdapat gelak tawa dari seorang wanita yang dia sebut ibu dan juga adik sepupunya bernama Jevelin. tak lupa kepala keluarga Atras Jallerino juga disana.
Semua terkejut saat kedatang Nicolas bersama Miles dan dua orang laki-laki lainnya. Nicolas menggenggam kuat tangan sang adik,dengan wajah marahnya dia masuk ke kediaman utama. Tak lupa tangan kiri miles yang digenggam oleh yohan.
Raut wajah terkejut sang ibu dan juga adik sepupunya dapat dilihat oleh nicolas. Nicolas semakin meyakinkan dirinya bahwa yang dikatakan oleh sang adik benar.
"Siapa yang memperbolehkan kau menginjak rumah ini lagi?" dingin sang ayah menutup koran yang dia baca.
"a-ayah.. Jangan bicara seperti itu,miles sudah pulang. Kita harus senang bukan" ucap sang ibu menghampiri sang ayah.
"kak miles,kakak darimana saja. Kami sekeluarga mencari kakak kemana-mana. Kami merindukanmu" ucap Jevelin tiba-tiba memeluk miles.
Nicolas melepaskan pelukan Jevelin dengan paksa. Membuat Jevelin terhuyung ke belakang. sang ibu langsung menahan tubuh Jevelin agar tidak terjatuh.
"Nicolas!! Apa yang kau lakukan! Bagaimana jika Jevelin jatuh hah!!" teriak sang ibu, membuat Nicolas tersenyum remeh.
__ADS_1
"berhenti membela dia ibu. Dia tidak pantas dibela, harusnya ibu membela anak-anak ibu bukan orang lain!" tegas Nicolas.
"orang lain? Jevelin itu sepupu kita! Bukan orang lain!" pekik sang ibu.
"tapi dia bukan darah daging dari ayah dan ibu! Nicolas paham sekarang,dengan melihat perlakuan ibu yang lebih Jevelin daripada miles!"
"apa maksudmu!"
"ibu dan Jevelin bilang,miles pergi dari rumah! Tapi nyatanya bukan! Kalian mengusirnya! Kalian mengusir miles dengan keadaan hamil!" teriak Nicolas.
Sang ayah yang mendengar ucapan Nicolas pun seketika berdiri dan menatap sang istri. Tangannya terkepal kuat melihat sang istri.
"ku kira ibu mengusirku karena ayah yang menyuruhnya,ibu bilang ayah tidak mau memiliki anak yang tidak tau malu sepertiku,hamil diluar nikah" jelas miles.
"apa yang kau katakan miles!! Jangan memfitnah ibu miles!" pekik sang ibu dengan wajah keringat dingin.
"paman,jangan percaya dengan kak miles. aku saksi dari kak miles pergi dari rumah. Bahkan kak miles membentak bibi paman" saut Jevelin.
"aku membentak ibu karena ibu menyarankan aku untuk menggugurkan anak yang ku kandung!!" tekan miles yang terpalang emosi. Yohan yang disampingnya hanya bisa memberikan ketenangan lewat usapan tangannya.
__ADS_1
"jika tuan atras tidak percaya,tuan atras bisa tanyakan kepada maid dan kepala pelayan disini! Apa untungku memfitnah istri anda!" pekik miles.
"panggil maid dan kepala pelayan!" teriak sang ayah.
...----------------...
Beberapa menit kemudian Nicolas datang dengan 5 maid dan kepala pelayan. Mereka membungkukkan badan mereka memberi salam.
"katakan kepadaku,siapa di antara kalian melihat nyonya dan nona muda bertengkar dihari nona muda pergi dari rumah" tanya ayah
salah satu maid pun mendongak menatap tuannya. Dan dirinya menggelengkan kepala.
"nona muda tidak pergi dari rumah tuan,nona muda di usir oleh nyonya dan nona Jevelin. Mereka berdua bilang nona muda aib bagi keluarga" salah satu maid itu bersuara.
"bagaimana dengan nona muda membentak nyonya?" tanya nicolas.
"nyonya dibentak oleh nona muda karena nyonya menyuruh nona muda untuk menggugurkan kandungannya, pertengkaran itu terjadi karena nona Jevelin memberitahu nyonya kalau dia menemukan alat tes kehamilan milik nona muda dikamar. Dan saat nona muda pulang dari kerjanya,nyonya langsung menampar nona dan mengatakan bahwa nona adalah aib"
"apa-apaan ini!! Kalian menyebar fitnah seperti miles!! Kalian ini aku yang menggaji bukan miles!!" teriak Sang ibu.
__ADS_1
"lebih tepatnya uang yang kau pakai untuk menggaji mereka adalah uang miles,ibu tiri" tekan Nicolas.