
"bagaimana hasilnya dok?" tanya miles saat dokter memperlihatkan Usg bayi yang ada dikandungannya.
"untuk gendernya belum terlihat,lebih tepatnya sang bayi tidak mau menunjukkan. Sedangkan keadaannya sangat sehat. nyonya miles sangat baik merawatnya. Jangan lupa untuk meminum vitamin yang saya kasih. Kalau habis bisa dibeli di apotek lagi. Apa kalian benar-benar ingin melihat gendernya?" tanya dokter lagi.
"bayinya terlihat malu" ucap yohan, menggenggam tangan miles.
Dokter terkekeh kecil. Lalu menoleh menatap yohan yang sedari tadi memasang wajah gugupnya.
"coba ajak bicara tuan,siapa tau bayinya mau mendengarkan"
Yohan tampak terkejut dengan penuturan dokter. Dia menoleh ke arah miles, miles senyum menampilkan giginya lalu mengangguk. Tangan kiri yohan terangkat mengelus perut miles.
"hai baby boy or girl. i am your dad. Hari ini hari cek up untuk dirimu. daddy dan mommy sangat antusias melihat gendermu. can dad see? you are boy or girl? Jika kamu mau memperlihatkannya,daddy akan kasih kamu hadiah. Tapi jika kamu masih malu, it's oke. Daddy dan mommy akan menantimu saat kau lahir" ucap yohan berbisik didepan perut bayi.
"akhh.."
"what's wrong miles? mana yang sakit?" panik yohan,membuat miles terkekeh.
__ADS_1
"dia menendang yohan.." jawab miles.
lalu layar monitor Usg terlihat bergerak. Dokter yang memeriksa miles pun terkekeh. bayi dalam kandungan miles mengubah posisinya dan memperlihatkan gendernya. Miles tersenyum dengan bahagia,tak terkecuali yohan menatap layar monitornya.
"congrast tuan yohan dan nyonya miles, it's baby girl" ucap dokter tersenyum ke arah miles dan yohan.
miles bahagia mendengarnya,dia menggenggam tangan yohan dengan kuat. melupakan yohan yang sudah menitikkan airmata dan masih menatap layar monitor Usg.
Kini miles dan yohan kembali ke kediaman Delano. Sampainya diruang tamu,mereka disambut hangat oleh ayah dan juga arsen. Tak terkecuali ibu yang tengah menatap sebuah majalah.
"sudah pulang.. Ya, bagaimana hasilnya? apa semuanya baik-baik saja? Miles dan bayinya?" tanya sang ayah dengan antusias.
"semua baik tuan. kami berdua sehat" jawab miles dengan tersenyum.
"miles,panggil saja ayah seperti yohan memanggilku. Lagian aku bukan tuanmu. Jadi panggil saja ayah biar kita akrab"
__ADS_1
Yohan membantu duduk miles,miles mengangguk sebagai jawaban dari ucapan ayah. Yohan memberikan sebuah foto usg kepada sang ayah. Arsen ikut melihat foto itu, matanya membulat.
"it's girl?!! Really?!! Aku akan punya keponakan perempuan!! Ashh I'm happy!! Terimakasih miles terimakasih. Miles mau apa biar aku belikan semuanya" ucap Arsen.
"ibu lihatlah.. Bayi yang dikandung miles berkelamin perempuan. Bukankah kita selalu memimpikan ada anak perempuan,kini justru yohan yang mendapatkannya" seru sang ayah memperlihatkan foto USG milik miles.
Tanpa melirik bahkan menjawab,ibu beranjak dari duduknya dan menaruh majalah yang dia baca. Lalu pergi melenggang meninggalkan semua orang yang ada di ruang tengah.
Ayah menghela nafasnya lembut,lalu tersenyum. Begitu juga arsen. Yohan mengelus punggung miles.
"yohan.. Ayah dan ibu sudah membatalkan perjodohanmu dengan Jennifer. Segera nikahi miles,mau mewah atau tidak itu terserah kalian. Hiduplah berbahagia" ucap ayah.
"keluarga Lawrence tidak mudah membatalkan perjodohan itu. Apa jaminan ayah,biar aku menggantinya" saut yohan.
"ey.. kau itu seperti dengan siapa saja yohan. tidak ada jaminan. Hanya saja ibu yang marah-marah dan memaki keluarga Lawrence. Bahkan ibu mencabut investasinya diperusahaan Lawrence" ucap arsen.
"miles,maafkan ibu yohan. Dia sebenarnya peduli denganmu. Apalagi jika kau melihat dia tadi memaki-maki Andrian karena tidak bertanggungjawab denganmu. Bahkan sampai rela mencabut investasinya. Dia sudah Menyayangimu,dan merestui kalian berdua"
__ADS_1