
......................
...keesokan harinya...
Semua tampak mendengar presentasi dan penjelasan dari Miles. Tak terkecuali Yohanes. Kinerja miles dapat dirinya lihat sangat bagus dan rapih. Materi demi materi rapat miles dapat dengan bagus menjelaskannya kepada para orang yang sedang memandangi presentasinya melalui monitor.
"sekian presentase dan penjelasan saya. Jika bapak atau ibu sekalian masih kurang paham atau tidak bisa menerima presentase dari saya bisa mengatakan kepada saya" ucap Miles dengan senyum yang mengembang.
Miles menatap para manajer, direktur dan Hrd lainnya. Namun tidak ada dari mereka yang berniat bertanya ataupun mengatakan setuju dengan presentase miliknya. miles terus tersenyum dengan canggung.
"saya setuju dengan ide dari presentase anda nyonya miles. Mudah dipahami." Saut Yohanes dengan tangan yang menumpu dagu miliknya.
"terimakasih pak"
"kalian tidak ingin bertanya? Atau sekedar untuk mengatakan bahwa presentase Nyonya miles bagus? Atau sebaliknya" dingin yohanes menatap para bawahannya.
"jika tidak ada,maka aku meloloskan presentase milik nyonya miles. Anton berikan presentase Nyonya miles kepada Orgio. Kita akak memakai metode dari nyonya miles mulai sekarang"
"Rapat selesai,kalian boleh kembali keruangan masing-masing" tegas Yohanes lalu beranjak dari duduknya dan Pergi meninggal ruang rapat.
...****************...
Tok.. tok.. tok...
__ADS_1
"Masuk"
"Nyonya Miles.." panggil anton saat membuka pintu ruangan milik miles. Miles menoleh dan tersenyum manis.
"Ah Antonio. Ada apa? Padahal kau bisa memanggilku keruanganmu. Tidak perlu repot-repot kau yang kemari"
"jika saya memanggil anda keruang kerja saya,yang ada saya akan menjadi laki-laki yang terlihat buruk dimata orang karena mengerjai wanita yang sedang hamil" jawab Anton. Membuat miles tertawa kecil.
"jangan seperti itu anton. Kau terbilang seniorku disini dan aku Juniormu. Jadi wajar jika kau menyuruhku. Ada apa gerangan kau kemari?"
"nyonya,saua disuruh tuan yohanes untuk memanggil anda ke ruangannya. Tapi jangan bertanya ada apa,saya hanya disuruh begitu"
"pak yohanes? Apa ini masalah presentase tadi Anton? Apa sebenarnya presentaseku tidak bagus,tapi demi membuatku tidak malu pak yohanes mengatakan bagus" Sarkas Miles.
"nyonya,saya tadi sudah bilang.. Jangan bertanya. Saya bahkan tidak tau juga"
Anton pun mengangguk dan pamit untuk undur diri,keluar dari ruangan miles. Sedangkan miles masih duduk dikursinya, memikirkan kenapa dirinya dipanggil Yohanes ke ruangannya. tapi tadi waktu rapat Yohanes biasa saja,bahkan memuji dirinya.
"kenapa dia tidak memanggilku sendiri lewat telfon,kenapa harus anton yang dia suruh. Aneh" gumam miles,lalu beranjak dari tempat duduknya.
...****************...
"pak Yohan? bapak memanggil saya?" tanya Miles saat dirinya diperbolehkan masuk kedalam ruangan yohanes.
__ADS_1
Yohanes yang tengah duduk di sofa ruang kantornya dengan Nasi kotak sedikit besar didepannya. Justru hanya mengode miles untuk segera duduk dihadapannya. miles yang bingung, justru membuat yohanes kembali mengode dirinya. Miles pun duduk didepan Yohanes,jarak mereka hanya terhalang meja.
"sudah makan siang?" tanya yohanes. Miles sedikit terkejut dengan bosnya itu.
"b-belum pak" jawan miles dengan kagok.
"ini sudah jam makan siang miles,saya tidak pernah mengekang karyawan saya untuk tetap bekerja dijam makan siang. Lagian kau sedang hamil,jangan sampai telat makan siang"
Miles hanya diam,ucapan yohanes seakan berputar diotaknya. Apa semua karyawannya yang hamil dia juga akan seperti ini,pikir miles. Yohanes mendorong kotak bekal miliknya.
"makanlah" ucapnya menatap miles.
"pak.. Tapi ini bekal bapak. Saya bisa beli di kantin kantor nanti."
"kenapa harus nanti?"
"pekerjaan saya belum selesai pak. Jadi,saya akan nanti saja"
"jadi menurutmu pekerjaanmu lebih penting daripada asupan untuk dirimu dan bayimu. Makan miles,jangan membantah" tekan yohanes menatap miles dengan intens.
tapi miles belum juga menyentuh kotak bekal itu, justru dia menatapnya. Lalu bergantian menatap yohanes yang tengah menatapnya Juga.
"jangan khawatir padaku,aku menyuruh ibuku untuk membawakan dua bekal tadi pagi. Dan aku sudah memakannya. Apa perlu aku menyuapimu agar kau makan"
"t-tidak tuan. Sebelumnya saya minta maaf lancang memakan bekal anda. Saya makan tuan. Terimakasih" ucap miles mengambil kotak itu dan beranjak dari duduknya.
__ADS_1
"makan disini! Aku tidak mengizinkanmu membawa keluar kotak bekal itu" tegas yohanes.
Miles kembali kagok. Dia dengan pelan duduk kembali. Lalu membuka kotak bekalnya. Dan menyendok nasi yang ada dikotak bekal itu. Yohanes tersenyum tipis menatap miles yang tengah makan siang.