BEATRICE

BEATRICE
Bab 10


__ADS_3


...----------------...


"antar pulang saja" ucap dingin yohan kepada arsen yang tengah menyetir.


"tidak jadi kerumah besar? Pasti ayah dan ibu sudah menunggu kalian" jawab arsen.


"miles kelelahan. Aku tidak bisa membiarkan dia kelelahan. Lagian masih ada hari esok"


"lebih baik pulang ke kediaman saja, biarkan miles menginap disana" timpal arsen lagi.


Yohan menatap wajah tenang miles yang tertidur bersandar pada bahunya. Yohan menghela nafasnya lalu mengangguk. Dapat arsen lihat anggukan sang adik dari kaca depan,arsen tersenyum lalu melajukan mobilnya.


...****************...


Sampainya dirumah besar, mobil yang dikendarai arsen berhenti tepat dipekarangan. dua bodyguard membukakan pintu untuk arsen dan juga Yohan. Yohan keluar menggendong kuat tubuh miles yang tertidur lalu masuk kedalam, diikuti oleh arsen.


Diruang tengah terdapat ayah dan ibu yohan arsen. Mereka terkejut saat melihat sang anak bungsunya tengah menggendong seorang wanita hamil dan bergegas naik ke lantai dua. sang ibu tampak ingin bertanya namun kode tangan arsen membuat sang ibu urungkan niatnya.

__ADS_1


"biarkan dia membawa miles ke kamarnya dulu bu,lalu kita bicara" ucap arsen,sang ibu mengangguk.


...****************...


Dibantu dengan maid,yohan berhasil masuk kedalam kamar pribadinya. Kamar yang jarang sekali dia injakkan kaki disana. Hanya beberapa bulan sekali. Tubuh miles diletakkan diatas ranjang bigsize empuk milik yohan. Tanpa terganggu sedikit pun tidur miles,yohan menarik tangannya perlahan yang menjadi bantal miles. Yohan meraih remote AC dan sedikit menurunkan suhunya. Tak lupa menarik selimut sampai ke dada miles. yohan mengecup kening miles sayang,dan segera meninggalkan miles yang tengah tertidur.


dibawah ketiga orang tengah menunggu kehadiran yohan. Sepatu pantofel milik yohan terdengar dirungu ketiga orang. Sang ibu langsung berdiri dan menatap anak bungsunya.


"apa dia yang dibicarakan oleh ayahmu? Kau ingin menikah dengan wanita hamil,yang bahkan bukan hamil anakmu? Kau masih waras yohan?" pekik sang ibu.


sedangan yohan,dengan wajah datarnya duduk di samping sang ayah,dan menyilangkan kakinya. Menatap sang ibu yang siap meledakkan amarahnya.


"yohan hanya mau dia" jawab yohan dengan dingin.


"kalau ibu tidak setuju? Apa kau akan tetap mau bersama dia?"


"tetap" jawab Yohan lagi.


Sang ibu tampak memijat pangkal hidungnya, sepertinya berdebat dengan anak bungsunya tidak ada gunanya. Tapi dirinya tetap akan pendiriannya.

__ADS_1


"ibu tidak setuju,ibu tetap akan menjodohkanmu dengan Jennifer"


"tapi aku juga tidak setuju dengan perjodohan ibu" jawab yohan lagi.


"yohan,ibu hanya ingin yang terbaik untukmu. Bukan untukmu saja,tapi untuk keluarga kita juga. Apa jadinya jika kau menikah dengan wanita yang hamil,bahkan bukan hamil anakmu?!! Apa kau tidak pernah memikirkan semua itu?"


"ibu,terbaik atau tidak bukan ibu yang menilai,tapi yohan. Yohan berhak atas siapa pasangan yohan, termasuk miles sekalipun. Yohan berhak menentukan pasangan Yohan. Hidup Yohan sudah terlalu menuruti ibu, sekarang giliran ibu yang menuruti keinginan yohan" ucap yohan dengan wajah datarnya.


"ibu,ibu hanya belum kenal miles. yohan awalnya tidak mau ajak miles sekarang karena miles baru saja mengalami hal yang tidak baik bahkan untuk kandungannya. Dan yohan tidak mau miles kecapean. Tapi Arsen bilang kepada yohan untuk membawa miles menginap,yohan langsung berfikir bahwa mengenalkan ibu dengan miles tidak ada salahnya. Saling mengenal juga tidak ada salahnya ibu. Cobalah ibu mengenal miles" jelas yohan


"apa yang dikatakan yohan benar,istriku. cobalah untuk mengenal miles. Aku juga percaya bahwa miles wanita baik-baik terlepas dari dirinya yang hamil karena kebodohannya" saut sang ayah.


"bukannya ibu mau cucu? Kurang 4 bulan lagi miles melahirkan,ibu bisa menimang cucu" pekik arsen sedikit mengejek.


"tapi bukan yang dia kandung bukan darah daging keluarga Delano" ketus sang ibu.


"maka aku akan membuatnya menjadi darah daging keluarga delano ibu" bantah miles.


"terserah! Ibu pusing!"

__ADS_1


Sang ibu pun meninggal ruang tengah dengan memegang pelipis kepalanya. yohan menatap kepergian sang ibu dengan senyuman tipis. Sedangkan arsen hanya tersenyum bangga begitu juga sang ayah. Tanpa mereka sadari miles mendengar semua percakapan mereka.


__ADS_2