
...----------------...
"Miles,aku sudah menceritakan dirimu kepada ayah dan kakakku" ucap Yohan tiba-tiba membuat miles yang sedang makan menghentikan suapannya.
"yohan.."
"mereka welcome denganmu. Bahkan mereka membantuku untuk bicara dengan ibu. Miles,apapun yang terjadi jangan goyah dan jangan menyerah. Aku ada disampingmu"
"yohan.. Aku hanya tidak ingin kau mengambil keputusan yang salah" lirih miles.
"jika mencintaimu sebuah kesalahan,maka aku siap selalu disalahkan demi mempertahankan cintaku. Setelah ini Arsen akan datang kemari. Kuharap kau tidak gugup"
"arsen? Kakakmu?" tanya miles,yohan mengangguk sebagai jawabannya.
...----------------...
tok tok tok
Pintu terbuka menampilkan dua orang laki-laki yang tengah berdiri. Yohan membukakan pintu untuk mereka. Dengan wajah datarnya yohan mempersilahkan masuk kedalam apartemen milik miles.
"yohan,ini Nicolas. Aku sudah memberitahumu bukan. he's my friend,my Best friend" ucap Arsen.
Yohan menjabat tangan nicolas.
"dimana adikku? Arsen bilang,adikku tengah bersamamu. Bisakah aku bertemu dengannya?" ucap Nicolas menatap yohan.
"dia sedang mandi,biar aku panggilkan"
Yohan pun beranjak dari ruang tamu menaiki tangga menuju kamar Miles dan juga kamarnya. Meninggalkan arsen dan nicolas yang tengah berbincang kecil.
__ADS_1
...----------------...
"sayang.. Kau sudah selesai mandi? Arsen sudah datang" ucap yohan berada di depan pintu kamar mandi.
"sebentar yohan,aku sedang mengoleskan jell ke perutku" teriak miles dari dalam kamar mandi.
"miles,that's my job" seru yohan.
"hahahaha.. Yohan stop it. Tidak semuanya harus kamu yang kerjakan. Mending kamu temani saja arsen,kasian bukan jika dia duduk diam diruang tengah. Aku segera turun"
"oke. Kalau ada apa-apa kau tau bukan harus apa?"
"yohan,semua isi apartemen ini ada tombol yang langsung tersambung di ponselmu. I know. Don't worry"
"oke"
...----------------...
Miles turun menuju lantai pertama. Namun saat ditangga, dirinya tak melangkahkan kakinya lagi. Menatap 3 orang yang tengah berbincang. Miles menatapnya tak berkedip. Pasalnya ada seseorang yang dia kenal selain Yohan.
miles yang tengah fokus akhirnya tersadar. Dirinya berjalan dengan pelan dan hati-hati. Sedangkan Nicolas berdiri dan langsung menghampiri adiknya itu. Memeluk miles dengan sayang.
"miles, akhirnya kakak menemukanmu. kakak mencarimu miles,saat kakak mendapatkan kabar dirimu pergi dari rumah,kakak langsung pulang untuk bertemu denganmu. What happend miles? Katakan kepada kakak"
"apa ibu dan ayah yang menghubungi kakak kalau aku Pergi dari rumah?" tanya miles tanpa menatap nicolas.
"no,tapi Jevelin yang memberitahu kakak"
"kakak mau tau yang sebenarnya?" tanya miles kemudian menatap sang kakak.
"aku tidak pergi dari rumah. Tapi aku di usir oleh ayah dan ibu dari rumah"
"What did you say? Ibu dan ayah tidak seperti itu miles" ucap Nicolas tidak percaya.
__ADS_1
"tapi itu kenyataannya,kalau kakak tidak percaya. Kakak bisa bertanya kepada kepala pelayan dan bibi." ucap miles dengan santai.
Nicolas menatap manik mata sang adik. Tidak ada kebohongan yang sang adik ucapkan. Mata hanzel milik miles sudah membuat Nicolas percaya.
"berapa bulan usianya?" tanya nicolas memegang perut Miles.
"6 bulan" jawab yohan.
Nicolas menoleh menatap yohan. Laki-laki yang sudah menerima sang adik bahkan mencintai adiknya. Menjaga bahkan berencana menikahi sang adik. Walaupun dirinya tau anak yang dikandung miles bukan anaknya. Tapi yohan mau bertanggungjawab.
"apa ibu dan ayah tau siapa ayah dari anak ini?" tanya nicolas.
"aku sudah memberitahunya,tapi Jevelin justru menyiram minyak tanah ke api yang membara. Mengatakan bahwa aku melantur mengakui anak ayah ini"
"beritahu kakak,siapa ayah anak ini miles"
"Andrian Lawrence." jawab Miles.
"Bukannya Andrian Lawrence kekasih Jevelin?" kaget nicolas.
miles bersmirk. "Sekarang aku tau kenapa dirinya membantah bahwa ini anak bukan anak Andrian. Dia menyukai Andrian. tapi nyatanya Andrian justru menikah dengan wanita lain"
"kita pulang miles,biar kakak yang menyelesaikan semuanya. Kakak harus bicara kepada ayah dan ibu, begitu juga Jevelin"
"kau tidak akan bisa membawa miles tanpaku,nicolas" saut Yohan.
"tapi aku kakaknya,aku berhak atas dirinya"
"tapi tidak menjamin keselamatan miles. kau tidak tau penderitaan apa selama kau tidak ada Nicolas. Dan aku belum sepenuhnya percaya kepadamu jika kau tidak sama dengan keluargamu"
"oke fine! Kau ikut kita kerumah besar. Masalah ini harus diluruskan!" pekik Nicolas.
__ADS_1
(Visual Nicolas Roman Jallerino)