
apa?!
putri ingin memberitahu ayahmu?! tapi dimana ayah mu? tanya kedua pangeran.
oh iya, saya lupa kalau istana saya jauh dari tempat ini, kata putri Xiao.
Jadi dimana istana mu? tanya pangeran Li Chan.
istana ku berada di Cina, kerajaan Tong gua, jawab putri Xiao.
Tidak masalah, kami bisa mengantar putri Xiao sampai ke istana putri, kata pangeran Li Chan.
Tapi itu mungkin perlu beberapa hari untuk sampai ke istana mu, kata pangeran Ye lan.
Tidak apa-apa yang paling penting saya bisa bertemu dengan ayahku, jawab putri Xiao.
Besok pagi kita akan berangkat
, kata pangeran Li Chan.
Keesokan harinya.....
Kukuruyuk!!!! terdengar suara ayam berkokok.
Hari sudah pagi.
Semua sibuk menyimpan barang-barang putri Xiao dan pangeran Li Chan serta pangeran Ye lan.
Ketika dalam perjalanan.....
Putri Xiao apakah kamu baik-baik saja? tanya pangeran Li Chan. Iya, saya baik-baik saja.
Kamu....! kenapa kamu selalu bertanya padanya?! seharusnya saya yang bertanya padanya, kata pangeran Ye lan dengan wajah yang cemburu.
__ADS_1
ih, lagipula saya akan menjadi tunangannya, saya juga kan boleh bertanya apapun padanya, jawab pangeran Li Chan.
Dasar kamu, kamu belum berhak menanyakan sesuatu padanya.
Kamu kan belum di setujui menjadi tunangannya, kata pangeran Ye lan.
Kamu juga kan belum disetujui, jawab pangeran Li Chan.
Terjadilah pertempuran antara pangeran Li Chan dan pangeran Ye lan.
Tiba-tiba....
berhenti!!! teriak putri Xiao.
Tiba-tiba putri Xiao jatuh dengan pangeran Li Chan.
ehhh!!!
Eh pangeran apakah kamu baik-baik saja? maaf saya tidak sengaja, kata putri Xiao.
Iya, saya baik-baik saja.
Suasana menjadi dingin dengan kecemburuan.
eh, kenapa saya tiba-tiba merasa
ada yang tidak beres, kata pangeran Li Chan dalam hati.
Pangeran Li Chan!!! apakah kamu sengaja?! kata pangeran Ye lan.
hei hei apa yang kamu bicarakan. Kamu lihat kan putri Xiao tidak
sengaja jatuh cinta ke tubuhku, jawab pangeran Li Chan.
__ADS_1
Tapi kamu sudah merayunya, saya akan menghabisi mu! kata pangeran Ye lan dengan wajah wajah yang marah.
Huhft, mereka berdua sama seperti anak kecil, kata putri Xiao.
Hei! boleh kah kalian berhenti berkelahi?! kata putri Xiao.
Ah maaf putri, kata mereka berdua.
Ya sudahlah ini sudah malam lebih baik kita istirahat dulu,
kata putri Xiao. Baiklah.
Mereka bertiga tidur karpet yang berbeda tapi jarak nya dekat sekali.
Putri Xiao tidak sengaja memeluk pangeran Li Chan dengan keadaan
yang tidak sadar. Pangeran Ye lan malah tertidur dengan nyenyak.
Keesokan harinya....
Pangeran Li Chan apakah kamu bisa menjelaskan semua ini yang tidak telah saya foto ! .. kata pangeran Ye lan.
apa sih pagi-pagi begini sudah ribut-ribut, jawab pangeran Li Chan.
Ketika pangeran Li Chan melihat fotonya ia terkejut.
apa?!!! tapi saya tidak memeluk nya, mungkin itu tidak sengaja, jawab pangeran Li Chan. eh ngomong-ngomong dimana putri Xiao? tanya pangeran Li Chan. Ia mungkin sedang berlatih. Apa?! tapi ini kan dalam perjalanan, bagaimana ia akan menyusul nya. Pasti ia bisa menggunakan jurus untuk menyusul.
Apa?! kenapa ia bisa menggunakan jurus, kenapa kamu mengetahui nya? tanya pangeran Li Chan.
Soalnya ia berlatih membela diri dengan sangat kuat, saya pernah melihat nya
membela diri, tiba-tiba sebuah cahaya keluar dari tubuh nya, kata pangeran Ye lan
__ADS_1