
Salam padamu pangeran ye lan Xian dan pada pangeran Li Xiang, kata pangeran Lin Suang.
Salam juga padamu pangeran Lin Suang, kata kedua pangeran.
Kami merasa senang Ratu Xiaoe bisa mempunyai tunangan seperti mu, kata kedua pangeran ( dalam hati sudah mulai jengkel, tapi berpura-pura senang 🤣 ).
Iya Terima kasih, saya juga merasa senang mempunyai bisa mempunyai tunangan, kata Pangeran Lin Suang.
Tidak apa-apa, kata kedua pangeran.
Baiklah kalau begitu silahkan menikmati acara nya bersama Ratu Xiaoe, kata kedua pangeran ( melambaikan tangan ).
Ia, Terima kasih pangeran Ye lan Xian dan pangeran Li Xiang, kata pangeran Lin Suang ( melambaikan tangan ).
Setelah mereka pergi pangeran Lin Suang tersenyum.
Bagaimana apa yang akan kita lakukan?... tanya pangeran Ye lan Xian pada pangeran Li Xiang.
Saya mempunyai ide, kita akan memohon pada Ratu Xiaoe untuk menyediakan penginapan pada kita karena perjalanan kita sangat jauh untuk sampai ke rumah, karena acara nya akan selesai pada malam hari, jawab pangeran Li Xiang.
ok, tunggu sampai acara nya selesai, kata pangeran Ye lan Xian.
Pangeran Lin Suang berdansa dan menghabiskan waktu hingga acara selesai bersama Ratu Xiaoe.
Melihat itu kedua pangeran ( pangeran Li Xiang dan pangeran Ye lan Xian ), merasa cemburu, tapi mereka tidak berani mendekat karena mereka pikir itu akan membuat Ratu Xiaoe menjadi marah.
Ketika acara nya sudah selesai....
Permisi Ratu Xiaoe boleh kah kami menumpang ke istana mu? karena ini sudah malam, tanya kedua pangeran ( pangeran Ye lan Xian dan pangeran Li Xiang ) .
__ADS_1
oh, iya boleh, kalian bisa tidur 2 kamar itu, jawab Ratu Xiaoe.
Terima kasih Ratu, kata kedua pangeran ( membungkuk ).
Ketika di kamar kedua pangeran saling chating karena sibuk memikirkan apa yang akan di lakukan selanjutnya.
Tiba-tiba terdengar ketukan pintu pada kamar pangeran Li Xiang, tok.... tok.... tok....
Eh...pangeran Li Xiang terkejut ( lansung menyembunyikan HP nya ).
Hey pangeran Li Xiang apa kamu mendengar ku?!!!
kata pangeran Ye lan Xian dalam chat.
Siapa itu? tanya Pangeran Li Xiang.
Oh, silakan masuk Ratu Xiaoe, kata pangeran Li Xiang.
Pangeran Li Xiang apa kamu baik-baik saja dengan ruangan ini? tanya Ratu Xiaoe.
Iya, saya baik-baik saja, jawab pangeran Li Xiang.
Apa yang Ratu ingin sampai kan padaku? tanya pangeran Li Xiang.
Huft, Ratu Xiaoe langsung pergi duduk ke tempat tidur, menarik kerak pangeran Li Xiang.
Ehhh?! apa yang kamu inginkan?! tanya pangeran Li Xiang ( ketakutan ).
Pangeran Li Xiang boleh kah menjadi tunangan ku? tanya Ratu Xiaoe.
__ADS_1
Apa?!!!! um... mak.... maksud ku kenapa Ratu ingin menjadi kan saya sebagai tunangan mu? tanya pangeran Li Xiang ( gugup ).
Karena saya menyukai mu sejak pertama kali lihat, jawab Ratu Xiaoe.
Uhhhh.... ( wajah pangeran Li Xiang mulai merona )
Soal itu nanti saya pikir kan besok saya akan sampai kan, jawab pangeran Li Xiang.
Bagus, ditunggu ya, sampai jumpa besok, kata Ratu Xiaoe ( memberi kan sampai jumpa dengan mencium bibir nya sendiri di perlihatkan pada pangeran Li Xiang ) .
I.... iya.... sampai jumpa juga, jawab pangeran Li Xiang ( Pura-pura tersenyum padahal sudah ketakutan ).
Sial!!! sial!!!! teriak pangeran Li Xiang.
Pangeran Li Xiang!!!!! apa kamu mendengarkan ku?!!!! teriak pangeran Ye lan Xian dalam chat.
Oh... iya maaf pangeran Ye lan Xian, jawab pangeran Li Xiang dalam chat.
Tadi Ratu Xiaoe masuk ke kamar ku dan menanyakan pada ku kalau ingin bertunangan dengan nya, kata pangeran Li Xiang dalam chat.
Apa?!!!! serius? kata pangeran Ye lan Xian dalam chat.
Iya, besok saya akan sampai kan pada nya kalau saya bersedia, kata pangeran Li Xiang dalam chat.
Yah, sudah... sudah.... besok saya akan memikirkan nya, jawab pangeran Ye lan Xian dalam chat.
Keesokan harinya.....
Ketika selesai makan, pangeran Li Xiang apa kamu bersedia? tanya Ratu Xiaoe.
__ADS_1