
Maaf saya salah buat episode. Ini bukan episode nya.
Seorang gadis cantik yaitu sebagai Putri Kerajaan dari Tong Hua. Kecantikannya membuat banyak orang yang terpesona padanya. Dia bukan hanya cantik tapi juga sangat kuat dalam berlatih bela diri.
Dia terlihat sangat kuat dalam berlatih sehingga tidak ada orang yang menganggap dia rendah. Dia tidak ingin dianggap remeh oleh orang lain, itulah sebabnya dia selalu berlatih setiap hari.
" Putri Xiao Yang Mulia memanggil anda " kata seorang pelayan.
" Baiklah " jawabku yang meletakkan pedang ku dan pergi ke istana.
Namaku adalah Putri Xiao. Saya dianggap sebagai Putri yang paling cantik di kerajaanku, tapi saya hanya membiarkan saja, soal kecantikan tidak saya pedulikan, yang saya pedulikan adalah berlatih agar tidak di anggap rendah orang lain.
Aku membuka pintu kamar ayah ku dengan perlahan-lahan dan masuk.
" Ayah ada apa? " tanya ku.
" Kamu kemari lah " jawab ayahku.
Aku pun duduk di tempat tidur ayahku.
" Sudah saatnya bagimu untuk mencari tunangan " jawab ayah ku dengan tegas.
" Tapi ayah, saya belum siap " jawab ku.
__ADS_1
" Tidak apa-apa, kamu tinggal pilih saja laki-laki yang ada di kerajaanku dan setelah itu aku tidak akan memaksa mu lagi " jawab ayahku.
" Tapi saya tidak mau ayah jika harus bertunangan dengan cepat "
Ayahku memandang saya sejenak dan kemudian membuang nafasnya.
" Baiklah, jika begitu saya berikan kamu kesempatan, kamu bisa mencari seorang tunangan dalam waktu 1 bulan, bagaimana? " tanya ayahku.
" Hm... bagaimana ayah kalau izinkan saya untuk pergi keluar dari istana ini dan pergi ke kerajaan lain dan saya akan mencari seorang tunangan di sana " jawab ku.
" Apa?! kamu sudah tahu kan saya melarang mu untuk keluar istana? " kata ayahku yang mulai marah.
" Iya saya tahu, tapi kan saya bisa belajar mandiri dan berlatih dan sekaligus mencari tunangan, aku kan sudah berlatih kuat jadi ayah tidak perlu takut" jawabku.
Aku menjadi kaget mendengar itu, tapi juga merasa senang karena tidak di sangka ayah mengijinkan ku untuk keluar.
Aku kemudian memeluk nya dan berterima kasih.
" Tapi kamu tidak boleh terlalu lama ya " kata ayahku.
" Iya ayah "
Aku kemudian beranjak ke kamarku. Aku duduk di sebuah tempat duduk dan di depan nya ada sebuah cermin.
__ADS_1
Tiba-tiba datang seorang pelayan membawakan sebuah air disebuah cangkir kecil.
Dia adalah pelayan pribadi ku. Dia sudah bekerja lama di sini sekitar 1 tahun lamanya. Dan juga dia selalu menemani ku ketika aku masih kecil.
" Tuan Putri silakan " kata pelayan itu.
" Baiklah terima kasih "
Aku meminum cangkir itu dan kemudian meletakkan di meja.
" Kamu tahu Lily, aku akan keluar dulu dari istana ini " kata ku dengan gembira.
" Eh kenapa tuan Putri? "
Aku kemudian menceritakan semuanya pada Lily yaitu pelayan pribadi ku.
Dia mendengar itu wajah nya berubah menjadi sedih karena saya akan pergi.
Tapi saya kemudian memeluk nya dan berkata "Tenang saja, saya akan kembali kok"
" Lily bisa mengirim pesan kepadaku jika ingin bercerita dengan ku, ini "
Aku memberikan sebuah kalung berwarna merah yang bergambar hati. Lily Menerimanya.
__ADS_1
" Jika kamu ingin berbicara dengan ku, kamu tinggal menekan kalung itu dan kemudian dia akan menyalah dan setelah itu kamu dapat berbicara di kalung itu, nanti saya juga mempunyai seperti ini saya dapat mendengar nya. Atau jika ayah ingin berbicara dengan ku kamu dapat menggunakan ini " kata ku.