
iya saya baik-baik saja, jawab putri Xiao. Kalau kamu sudah bosan maka ayo kita pulang, kata pangeran Li Chan. Tidak saya tidak ingin membuat kamu menjadi susah, kata putri Xiao. Putri, apa yang kamu lakukan tadi dengan pangeran Ye Lan? apakah ia menyakiti mu? tanya pangeran Li Chan.
Ah tidak ada apa-apa kok, kami hanya berbincang tentang masalah pribadi kami, jawab putri Xiao.
Oh kalau begitu maukah putri melanjutkan dansa kami? kata pangeran Li Chan.
Dengan senang hati, kata putri sambil menunduk pada pangeran Li Chan.
Ketika melihat pasangan berdua itu berdansa,orang banyak langsung menjadi kagum ketika melihat. Kecuali pangeran Ye Lan, ia justru menjadi sangat marah.
Ketika mereka selesai berdansa, pangeran Li Chan mencium tangan putri Xiao dengan mengedipkan 😉 mata nya. Putri Xiao tersenyum melihat nya.
Sampai jumpa lagi putri! teriak pangeran Li Chan, ketika putri Xiao sampai di istana.
Tiba-tiba pangeran Ye Lan datang dan memukul dinding hampir mengenai kepala putri Xiao. Apa kamu baik-baik saja? tanya putri Xiao.
Kamu lihat ini saya baik-baik saja hah?! kata pangeran dengan sangat marah. Kamu salah sangka saya dan pangeran Li Chan hanya lah sahabat. Saya menemani nya untuk berdansa sebagai tanda persahabatan kami, kata putri Xiao.
Yah sudahlah kalau begitu saya tidak akan memarahi mu lagi, tapi sebagai hukuman nya, kamu harus tidur bersama dengan saya, kata pangeran Ye Lan
Dasar pangeran sialan ini!!! kata putri dalam hati.
__ADS_1
1 bulan berlalu..........
Putri Xiao sedang berlatih membela diri, kemudian pangeran Li Chan datang ke istana tempat tinggalnya putri Xiao.
HAI PUTRI XIAO!!! teriak pangeran Li Chan sambil melambaikan tangan.
Halo pangeran kenapa kamu berada di sini? kata putri Xiao.
oh saya hanya ingin menemuimu tapi kebetulan saya melihat mu sedang berlatih, jadi apakah kami ingin berlatih dengan saya?
Boleh, kata putri Xiao.
Kalau begitu besok saya akan datang ke istana mu kemudian kita berlatih bersama-sama. Baiklah, kata putri Xiao.
Kenapa saya merasa tidak tenang? kata putri dalam hati.
Ah biar kan saja.
Keesokan harinya......
Putri! ayo kita berlatih, kata pangeran Li chan. Baiklah! jawab putri.
__ADS_1
Coba kita melakukan serangan berhadapan, kata pangeran Li chan, baiklah saya setuju.
Wah pangeran Li chan dan putri xiao sedang berlatih. Mereka berdua sangat kuat, kata seorang pelayan ketika melihat pangeran Li chan dan putri xiao bertanding.
Pada malam hari....
Huh.... akhirnya kita selesai juga, kekuatan bertanding mu sangat kuat bagaimana kamu bisa sekuat ini? saya hampir menyerah melawan mu, kata pangeran Li chan.
Itu dulu saya selalu berlatih keras di istana ku, jawab putri xiao.
Jadi kenapa kamu tidak tinggal di istana mu? tanya pangeran Li chan.
Ummmm..... I.... itu, putri xiao menjadi tidak bisa berbicara.
Tidak apa- apa jika kamu tidak ingin mengatakan nya saya tidak akan memaksa mu kok, kata pangeran Li chan.
Baiklah kalau begitu saya akan pamit dulu ya putri.
Wah pangeran ini baik sekali, kata putri dalam hati.
Pada keesokan harinya....
__ADS_1
Dimana putri Xiao?! saya ingin berlatih dengan nya, tanya pangeran Li chan pada seorang pelayan.
Oh dia masih tidur karena kemarin malam ketika pangeran pulang ia terus berlatih sampai jam 03.00 pagi, jawab seorang pelayan.